Gambar hujan di Tempat Makan di Surabaya, ngga fokus ..

Gambar hujan di Tempat Makan di Surabaya, ngga fokus ..

ToppostsKenapa judulnya seaneh itu adalah karena tugas hari ke-empat adalah tentang identifikasi pengunjung blog yang datang dan saya mendapati ini:

  • Pengunjung blog ini dari tahun 2013-2014 berkisar 1200-1600 visitor. Dengan view 3000-4000 perbulan. Sekitar 1,21 view/visitor. Dan pada 2013, 21,000 views, 12,000 diantaranya adalah domestik.
  • 2013, 2014 dan beberapa bulan ini anehnya posting Hujan di Penghujung Hari … jadi top-post. Disusul dalam variasi bergantian seperti disebelah ini.
  • Posting Hujan di atas, berasal dari pencarian Google untuk term “hujan”; “gambar hujan” dan “foto hujan” bahkan “foto ujan”

stat1

Kalau Postingan hujan karena fotonya yang memang bertajuk hujan itu yang menjadi asbab datangnya pengunjung. Sementara isi postingnya justru tentang puisi hujan, waktu itu seingat saya adalah tentang orang yang tidak bersyukur dengan datangnya hujan, Lain lagi dengan Tempat Makan di Surabaya, sepertinya memang sudah cocok dengan tujuannya. Saya menulis itu karena ada kumpulan alamat-alamat tempat makan yang ada di Surabaya dari beberapa tempat dan saya gabungkan.

Postingan tentang ADD, Mempertajam Pikiran dan Mental Positif sepertinya memang berasal dari yang ingin membaca lebih jauh tentang penyakit ADD, mencari alternatif menajamkan pikiran. Dan juga mencari pemurnian hati saya rasa.

Nah karena itulah judulnya jadi seaneh Gambar hujan di Tempat Makan di Surabaya, ngga fokus .. mungkin bisa lebih lengkap dengan ngga fokus mempertajam pikiran dan menimbulkan mental positif. Heheheh ….

[draguscn]

Hujan di penghujung hari ..

Hujan di penghujung hari ..

Segumpal awan menutup sisa senja ..
Hujan melapis temaram dengan basah ..
Seraut wajah murung merutuki kala ..
Tiada jua baginya cukup ..
Dihujatnya alam ..
Keluhnya ikut menyumpahi kelam
Baginya kasta adalah ilmu alam
Dan keangkuhannya meniadakan akal budi
Dan hujan membawanya makin membenci ..

Di sisi sebalik di negeri hujan ..
Rinai air yang berjatuhan adalah keindahan
Meski tertatih kelelahan
Ujung pelangi menjadi tujuan ..
Bermain bersama kurcaci-kurcaci pulang kerja
Dan bernyanyikan lagu-lagu semangat jelata
Tiada benci, meski tidak suka dilontarkan
Tiada fitnah, dan kritisi memoles kekurangan
Tanpa menjadikan berseteruan ..

Marilah kawan, yang bersama memandang hujan ..
Datangi berkah dengan bekal sangka kebaikan ..

#308 : Sebait di Negeri Hujan

#308 : Sebait di Negeri Hujan

Apakah kita sudah lama berjalan?
Kenapa panorama di depanmu yang itu-itu jua ..
Apakah kita berjalan berputar kembali ke mula ?

Inikah negeri hujan?
Ataukah ini hanya mimpi kesiangan?

Meski belum jua terasakan
Meski masih menadahkan tangan ..
Mungkin inilah negeri impian ..

Yang kita jalanilah yang jadi kenyataan
Yang di kejauhan bisa kita lupakan
Inilah negeri dengan dera luka-luka ..
Juga nyeri meradang diatas senja ..

Inilah negeri yang kita berjalan kepadanya
Saat seluruh asa berubah menjadi energi
Dan bara api terbakar menyelimuti

Tapi inilah tempat kita berjalan ..
Bukan hanya luka dan nyeri
Ia juga memberi arti
Ia juga mengajari
Ia menasehati

Kita berjalan separuh hati ..
Karenanya ia kembali
Kita memandangnya sebagai gurun menuju istana
Ia adalah istana yang berisikan gurun-gurun ujicoba

Kita mencari hujan
Ia memberikan kesempatan
Kita memerah perih kegagalan
Ia memberikan kita pengalaman ..

Di setiap hujan adalah kenangan ..
Dan kita sudah menjalaninya bersama ..
Jangan biarkan dirimu terganggu lagi ..
Karena kita sudah di Negeri Hujan ..

Mari berjalan lagi bergandengan ..
Kita berjalan menuju ke kedalaman ..

[Selamat Ulang Tahun Perkawinan ke-10, Istriku tercinta]