Kapan diterapkannya Standar Akreditasi Puskesmas versi 2020?

Hari ini terjawab sudah kapan diterapkannya Standar Akreditasi Puskesmas versi 2020 yang disusun mulai tahun 2018, dipoles, dibuat menjadi SIAP 218, SIAP 219 .. dikembang-kempiskan dari meledak jadi 900++ EP turun menjadi 7 bab, turun jadi 500 dan sekarang tersisa 318 EP dengan isyarat bahwa ini masih dalam pembahasan, menurut ibu Hanum, Dir Mutu dan Akreditasi. Sehingga mungkin masih ada perubahan minor yang akan final disampaikan menurut janji bu Hanum – Marathon dan hasilnya dalam bentuk PMK akan ada dalam kisaran 1 Bulan !

.

Semoga kesempatan yang saat ini tersedia segera dimanfaatkan oleh temen-temen yang tahun ini akan melaksanakan reakreditasi untuk finalisasi persiapan, karena sampai dengan akhir tahun tampaknya tetap akan menggunakan standar akreditasi sesuai dengan PMK 46 tahun 2015.

Berikut adalah video selengkapnya pemaparan dari Dir Mutu dan Akreditasi tentang Konsep Penyelenggaraan Akreditasi Puskesmas.

Berikut Link Download, materi yang disampaikan dan pembahasannya.
1. Konsep Penyelenggaraan Akreditasi Puskesmas
2. Pembahasan oleh Kadinkes Kalbar
3. Pembahasan oleh Prof. Adi Utarini

Selamat berjuang untuk mempersiapkan diri.

Salam.

Agus Ciptosantoso

Pra Rakerkesnas 2020

Rakerkesnasnya baru akan dimulai besok, Rabu tanggal 19 Feb 2020 sampai dengan Kamis malam, begitu rencananya. Tapi hari ini sudah ada pendahuluan berupa pertemuan Pra Rakerkesnas untuk penyampaian materi-materi update yang saat ini juga banyak mendapatkan sorotan. Kalo menurut saya sih lebih kepada segera mendapatkan kepastian.

Dari materi (link adalah PDF dari presentasi yg disampaikan) yang direncanakan hari ini sebagai berikut :

  1. Laporan dan Pembukaan
  2. Penguatan Puskesmas yang fokus kepada Pelayanan Promotif dan Preventif oleh dr. Alma Lucyati, M.Kes,M.MSi, M. Hkes dan pembahasannya.
  3. Akreditasi Puskesmas oleh Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan dan pembahasan – pembahasannya
  4. PMK 03 tahun 2020 (sampai saat ini belum ada file PDFnya) oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi dan Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan (video)
  5. Penguatan Program Kesehatan di daerah melalui Pembinaan Wilayah oleh Eselon I Kemenkes disampaikan oleh Sekretaris Jendral Kemkes

Temen-temen bisa mengikuti live acara ini dan besok melalui Rakerkesnas 2020. Juga beberapa video saya potong-potong untuk yang tidak sempat mengikuti live.

Contohnya pembukaan ini ..

Arahan dalam Prarakerkesnas oleh Sekjen Kemkes

Semoga bisa membantu untuk menikmati momen kesehatan nasional ini.

Salam.
Agus Ciptosantoso

Semiloknas Akreditasi FKTP 2018

Semiloknas Akreditasi FKTP 2018

Dari tanggal 15-16 Februari 2018 diadakan semiloknas, Seminar dan Lokakarya Akreditasi FKTP di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta. Yang hadir ? Sudah pasti para pelaku kesehatan, ta kurang dari Ibu Menteri sendiri hingga kapus. Tentu saja tidak semua. Peserta berkisar 600 menurut saya pada waktu acara dimulai. Cukup memenuhi ruang utama di hotel tersebut hingga sampai ke meja yang paling belakang. Untunglah sound systemnya cukup bagus. Sehingga yang di belakang juga ikutan bisa menikmati.

Acara yang digelar dua hari dimaksudkan untuk memberikan penyegaran kepada surveior maupun peminat Akreditasi FKTP, seperti para pendamping puskesmas dan para pelaku kesehatan lainnya. Tak pelak acara reunian tidak bisa dihindarkan. Satu angkatan yang jarang kumpul karena berjauh2an bisa melepaskan kerinduan disini. Atau yang dijodohkan karena harus berada dalam satu tim saat survei juga ikut ber-hai-hai.

Diluar ballroom disediakan booth Komisi Akreditasi FKTP, disini juga ramai. Ada yang baru pertama kali ketemu mba Indi, mas Ikbal, mba Tanti dll yang selama ini ‘ngurusin’ jadwal bertugasnya surveior-surveior dari seluruh pelosok Indonesia.

Tak kurang juga hadir di bagian depan, surveior-surveior jangkar. Suhu dan subo kita semua. Para konsultan yang bukan hanya membuat instrumen survei, tapi juga yang melatihkan kepada para surveior yang hadir saat ini.

Dibawah ini adalah link untuk materi yang disampaikan :

  1. Pembukaan Seminar dan Lokakarya Nasional Akreditasi FKTP Tahun 2018 oleh Menteri Kesehatan RI
  2. Kebijakan Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)  oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan
  3. Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Oleh Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan-Kemenkes RI
  4. Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) oleh Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi FKTP
  5. Keselamatan pasien dalam implementasi FKTP oleh dr. Adib A, Yahya, MARS
  6. Evaluasi dan Penegakan Kode Etik oleh Komite Etik dan Hukum Komisi Akreditasi FKTP oleh Ketua Tim Etik Komisi Akreditasi FKTP
  7. Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Surveior dan Pendamping serta Pelaksanaan Re-Akreditasi FKTP oleh Ketua Bidang Akreditasi Komisi Akreditasi FKTP
  8. Rangkuman dari Semiloknas 2018

Tentu saja dalam 2 hari ada materi lain yang berupa pendalaman materi di tiap pokja. Namun mengingat bahan yang diberikan lebih mirip pada bahan pelatihan. Sementara yang disampaikan verbal malah yang penting karena banyak berasal dari pengalaman.

Pendapat Saya tentang Semiloknas Akreditasi FKTP 2018

Cukup banyak hal yang bisa dimanfaatkan dalam pertemuan ini. Meskipun saat ini keramaian silaturrahimnya masih mengalahkan manfaat keilmuannya. Saya memahami ini karena baru pertama kalinya Semilok ini bersifat nasional. Mungkin dengan pengalaman dan keharusan tiap surveior harus hadir tiap tahun tentu saja manfaat update dan kesamaan persepsinya bisa makin mendominasi.

Ada harapan yang besar saat saya memilih untuk mengikuti pertemuan ini, meski pemahaman saya tentang kuliah umum dengan ratusan peserta pasti tidak luput dari kendala mudah bergesernya fokus materi. Semoga pada semiloknas-semiloknas akreditasi FKTP berikutnya kita bisa menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi kendala-kendala dalam pertemuan dua hari  ini.

Mari kita tutup cerita ini dengan menggemakan apa yang diminta bu Tari saat mengakhiri materi kode etiknya. Sebuah slogan yang ditujukan untuk introspeksi agar kode etik surveior terus dijaga. Minimal dalam pertemuan semiloknas pertama ini bila kita belum cukup banyak bisa menstandarkan cara pandang 776 EP, setidaknya kode etik bisa terjaga dan standar.

JAGA DIRI !
JAGA TEMAN !
JAGA INSTITUSI !

Agus Ciptosantoso

Ada instrumen akreditasi baru ?

Ada instrumen akreditasi baru ?

Instrumen Akreditasi Puskesmas sebenarnya didasarkan dari standar yang ada di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI no 46 tahun 2015. Setiap elemen penilaian (EP) yang ada dalam PMK 46 sama persis dengan yang ada dalam Instrumen yang jumlah EPnya 776. Baik dari tahun 2015, 2016 (ditambah dengan beberapa kolom termasuk proses) dan akhir 2017 kemaren yang bentuknya ditambah dengan RDOWS.

Apa itu Instrumen Akreditasi dengan RDOWS ?

RDOWS itu adalah metode dalam menggali berjalannya sistem di puskesmas berdasarkan :

R – Regulasi
D – Dokumen
O – Observasi
W – Wawancara
S – Simulasi

Jadi apa itu RDOWS. Pada saat kita membaca suatu syarat (EP) dalam Standar Akreditasi Puskesmas. Maka yang perlu diperiksa adalah : apakah tersedia regulasi bagi sistem yang diperiksa ini (R), apakah ada dokumen bukti pelaksanaan (D), apakah terbukti dilaksanakan yang bisa terlihat dari hasil-hasil tertentu (O), kejelasan bisa ditemukan pada jawaban yang diberikan dari yang diperiksa (W) dan bagaimana yang diperiksa bisa memperagakan yang diminta (S).

Untuk mempermudah surveior atau pendamping pada saat melakukan penilaian terhadap puskesmas, maka setiap EP dicari berdasarkan RDOWSnya. Dengan demikian diharapkan penilaian surveior atau pendamping jadi lebih menyeluruh. Memang tidak semua EP ada unsur RDOWS. Ada yang cuma R-nya saja atau  D saja. Ada yang beberapa.

Pada saat Semiloknas 2018 ini ternyata ada materi yang dibagikan dalam flashdisk dan salah satunya adalah Instrumen Akreditasi Puskesmas dengan bentuk yang sudah diintegrasikan dengan RDOWS.

Jadi ada instrumen baru ?

Jawabnya NGGA ADA. Kalau yang anda maksud adalah pengganti dari PMK 46/2015 berupa susunan EP-EP baru yang tersusun berbeda dengan yg saat ini ada. Itu kita namakan standar. Sejauh ini belum berubah. Meskipun wacananya ada untuk melaksanakan perubahan. Instrumen yang menggunakan RDOWS memang alat bantu baru. Tapi elemen penilaiannya tetap sama 776 dengan kalimat yang masih sama. RDOWS bukan standar baru. Hanya cara baru melihat bagaimana mencari 776 EP. Cara pandang baru. Di dalamnya sama dengan yang dulu juga. Ada beberapa tambahan tapi tidak ada perubahan total kalau itu yang anda cari.

Tapi dari cara pandang baru ini temen-temen pendamping, temen-temen puskesmas, bisa mulai mengira bahwa nanti yang dicari pasti regulasinya, bisa dibuktikan dengan dokumennya, bila ada hasil yang perlu diobservasi harus disiapkan – barangkali mau ditengok, dan harus bisa menjawab pada saat wawancara, untuk beberapa yang perlu disimulasikan, harus siap bila nanti diminta untuk memperagakan. Sekali lagi jangan terpancing hanya membuktikan yang ada di dalam dokumen (atau regulasi) seperti kesalahan yang sering terjadi. Buktikan bahwa sistem tersebut sudah berjalan dengan baik di puskesmas.

Minimal itu. OK, inilah Instrumen baru ituh …
MS-Excel-Logo
Agus Ciptosantoso

Yel-yel dan Penyambutan Survei Akreditasi

Yel-yel dan Penyambutan Survei Akreditasi

Setiap puskesmas tampaknya memang sangat ingin menyambut tetamu surveior. Dan salah satu yang sering digunakan adalah penyambutan dengan yel-yel akreditasi, tari-tarian dan nyanyian-nyanyian. Saya kumpulkan beberapa yang sempat saya shoot. Sayang kadang-kadang saking terpananya sampe ngga sempet motret apalagi video.

KUMPULAN YEL-YEL AKREDITASI DAN PENYAMBUTAN DI PUSKESMAS

Penyambutan dengan cara-cara seperti dalam video ini sudah sering dikritik pada saat terlihat berlebihan. Ada yang tariannya sampai mengundang dari profesional, ini termasuk yang tidak diharapkan. Apalagi bila persiapan akreditasi sendiri belum benar-benar baik, dokumen dan sistem belum mantap, maka penyambutan yang sederhana cukuplah.

Salam

Agus Ciptosantoso