Menyambut Rahma ..

Ketika bulan berubah menjadi Rajab kemudian Sa’ban .. maka selalu ada yang jadi kebiasaan menuliskan sajak-sajak kerinduan kepada Rahma, demikian saya menamainya.  Asal muasalnya sejak tahun 2010 ketika mulai membuat cerita dengan tema kerinduan terhadap Ramadhan, dan membuat pengandaiannya sebagai seorang gadis yang ditunggu-tunggu kehadirannya ..

Continue reading “Menyambut Rahma ..”

35 hari menanti ..

35 hari menanti ..

rahma 2013

Dua hari yang lalu
ketika sengat matahari di atas surau
aku melihatmu sekilas di sudut itu ..

Kenapa, Rahma?
Begitu jarangkah hadirku
hingga perlumu menampakkan rindu?

Hari ini saat tarhim mengalun membangunkan
Aku yakin yang kulihat memang dirimu

Satu purnama lagi, Rahma ..
Sajak-sajak kerinduan akan menemui muara ..
Keringkan isi samudera
Demi teriknya syauq yang menyengat ..
Demi gelora badai yang tak menyentuh bibir pantai ..
Gundah yang lama tak disua
Gelisah yang lama terpisah
Bak Yusuf yang menimang sebelas bintang dan surya ..
Ragaku menguap ..
Jiwaku terlelap ..

Saat purnama kelak meniada ..
dan nadirku sudah tak bersisa ..
Saat itulah aku meminta ..
Dirimu hadir bersama Dia ..
Saat manis memadu cinta ..
Satu purnama
Sepurnama saja ..
Untuk meremajakan lagi hati
Yang beranjak ke senja hari ..

Saat garis ufuk digores sang kala
Baris-baris rindu inipun mulai menyala ..

Kraksaan, 03 Juni 2013 ..

#160 : Sebait menanti Rahma ..

Sepurnama lagikah kita kan bersua, Rahma?
Lembaran-lembaran penuh cinta kususun satu-satu ..
Dendang-dendang asmara kukumpulkan satu buku ..
Rindu yang hangat mengalir ..
Darahku berdesir ..

Mencinta Laila sungguh terkadang amat sulit ..
Seiring banyak cemburu yang membelit
Banyak dusta yang diucapkan
Banyak nista yang dilakukan
Terlupa aku memilikinya
Terlupakah ia memilikiku ..

Sampai saat dirimu datang ..
Kembali terulang cinta terlarang..
Tatkala mengabur kembali batas nyata ..
Dan tiada lagi beda
.. mencintamu atau dia

Krejengan, 7 Juni 2012

27

door-opening-to-the-sky

TOK .. TOK .. TOK ..
      [ gemanya serasa menggedor sampai ke hati ]

“Siapa? Kaukah itu?”

“Ya, ini Aku.”

[draguscn]