MERETAS JALAN SETAPAK

asy

Kemana semua?
Jalan yang tadi tampak nyata
Sekarang meniada
Dan belukar di depan mata
Tiada lagi ada sela untuk melaluinya
 
Sampai sini sajakah Kau tuntun aku ?
 
Gunungnya sudah tak terlihat pula ..
Kabut yang menggantungpun menggayut di kepala ..
Tapi tak nampak lagi ada tepian ..
Yang ada hanya hutan ..
 
Kemana sayangmu yang selama ini Kau berikan ..
 
Murung sejenak di penghujung jalan ..
Menunggui hilangnya kabut dinihari ..
Tiada sadar pal pertama ternyata sangat berdekatan ..
Apakah ini jalan berputar mengitari ..
Kalau iya kenapa kau pagari ..
Tak yakinkah kau aku telah melampaui ..
Dan kau ulang untuk kulaksanakan uji ..
 
Aku ambil parang ..
Aku tebas ilalang ..
Batu pembatas menjulang ..
Maqam ini, aku sudah pernah datang ..
 
Krejengan, 1 Desember 2011
 
[Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).- QS 24:10]

Ditambatkan

Ditambatkan

Kemana pergimu ..
Apakah sesap di siang atau dinihari ..
Jaring yang tertinggal tunda cerita
Kapal yang berlabuh hilang muatan

Anak sore di dermaga
Hati yang berlabuh hilang keresahan ..

Sauh sudah dicampakkan..
hari ini hati tak kan gundah…
derai ombak tak terasa
seakan hilang sudah….