Esok Aja 02 – Tugas Aversif

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Akar dari penundaan yang akan kita telaah adalah yang berasal dari tugasnya dulu. Tugas yang bersifat seperti kita mendapat hukuman, adalah aversif. Kita menjadi enggan melaksanakannya. Kenapa kita enggan melaksanakan tugas tersebut adalah karena terasa tidak bermakna, membosankan dan membingungkan.

Kita merasa tugas tidak bermakna karena kita sulit menghubungkan dengan tujuan-tujuan yang lebih besar. Sehingga kita kehilangan makna dalam menuntaskan tugas.

Kita merasa tugas terasa membosankan karena yang kita kerjakan hanya pengulangan-pengulangan.

Sedangkan tugas terasa membingungkan adalah karena tugasnya terlalu kompleks (sangat besar, sulit diselesaikan), abstrak (sulit dilihat apa yang mau dikerjakan), hampir sama dengan kompleks tugas bisa jadi sangat membingungkan bila terlalu banyak informasi yang harus dibenahi.

Hal-hal diatas bila kita mendapatkan tugas yang tidak bermakna, membosankan dan membingungkan kita akan melakukan penundaan dengan melakukan hal lain yang kita rasa menjadi lebih nyaman. Sehingga akhirnya terbentuklah lingkaran penundaan :

  1. Merasa tidak sanggup mengerjakan tugas
  2. Melakukan penundaan
  3. Mulai merasa bersalah setelah hilang kesenangan penundaan
  4. Dan timbullah mulai meragukan kemampuan menyelesaikan tugas.

Dan akan terulang dengan kita makin meragukan kemampuan. Bisa jadi pada tahap ini tugas sudah dipermudah tapi kemampuan makin terbatas. Dan ini bila berlanjut akan berakibat depresi.

Maka solusinya adalah :

  1. pahami bahwa penundaan yang kita lakukan adalah sementara.
  2. kemudian sadari bahwa kita manusia biasa dan bisa silap melakukan kesalahan penundaan. Kita bisa jadi mempunyai rasa tidak nyaman karena kita ingin tugas dilakukan dengan sempurna sehingga karena kita takut gagal maka akhirnya kita memilih penundaan. Ini bisa diatasi dengan self talk dengan muhasabah pengakuan ketidaksempurnaan. Ulangi terus sampai kita merasa ringan.
  3. mulai saja dulu pekerjaannya, untuk mengalihkan perhatian kita. Mulai dari bagian tugas tersebut yang paling sederhana. Jangan berpikir untuk menyelesaikan, karena pada tahap ini kita harus masuk dulu ke dalam tugas. Kalo kita sibuk menyiapkan untuk menyelesaikan kita akan masuk lagi ke dalam penundaan. Yakin kan diri bahwa kita memilih untuk menyelesaikannya. Meskipun baru kita mulai.