Menghitung Perolehan

Photo by Ahmed Aqtai on Pexels.com

Evaluasi Ramadhan 1442H ini masih jauh dari rencana:

Produktivitas Spiritual.

  • Shalat Dhuha masih ketinggalan beberapa kali
  • Tahajud alhamdulillah lengkap
  • Tarawih dan Witir berjamaah lengkap.
  • 10 hari terakhir cuma 8 hari yang iktikaf di Mesjid
  • Khatam Quran pada hari ke 25.
  • Membaca dengan terjemah per tema (kelompok ayat) Baru sampai AlBaqaroh : 20.

Produktivitas Mental-Intelektual.

  • Membaca 1021 dari 3000 halaman buku.
  • Blogging kegiatan harian tiap hari : 12 dari 30.

Produktivitas Emosional.

  • Berkumpul dengan teman-teman di grup WA, masih lebih banyak karena kerjaan
  • Grup Powerpoint Designers sesekali
  • Grup Medsos lebih jarang.
  • Berkumpul dengan anak lebih intens dibanding tahun lalu
  • Mengajak mereka lebih produktif. Mas – Programming, mba – nulis cerita. Adek belum.

Produktivitas Fisik.

  • Tidur kurang bisa mengatur. Ada dua hari yang sampai ketiduran di kantor.
  • Bikin rencana/melakukan penilaian kegiatan harian cuma kurang lebih 50%. Terutama 10 hari terakhir ini sama sekali ngga dilakukan.
  • Makan sahur dan buka dengan sayur dan protein.
  • Olahraga yang saya lakukan : Jalan kaki 1 jam/hari, angkat beban lewat.

Semoga masih diberi kesempatan memperbaiki di Ramadhan 1443H.

@draguscn

Belajar Quran di Bulan Ramadhan

Photo by Pok Rie on Pexels.com

Satu-satunya kata ramadhan insyaAllah ada di surah Al-Baqarah (2) – 185, yang dalam terjemah disebutkan : Bulan Ramadhan sebagai petunjuk bagi manusia, bulan diturunkannya Al-Quran.

Seolah-olah disebutkan dalam sentralnya ayat-ayat yang bercerita tentang puasa, bahwa yang disebut sebagai bulan Ramadhan adalah bulan dimana Al-Quran diturunkan. Saya mencoba memikirkan bahwa ini tidak dimaksudkan hanya sebagai cerita tentang sejarah tapi juga bahwa AlQuran sebagai petunjuk itu bisa lebih dipelajari pada bulan Ramadhan.

Diluar itu gimana? Mungkin sama ya .. sering kita dengar, ini adalah bulan latihan. Untuk nanti perilaku-perilaku yang baik-baik bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar Ramadhan. Karenanya kalo sekarang kita berlatih selama 30 hari mempelajari AlQuran dan bisa terbawa sampai terus di luar Ramadhan, maka kita bisa menjadikan Quran sebagai pedoman hidup sepanjang tahun secara terus-menerus.

Kita paham betul bahwa sehari-hari kita setidaknya ngurusi makan mulai pagi sampai siang bisa membutuhkan waktu tersendiri. Bukankah sekarang kita punya kelonggaran untuk melakukannya dalam jatah makan siang kita karena kita tidak makan siang. Jadi bila kita bisa menyisihkan sedikit waktu untuk mempelajari Quran mungkin bisa mendapat beberapa ayat agar bisa jadi bekal cara belajarnya sampai dengan setahun hingga bertemu lagi dengan Ramadhan jika masih diizinkan Allah.

Sekarang metode, bagaimana caranya.

Saya adalah seorang yang dididik tidak semenjak kecil dengan pendidikan Agama Islam yang cukup untuk menjadikan saya memahami Quran dengan memahami langsung dari membaca bahasa Arabnya. Bahasa Arab yang saya pahami adalah bahasa arab pasar yang digunakan pas menawar dagangan orang Arab di Mekkah – Madinah, saat haji atau pada kesempatan umrah tahun-tahun lalu. Padahal katanya bahasa Quran beda dengan bahasa Arab. Konon juga disebutkan bahwa bahasa Quran itu berlapis-lapis pengertian yang bisa diambil didalamnya. Maka cara paling mudah menurut saya yang awam ini adalah dengan melihat di Quran Terjemah. Ada beberapa Quran terjemah di rumah yang bisa saya gunakan. Saya juga sempat mengoleksi tafsir Al-Azhar buya Hamka dan tafsir Al-Mishbah pak Quraisy Shihab. Meski belum lengkap.

Jadi saya ingin coba lihat terjemah saja dulu, di rumah kebetulan ada Quran terjemah Adz Zikr dari penerbit Fatwa. Di dalamnya ada Klasifikasi Ayat Tematik. Dengan begini saya akan baca dengan melihat Tema-tema yang disampaikan, idenya sih cover to cover ya. Tapi nanti lihat aja bagaimana sepanjang saya mulai belajar, semoga dimudahkan.

Saya ingin mencoba melihat terjemah saja dulu. Semoga saya sempat juga bikin insight dengan bahan dari tafsir. Setidaknya ini yang bisa saya lakukan untuk belajar Quran di bulan Quran. Pengennya sih mencoba agak dalam, tapi mungkin ini yang bisa saya lakukan dulu. Sebisanya dengan cara ini ada upaya untuk mendekatkan diri dan berharap dari cara ini akan ada pencerahan yang bisa memberikan pengertian. Minimal menjadi rasa ingin tahu yang bisa membawa saya bertanya lebih banyak kepada yang ngerti.

Semoga dengan begini baca Quran yang sering dengan target banyak baca bisa mendapatkan petunjuk menjadi banyak ngerti. Bismillah.

@draguscn

Menyambut Rahma ..

Ketika bulan berubah menjadi Rajab kemudian Sa’ban .. maka selalu ada yang jadi kebiasaan menuliskan sajak-sajak kerinduan kepada Rahma, demikian saya menamainya.  Asal muasalnya sejak tahun 2010 ketika mulai membuat cerita dengan tema kerinduan terhadap Ramadhan, dan membuat pengandaiannya sebagai seorang gadis yang ditunggu-tunggu kehadirannya ..

Continue reading “Menyambut Rahma ..”

35 hari menanti ..

Dua hari yang lalu
ketika sengat matahari di atas surau
aku melihatmu sekilas di sudut itu ..

Kenapa, Rahma?
Begitu jarangkah hadirku
hingga perlumu menampakkan rindu?

Hari ini saat tarhim mengalun membangunkan
Aku yakin yang kulihat memang dirimu

Satu purnama lagi, Rahma ..
Sajak-sajak kerinduan akan menemui muara ..
Keringkan isi samudera
Demi teriknya syauq yang menyengat ..
Demi gelora badai yang tak menyentuh bibir pantai ..
Gundah yang lama tak disua
Gelisah yang lama terpisah
Bak Yusuf yang menimang sebelas bintang dan surya ..
Ragaku menguap ..
Jiwaku terlelap ..

Saat purnama kelak meniada ..
dan nadirku sudah tak bersisa ..
Saat itulah aku meminta ..
Dirimu hadir bersama Dia ..
Saat manis memadu cinta ..
Satu purnama
Sepurnama saja ..
Untuk meremajakan lagi hati
Yang beranjak ke senja hari ..

Saat garis ufuk digores sang kala
Baris-baris rindu inipun mulai menyala ..

raksaan, 03 Juni 2013 ..

#160 : Sebait menanti Rahma ..

Sepurnama lagikah kita kan bersua, Rahma?
Lembaran-lembaran penuh cinta kususun satu-satu ..
Dendang-dendang asmara kukumpulkan satu buku ..
Rindu yang hangat mengalir ..
Darahku berdesir ..

Mencinta Laila sungguh terkadang amat sulit ..
Seiring banyak cemburu yang membelit
Banyak dusta yang diucapkan
Banyak nista yang dilakukan
Terlupa aku memilikinya
Terlupakah ia memilikiku ..

Sampai saat dirimu datang ..
Kembali terulang cinta terlarang..
Tatkala mengabur kembali batas nyata ..
Dan tiada lagi beda
.. mencintamu atau dia

Krejengan, 7 Juni 2012