2012 ? .. 3012 aja degh ..

2012_doomsday

Ada ide tulisan di daily post tentang kiamat 2012. Tepatnya postingan itu berbunyi begini ..

Forget 2012, when do you think the world will end?

Saya ngga akan bahas tentang kiamat yang sudah difilmkan itu kok. Lagian dah basi .. Tahun 2012, atau kapanpun kita ya memang harus menerimakan? Kalau semacam bencana terkena bom mungkin masih ada upaya kita untuk menghindar. Tapi kalo seperti bencana di Jepang itu, atau Aceh? Di kecamatan saya yang kayaknya jauh dari laut jauh dari Bromo ini ternyata ada 5 rumah rata tanah dihajar angin puting beliung. Jadi ya dimana saja bencananya bisa berupa apa saja ..

2012-kelendar-1

Kalo ditanya perkiraannya kapan bakal terjadi, dan yang ditanya bukan orang yang percaya dengan datangnya hari kiamat, mungkin saya akan jawab bisa saja tidak akan terjadi .. toh dari dulu sudah terjadi bencana yang cukup besar kepada bumi kita ini dan toh kembali ada kehidupan setelahnya. Bacaan ilmiah seperti ini bisa memberi dasar kapan bisa terjadi kejadian luar biasa mungkin terjadi lagi .. yah semacam badai meteor, atau zaman es lagi .. Anda boleh baca disini tentang bagaimana ilmu pengetahuan bukan hanya memprediksikan, bahkan juga mempertimbangkan, mungkin yang namanya kiamat itu adalah bencana besar. Itu saja. Bumi meremajakan diri dan begitu seterusnya. Setiap 10.000 (?) atau sejuta (?) tahun kita akan kembali mengalami hal yang sama ..

Tapi saya cukup bahagia mengimani bahwa kiamat bisa terjadi kapanpun Allah menghendakinya. Meskipun saya ngga mendalami apa dan bagaimana itu kiamat. Sekedar tahu ada tanda-tanda, ada peristiwa yang sudah ada urutannya. Dan tentu saja termasuk mengimani bahwa apa-apa yang saya kerjakan sekarang pontennya beserta hadiah/hukumannya akan saya terima pada hari itu.

Ada hal penting lainnya yg saya yakini, bahwa kiamat itu masih masa depan. Mungkin malam ini pada saat saya tidur setelah menulis posting ini. Mungkin masih jutaan tahun lagi dimana keturunan saya juga sudah kehilangan juriatnya sampai ke saya. Yang pasti masih masa depan. Sedangkan kita hidup di kekinian. Yang terpenting adalah berbuat sebaik-baiknya untuk saat ini. Apakah kita sudah bersikap, bertingkahlaku dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar dengan baik, apakah kita sudah memperlakukan orangtua, anak dan sanak saudara dengan santun, bertanggungjawab, apakah pekerjaan sudah kita lakukan dengan baik, tanpa mengurangi haknya? Dan apakah kita senang (ikhlas) pada saat melakukannya? Apakah kita mengingat Allah pada saat kita melakukannya? Bagi saya itu lebih penting rasanya untuk dijaga daripada mengkhawatirkan kiamat. Meskipun anda yakin dunia akan berakhir 2012 ini, janganlah melakukan sesuatu karena ketakutan terhadap berakhirnya dunia. Landasi dengan sesuatu yg lebih mulia.

Jadi kapan dunia ini akan berakhir? Bagaimana kalau kita undur 1000 tahun lagi .. ? Seperti BBM yang saya terima beberapa hari yang lalu ..

PENGUMUMAN
Diberitahukan kepada seluruh mahluk di dunia bahwa kiamat 2012 dibatalkan.
Ada sedikit kesalahan teknis dlm persiapan kiamat tersebut. Karena wilayah surga & neraka sedang dalam RENOVASI perluasan, agar pada saat kiamat nanti tidak terjadi “KEPADATAN PENDUDUK”
Maka dr itu kiamat diundur pd thn 3012. Bagi yg blm tobat jgn panik. Panitia kiamat minta maaf yg sebesar-besarnya atas pembatalan kiamat ini. Atas prhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Nb: Mohon utk disebarkan

Rolling on the floor laughing

dragus.cn, other pieces of mine

Yang terjadi .. terjadilah ..

Pernah lihat iklan Thai Insurance diatas kan? Saya melihatnya di youtube yg kemudian saya unduh .. air mata saya mengalir seiring menyaksikan anak-anak dengan kebutuhan khusus menyanyi lagu yang tadinya terasa pesimis dengan hidup di masa datang. Crying face

Bandingkan dengan lirik aslinya

When I was just a little girl,
I asked my mother, “What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?”
Here’s what she said to me:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

When I was just a child in school,
I asked my teacher, “What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?”
This was her wise reply:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, “What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?”
Here’s what my sweetheart said:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.”

Now I have children of my own.
They ask their mother, “What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?”
I tell them tenderly:
“Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future’s not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!”

written by Jay Livingston and Ray Evans

Seiring dengan sering mendengarkan karena anak-anak saya sering minta diputar ulang, saya mulai mengerti kenapa figur ibu disini meminta anaknya untuk “mengabaikan masa depan”. Sungguh sebenarnya nasihat yang baik kalau kita mau mendalaminya. Yang diharapkan adalah bukan pesimis terhadap masa depan. Bagaimanapun juga itu masih sangat jauh. Sehari di depan saja belum tentu akan tercapai bila memang bukan jatah kita untuk hidup sehari ke depan.

Penyairnya sepertinya mengajak kita untuk hidup dalam “kekinian”. Lebih tepat bila “que sera sera” yang konon katanya tidak sesuai dengan tata bahasa Spanyol ini, diartikan sebagai biarkan saja masa depan mengalir apa adanya. Ngga usah berpanjang angan, mengkhayal masa depan seperti apa. Itu akan terjadi sendiri nantinya. Hiduplah dalam masa kini. Jalani saat ini dengan sebaik-baiknya. Itu saja.

Entahlah. Mungkin saja lagu ini memang pesimis. Tapi saya ingin pengertian dalam otak saya seperti itu. Dan itu lebih menciptakan harmoni.

dragus.cn, other pieces of mine

Curiosity

curiosity1

Curiosity (from Latin curiosus “careful, diligent, curious,” akin to cura “care”) is an emotion related to natural inquisitive behavior such as exploration, investigation, and learning, evident by observation in human and many animal species. The term can also be used to denote the behavior itself being caused by the emotion of curiosity. As this emotion represents a drive to know new things, curiosity is the fuel of science and all other disciplines of human study. (mbah wiki)

Nyari ide dari daily post .. dan liat mulai dari bulan februari 2011 ada beberapa ide postingan gampang .. semacam di atas ini.

Kenapa ya kok selalu keingintahuan (curiosity) dihubungkan dengan gambar kucing. Apa gara2 idiom yg sangat terkenal itu, curiosity can kill the cat. Tapi kalo dilihat-lihat di Google Image kebanyakan gambarnya orang kok. Anak-anak kan juga memang banyak keingintahuannya. Jadi keingintahuan adalah sifat dasar manusia. Embarrassed smile

curiosity2

dragus.cn, other pieces of mine

Saya melewati Sad Moment dengan sukses

depression-and-anxiety1

Ada waktu dimana kehidupan pribadi kita bermasalah, besar atau kecil, riak tersebut pasti pernah kita hadapi dalam kehidupan. Kalau anda belum pernah merasakan, saya yakin anda belum cukup lama hidup hehehe maksudnya masih cukup muda .. Setelah sudah cukup banyak menghadapi gelombang, orang yang survive – saya yakin – justru menikmati berselancar meniti gelombang kesulitan dan keluar dengan sukses. Dan mungkin beberapa akan kehilangan rasa takut terhadap masalah itu lagi.

Saya yakin itu juga salah satu mekanisme yang diterapkan Tuhan untuk menguji umatnya. Pada saat kita sedang mengalami cobaan, kita sedang dalam proses naik tingkat. Pada saat kita sudah naik kelas, tentu saja pelajaran yang sama seharusnya sudah bisa kita lalui dengan lebih mudah. Itu berlaku untuk orang yang belajar. Seringkali kita lama terhenti – tertelan gelombang – karena kita sendiri kelamaan mengasihani diri, sibuk dengan “bagaimana bila?”, merasa bahwa masa lalu, masa sekarang dan masa depan bersekongkol untuk menahan kita di dalam limbo. Teruuuuus tenggelam. Thumbs down

Seringkali pembelajaran itu datang pada saat berduka itu, tinggal seberapa tenang kita untuk melihat “pertolongan” tersebut dan menjadikan diri kita sukses melewati cobaan. Seringkali juga sebenarnya kita sudah dipersiapkan sejak awal. Dan yang paling menarik adalah bahwa perintah untuk kembali kepada Tuhan itu sebenarnya cukup universal. Tuhan dalam pengertian Zat Yang Maha Meliputi, tidak hanya meliputi diri kita namun juga keluarga, teman, benda-benda yang kita kerjakan dan lainnya. Maka kembali kepadaNya adalah menyadari bahwa dalam saat “tidak nyaman” yang sedang kita lewati kita juga sedang dikelilingi Tuhan dalam representasi simbolis di dalam diri teman dekat kita, anggota keluarga yang peduli, pekerjaan yang kita temukan menantang dan memuaskan, hubungan sehat yang memungkinkan kita untuk tumbuh dan berkembang, dan kegiatan–kegiatan yang bisa kita nikmati dan dapat kita temukan cinta di dalamnya. 

Jadi pada saat Anda merasa down dan ingin keluar, inilah yang dapat Anda lakukan untuk merasa lebih baik lagi :

Alih-alih memfokuskan pada semua yang salah dengan hidup Anda, tuliskan semua kebaikan yang ada pada hidup anda. Semakin banyak anda dapat memikirkan hal-hal yang baik ini, maka semakin banyak anda akan mendapatkannya.Party smile

Katakan pada diri anda “semua ini juga akan berakhir” .. karena memang begitulah sunnatullahnya masalah. Pasti akan berakhir. Yang suka manjang-manjangin masalah itu kan kitanya. Open-mouthed smile 

Sadarilah bahwa ada orang lain yang berada dalam posisi lebih buruk dari Anda, dan bahwa Anda lebih baik dari banyak orang di dunia. Hal ini membuat masalah Anda terlihat sepele dan Anda malu dengan perasaan mengasihani diri sendiri. Lightning

Hal-hal diatas ini membawa sikap positif yang membantu Anda mencari solusi untuk masalah Anda, bukan bermuram durja dan merasa tertekan. Selain itu, hal diatas membantu untuk tetap fokus pada pekerjaan Anda dan tanggung jawab sehari-hari Anda, dan untuk tetap pada keseharian Anda seperti biasa. Star

Ambil olahraga teratur sebagai cara untuk meningkatkan energi positif dan menghilangkan stres negatif terhadap diri anda. Dan berusaha untuk menjadi proaktif dan memikirkan solusi untuk masalah bukannya bereaksi terhadap mereka dan membiarkan mereka membuat Anda semakin down. Soccer ball

Nah buat anda yang sudah mahir berselancar, maukah anda berbagi jurus anda disini ? Left hug Right hug

dragus.cn, other pieces of mine

Anda termasuk SMS-mania ?

BlackBerry-Onyx-Bold-9700

Sudah berapa lama anda menggunakan handphone? Apakah anda sudah merasa sekarang handphone sudah hampir setara dengan makanan dan pakaian buat sebagian kita? Saya termasuk yang merasakan handphone atau alat komunikasi apapun sudah semestinya masuk dalam kebutuhan primer. Kebutuhan saya untuk berkomunikasi ternyata cukup nyata. Mungkin saya yang mengaburkan batas antara kebutuhan fisik dengan kebutuhan nyaman diantara teman-teman.

Saya merasakan perubahan alat komunikasi sejak jaman erricson yang bisa ditimpukin ke copet dan bikin benjol itu .. sampai sekarang mungkin ada 10 kali saya sudah ganti handphone. Kebanyakan Nokia. Erricson saya pake yang ada ‘tatakan iler’-nya itu .. saya sempat juga pake Motorolla .. ah apa sih itu yang tipis banget waktu itu sejamannya .. sekarang saya pake Onyx, dan berharap RIM cukup patuh aturan biar saya ngga kebelet cepet-cepet ganti gadget lagi.

Text or Talk ?

Mana yang banyak digunakan? Kalo sekarang ya teks tentunya .. soalnya dengan adanya BBM saya ikut 5 group pertemanan, ya otomatis banyak terhubungnya dengan teks. Saya sering melihat bahasa tulisan tidak sepenuhnya bisa mengekspresikan maksud si penulis. Buat yang dah terbiasa chatting di group atau conference pasti pernah terasa ada yang ngga nyambung dengan seseorang, padahal cukup jelas dengan kita.

Begitu pula di SMS. Kadang sudah terkirim baru terpikir kalimat singkat kita bisa disalah-terjemahkan. Yach enak kalo yang membaca teks itu adalah teman-teman yang kenalnya sudah lama. Meskipun tetap ada maaf-maafan kalo kita agak “kasar” becandanya, tapi setidaknya tidak berlarut-larut sampai harus tidak pernah bertegur sapa lagi .. Ya. saya pernah mengalami hal yang buruk juga .. Saya pernah kehilangan teman, hanya karena dia dan keluarganya sama-sama comment di wall facebook saya dan saya mengambil keputusan utk tidak memihak .. eh malah sampai sekarang akses ke dia ditutup. Saya juga pernah berkomentar berseberangan dengan seseorang yang sedang promosi clubnya dan akhirnya sampai sekarang saya ngga pernah ditegur lagi .. hehe saya kira kita bebas saja menyuarakan opini kita. eh kita malah kelamaan di bahasa tekstual ..

Tapi dalam pekerjaan, saya lebih comfort dengan bahasa verbal. Seringkali saya harus meninggalkan tempat tugas dan perawat-perawat UGD sudah menerima pasien sebelum saya datang. Ada kalanya pada saat pertemuan saya minta mereka cuma kirim sms aja. Tapi setelah beberapa kali ternyata malah lebih ngga jelas kalo pake SMS dibanding bicara langsung.

Well, jadi kalo ditanya mana metode komunikasi yang paling disukai? Saya lebih suka verbal dan berhadapan dengan pembicaranya karena lebih bisa melihat sampai ke bahasa tubuhnya. Tapi buat sekedar ngobrol2 yach bahasa tulisanpun tak apalah .. Open-mouthed smile

Kalau anda senang yang mana?

dragus.cn, other pieces of mine