RUmah PENUH CECAK

Rumah di Rengganis ini ternyata banyak hewannya. 😀  Salah satunya yang menyebalkan adalah cecak. Karena ternyata mereka atlit lompat jauh juga lho. Jarak antara meja makan dengan dinding itu udah lebih dari 10 cm tapi masih bisa diloncatin.

Berburu cecak mulai dari menggunakan gelang karet dan berbagai cara yang ternyata kurang efektif — termasuk racun kecoa. Dan akhirnya nemu juga cara yang paling sip untuk menangkap. Ngga mati, tapi ya karena ngga ada yang pengen ngelepasin ya akhirnya mungkin mati juga. Jebakan lalat ternyata lumayan membantu. Ini buktinya ada 4 (empat) ekor cecak langsung terperangkap. Mungkin karena ‘kekasih’nya terjebak, iapun merelakan diri untuk menemani sehidup semati .. halaaah ..
I don't know smile

[draguscn]

Kelompok Orang-Orang Egois

Kelompok Orang-Orang Egois

 

“Assalamu’alaikum .. bapak-bapak .. saya rasa kita perlu mengukuhkan kelompok ini untuk bisa bekerja sama lebih baik dalam kehidupan ini dan mungkin untuk tujuan kehidupan di masa datang. Untuk itu saya rasa kita perlu saling mengenal lebih jauh, mohon tidak usah menyebut nama, saya rasa kita setuju nama kita sama” Hadirin yg terdiri 5 orang itu tertawa mendengar pengantar dari moderator.

“Baik, silahkan Pak giliran anda terlebih dahulu” sambil memberikan kesempatan kepada bapak yang berbaju coklat.

“Terimakasih, bapak moderator ..” Pria ini membalik-balik buku catatan, dan nampaknya memang mempersiapkan untuk memberikan sambutan, seperti biasanya seorang pejabat yg masih belum pengalaman “Bapak-bapak sekalian, saya adalah seorang pejabat pemerintah, saya bekerja di puskesmas, saya pemimpin institusi tersebut.” Dia kemudian memberikan gambaran tentang unit kerjanya, yg kurang lebih punya 50 lebih staf, punya kantor yang cukup besar dan bertanggungjawab terhadap kesehatan di lingkungan kecamatan itu. “Saya sangat ingin suatu saat unit yang saya pimpin ini bisa berjalan dengan baik pada saat saya harus pindah dari sini”

“Apakah ada masalah dengan Unit Kerja anda, pak?” moderator menyela ..

“Yaaah masalah selalu ada, bukan? .. Bagaimanapun 50 orang sudah mulai cukup banyak untuk saya pikirkan .. ada saja dari mereka yg indisipliner, kurang semangat kerja, kadang permasalahan uang atau hutang yang paling sering menonjol” dia menjelaskan “dan tak kurang kami juga harus berhadapan dengan permasalahan-permasalahan kesehatan sesungguhnya ..” Dia kemudian menerangkan bahwa Penyakit Menular, Gizi Buruk, Kesehatan Ibu, dan beberapa hal lain yang mengganggu pikirannya sebagai seorang kepala puskesmas.

“Apakah bapak punya target untuk menyelesaikan masalah2 tersebut?” kali ini Pria berbatik disebelah kanan yang bertanya ..

“Tentu saja. Target saya, sebagai institusi .. Puskesmas ini harus menjadi unit yang bisa dicontoh oleh puskesmas lain. Tentu saja membawa kami harus baik secara lembaga – dengan mempunyai etos kerja yang baik dan selalu menjaga semangat memperbaharui diri – juga dalam hal teknis kesehatan, puskesmas harus mampu menjawab tantangan masalah yang ada, mampu menyelesaikan – paling sedikit memberikan perubahan pada setiap masalah yang dihadapinya” Agak berapi-api bapak tersebut menyahut ..

“Oh bukan-bukan target puskesmas yang saya ingin tahu .. ” Masih Bapak Baju Batik tadi ..

“Maksud anda? Ambisi saya pribadi? .. hmm .. saya mungkin sedikit berharap bisa mendapatkan tantangan yang lebih proporsional untuk tugas2 saya .. barangkali di masa datang saya bisa membagi ilmu2 saya kepada puskesmas lain, tidak harus saya berada di dinkes, tapi mungkin ada cara menularkan yang sudah banyak saya ketahui terhadap yang lain ..” Tidak terlalu jelas .. bahkan bisa dibilang ragu “.. yang jelas saya ingin bekerja tetap dekat dengan masyarakat dan keluarga .. itu mungkin yang penting untuk saya” dia menambahkan.

“Apakah anda sudah merasa cukup jadi pemimpin?” kali ini pria yang berbaju putih yang kelihatan dari tadi mencoret-coret notesnya ..

“Dalam hal memimpin puskesmas saya rasa sudah nyaris mencukupi, saya tahu pemimpin didasarkan pengaruh dan punya senjata komunikasi. Rasanya dua hal itu bisa saya usahakan.”

==

“Baiklah, kita cukupkan dulu .. silahkan, pak, giliran anda memperkenalkan diri” Memberikan kesempatan kepada lelaki yg terus termangu dari tadi .. Bapak ini juga berbaju putih .. hanya bedanya dengan bapak yang tadi, pakaiannya tidak menutup seluruh badannya.

“Saya ini hamba sahaya” masih tertunduk “tugas saya mengabdi kepada tuan saya, dan target saya adalah apapun yang saya kerjakan, tuan saya senang dengan itu”

“Saya kurang mengerti! Bapak adalah budak? Apa perbudakan masih ada?” Kepala Puskesmas angkat bicara ..

“Bisa dibilang begitu” tandasnya .. “saya ingin menjawab pertanyaan seperti yang dilemparkan kepada anda tadi. Saya punya masalah juga.. dan saya tahu kadang ini bisa meresahkan sekali..” dia mulai bercerita.

“Kemampuan saya untuk melaksanakan perintah tuan saya masihlah jauh dari target saya, saya rasa mungkin saya harus malu bila disejajarkan dengan anak-anak madrasah sekalipun .. meski begitu saya mau terus belajar untuk bisa melaksanakannya” Pria itu menghela napas.

“Apa yang jadi kekuatan anda?” Pria berkopiah yang bertanya.

“Saya rasa kekuatan saya karena tuan saya sangat ramah, ia punya belas kasih yang luas. Saya berharap keramahan dan kasih sayang itu terus ada agar saya bisa mengerti, dan mampu melaksanakan dan terus memperbaiki diri dalam menjalankan kemauannya” ia seperti sangat berharap ..

“Apa anda merasa memiliki kelemahan?” Pria yang sama yang bertanya ..

“ah yaa itu selalu membayangi saya .. saya tidak mendapatkan cukup ilmu mengabdi ini pada masa sekolah saya.. ini sewaktu2 menimbulkan hambatan diberbagai skala.. terlebih2 bila anda tahu mantan teman-teman saya.. “

bersamamu, meski ..

 

Sinar matahari enggan menyengat ini pagi ..
Daun-daun luruh di latar kami ..
Angin berdesiran memekatkan kontemplasi ..
Sudahkah lalu kau kesatria dini hari ?
Berbaju besi berkuda kah kau melintasi ?

Seorang teman yang kebetulan memperhatikan status saya di BBM (syauq) nanya sperti ini

TK : Syauq ma sp gus ?? 😉

draguscn: Sama yg dicintai Ton ..

TK : Mang cinta nya ad dmn ?

draguscn: Ada disekitaran ..

TK : Wah dekat tuch… masih syauq jg… samperin aj… 🙂

draguscn: Bagaimana caranya? Min hablil wariid ..

TK : Dipuja n dipuji aj…tar akn merasuk…:)

draguscn: Ini malah sdg ditangisi …

TK : Okay…slmt menyelam…

draguscn: Sampai bertemu di kedalaman .. Sahabat ..

TK : (y)

Malam tanggal 21 itu memang terasa syahdu banget sama saya .. ada kayak rasa dibetot-betot di dalam dada ini yang mau ngga mau jadi bikin gelisah .. Apalagi malam itu saya belum betul-betul free untuk mengerjakan sesuatu yang menenangkan ..

Kegelisahan itu makin ngga karu-karuan rasanya dan pada saat adzan isya saya ngga bisa menahan diri saya untuk tidak bercucuran air mata .. entah kenapa mendengar suara adzan dan shalawat sesudahnya terasa sangat mengharukan ..

Pada saat itulah perbincangan diatas terjadi dengan teman saya yang memahami bagaimana pergulatan itu sedang berlangsung .. entahlah apakah karena dia sudah kenal saya selama lebih dari 37 tahun (ya kami mulai berteman dari TK) .. jadi getarnya sampai ke Sidoarjo .. dan bagi saya pembicaraan itu masih ajaib sampai sekarang .. Saya kirim potongan pembicaraan itu ke beberapa temen-temen yang biasanya saling support rasa .. Entahlah yang lewat rasanya nano-nano .. yang senang .. yang terasa khawatir .. yang terasa nyaman .. yang, rindu ..

Semoga saja saat itu memang waktunya jibril lewat .. saya banyak menuangkan rasa, merapal patrap dan berusaha mencicipi sedikit sisa malam yang ada .. Semoga

[draguscn]