#25 : Sebait dalam bakul asmara ..

Bagimu mentari bersimbah keringat senja
Bagimu semburat redup gemintang
Bagimu lambai sendu dedaunan ..

Menanti kepekatan datang menghamba
Bagimu buah kerinduan dipetik petani-petani asmara
Bagimu daun kenangan dikumpulkan dalam bakul-bakul mereka
Bagimu bunga-bunga kemesraan dironce dikalungkan
Dalam kepekatanmu yang menghampiri ..

MEMULAI BERJALAN LAGI

ast

Sejak senja tenggelam ..
Benak tak kunjung jua temaram ..
Hati yang beriak tenang ..
Tiba di hamparan samudera kenang
 
Tiada lagi sinar mentari di kejauhan
Yang tersisa hanya semburat jingga kemerahan ..
Si pejalan mulai berdiri dari kelelahan ..
Dia bersiap melakukan perjalanan ..
 
Di langit satu-satu bintang mulai bisa diamati ..
Awan yang menyaput akhirnya menepi
Raga beristirahat yang mulai menapaki
Jalanan yang terlihat nampak semakin sepi ..
 
Di kejauhan kafilah-kafilah yang sudah mendahului ..
Tampak berombongan berbaris rapi ..
Semangat sontak untuk berlari ..
Mengejar beriring pembawa cahaya diri ..
 
Jauh jalan masih harus dikejar di dalam penat ..
Peristirahatan masih jauh dari terlihat ..
Hati yang beriring indah terpikat ..
Dan bergeliat membebaskan diri dari jerat ..
 
Sekarang sempurna metamorfosa ..
Meski raga terasa nyaris binasa ..
Misykat yang bersih sudah didapat ..
Kaca lentera ditutup rapat ..
Disapu dari debu yang melekat ..
 
CahayaMu bersinaran menerangi jalan ..
Aku mulai berjalan.
 
Krejengan, 1 Desember 2011
 
[Indeed, those who have believed and those who have emigrated and fought in the cause of Allah – those expect the mercy of Allah. And Allah is Forgiving and Merciful. (2:218) … Mulai saja perjalanannya, Dia akan berlari menghampirimu]