Mencatat itu penting lho


Baru beli e-book di Google Book, bacanya enak. Biar ngga sia-sia harus dishare lah.

Bacanya baru sampe pendahuluan sih. Tapi kalo mau dibaca sampe habis khawatir ngga share nantinya. Makanya dimulai aja lah ya. Meskipun baru di depan-depan. Zettelkasten-nya belum keliatan sama sekali. Tapi buku ini sudah bisa memberikan hal yang menarik untuk saya pikirkan.

Memang enaknya baca buku ini adalah karena sebelumnya berkali-kali sudah mengikuti macam-macam youtube video tentang zettelkasten. Dan baru sadar ternyata itu yang diterangkan dalam buku ini. Oya … Zettelkasten itu cara untuk membuat catatan ke dalam bentuk flashcard gitu hasil penemuannya orang German, Niklas Luhmann.

Om Lukman, eh Luhmann ini mengajarkan membuat semacam kartu-kartu untuk mencatat hal-hal yang kita temukan dalam bacaan. Kemudian dari bagaimana kartu-kartu itu terhubung satu sama lain kita bisa membuat kreativitas baru lagi. Terutama untuk menjadi bahan tulisan ya. Bayangkan aja om Niklas ini bisa bikin 70 buku dan 400 lebih artikel dengan cara ini.

Kenapa menulis yang diperhatikan?

Kita seringkali menulis hanya karena takut lupa dengan apa yang kita tulis itu. Misalnya barangkali ada kutipan menarik, takut lupa kita tulis di sembarang tempat. Atau bisa juga karena ingin menghapal pelajaran. Atau pada kasus mahasiswa misalnya, bikin skripsi dan lain-lain, memang membutuhkan banyak menulis.

Dokumen dengan banyak tulisan itu – skripsi, thesis dll – membuat kita mulai memperhatikan tulisan. Padahal kalau mulai mencatat dari hal-hal kecil dan sederhana, seperti konsep yang akan kita pelajari dari buku ini. Kita tidak harus berhadapan dengan hal-hal besar dulu. Bila dibagi menjadi yang kecil-kecil lebih mudah dikerjakan.

Seperti halnya bernapas yang kita tahu sangat penting. Tapi karena begitu sering dilakukan maka jadi luput dari perhatian kita. Begitu pula catatan harian, catatan pelajaran atau draft dari suatu naskah besar seperti yang disebutkan diatas. Tetap saja kita akan melewati proses menulis. Kalau luput dari perhatian, maka tidak ada yang bisa memberitahukan kesalahan atau kekurangan kita dalam metode note-taking tersebut. Lebih jauh lagi tidak ada yang mempelajari untuk mengoreksi kesalahan, atau memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan.

Bila mencatat tidak dilakukan dengan benar dan sistematis, maka ada kemungkinan kita menyadari ada yang kurang hanya pada saat sudah sampai tenggat yang mendesak. Padahal yang diharapkan adalah apa yang bisa kita lakukan sebelum kita berhadapan dengan tenggat itu, yaitu yang harus kita tulis, seminggu, sebulan bahkan tahunan sebelumnya. Suatu sistem belajar yang membuat pemahaman kita lebih dalam dan lebih luas.

Nah, buku ini akan banyak bercerita tentang itu:

Tentang apa saja yang harus kita ketahui, dilakukan, dimiliki dan disimpan dalam ingatan. Tentang empat prinsip utama dalam belajar atau apapun yang membutuhkan menulis. Dan enam langkah sukses dalam menulis.

Lebih lagi karena sub judulnya ini mengkhususkan untuk penulis non fiksi yang akhir-akhir ini saya coba tekuni. Maka buku ini jadi beresonansi banget rasanya. Segitu dulu yak. Karena baru segitu bacanya. Itupun ngga tahulah apa cukup jelas atau ngga. Karena belajar, ya sebatas sepengertian saya lah ya. Salam

@draguscn

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s