Morning Pages


Beberapa hari yang lalu, diajak Ig Live dengan mas Rezky. Topiknya tentang kenapa saya menulis. Di dekat akhir Live tersebut, ada hal yang merupakan salah satu yang selama ini belum saya sampaikan di blog ini, yaitu tentang morning pages. Ini adalah habit yang sudah cukup lama saya lakukan. Nggak rutin juga, sih. Tapi sudah cukup banyak lho saya menulisnya. Buku tulis habis dua buah, dengan bolong-bolong di sana-sini. Bagian saya sebut bolong ini lebih kepada coretan besar-besar, gambar angka-angka, atau apapun itu, yang jelas bukan tulisan. Di tablet lebih rutin. Mungkin karena jadi tidak terbatas saya bisa lebih leluasa berkreasi. Per tanggal 5 Agustus ini saya punya tulisan morning pages 392 x 3 halaman. Lumayan kan ? Cuma memang ngga bisa dibilang = 392 hari. Karena ada juga yang hari-hari saya absen mengerjakannya.

Apa itu Morning Pages?

Istilah morning pages berasal dari Julia Cameron dalam buku yang ditulisnya, The Artist Way. Julia menggambarkan bahwa morning pages adalah kebiasaan yang dilakukan untuk menuliskan apa yang terlintas dalam pikiran kita pada pagi hari. Tulisan ini sebanyak tiga halaman (kurang lebih 750 kata). Penting dalam menuliskan tidak memikirkan apa yang harus ditulis. Tapi menuliskan apa yang dipikirkan.

Juga tidak penting menghitung kata. Saya pernah mencoba 750 words. Tapi terus ganti metode baru dapat 2 atau 3 hari. Menulis dengan menggunakan tangan lebih cepat, kita akan obrolin ini nanti.

Saya mulai tahun 2019. Kalo liat buku-buku saya itu dan hampir 400 entry di Samsung Notes itu, seharusnya sudah mengakar kebiasaannya. Saat ini terasa mudah, tapi tetap aja ada yang kadang keburu-buru berangkat ke kantor, terus jadi ngga sempat lagi menulis. Atau jalan-jalan pagi dengan anak-anak. Atau pada perjalanan tertentu ya ngga bisa saya kerjakan.

Berikut adalah beberapa pengalaman yang saya lakukan dalam menuliskan morning pages ini.

  • Saya menuliskan setelah bangun pagi. Saya punya ritual lain sebelumnya. Biasanya saya menulis morning pages setelah membuat kopi. Mencium wangi kopi aja biasanya sudah merangsang pikiran untuk menulis dan sudah ada mulai mereka-reka apa yang akan saya tulis.
  • Pilih tempat yang akan sering digunakan.
  • Mulai menuliskan judul berupa tanggal atau apapun yang anda gunakan untuk mengurutkan entry, misalnya pada saya menggunakan format tanggal seperti ini 2021-08-05
  • Mulai menuliskan apapun yang melintas dalam pikiran saya.
  • Kalau saya merasa saya tidak bisa “mendengar” pikiran saya berbicara apa, maka ada dua hal yang biasanya saya lakukan. Pertama saya akan menuliskan, “saya tidak tahu apa yang saya tuliskan; saya tidak tahu saat ini saya berpikir apa; dll” yang saya ulang-ulang sampai ada “suara” dari pikiran saya (bukan berhalusinasi -red)
  • Saya akan terus menulis, sejelek apapun tulisan saya, dan seberapa burukpun tata bahasa, atau bahkan ada kalimat-kalimat yang tidak lengkap yang masih belum selesai tapi pikiran saya sudah beralih kepada hal lain.
  • Begitu saya sudah mencapai tiga halaman. Seberapa masih inginpun saya menulis tetap akan saya akhiri. Jarang saya melanjutkan sampai dengan halaman ke-4.

Demikian saya lakukan tiap pagi. Pada awalnya saya melihat kekonyolan dalam melakukan kegiatan ini. Karena bertentangan dengan istilah berupaya akan mendapatkan hasil. Yang saya tulis ini jauh dari hasil yang bisa dimanfaatkan. Tulisan yg sudah selesai, lebih banyak berantakannya daripada yang bisa dibaca.

Photo by picjumbo.com on Pexels.com

Dari hampir 400 tulisan pagi (morning pages) yang ada dalam tablet, yang saya catat pernah masuk dalam “apa” isinya, adalah sebagai berikut:

  • Apa yang segera muncul dalam pikiran saat memulai menuliskan halaman tersebut. Ini sudah yang paling sering saya terapkan. Begitu selesai mengisi tanggal sebagai judul biasanya langsung “mendengarkan” pikiran saya bilang apa. Itu yg saya tulis.
  • Bagaimana tidur tadi malam? Berapa jam tidurnya? Apakah nyenyak? Mimpi apa?
  • Apa yang terjadi kemaren? Apa artinya buat anda? Apakah selesai? Apakah berlanjut? Ini termasuk yang mudah karena begitu melihat kata kemaren langsung pikiran biasanya berubah.
  • Apa ada kondisi yang tidak ideal saat ini. (fakta tidak nyaman yang kita alami, orang maupun keadaan)
  • Keluhan tentang keadaan, perasaan, apapun itu.
  • Apakah ada kecemasan untuk hari ini (kekhawatiran apa untuk hari ini?)
  • Apa 3 hal yang akan dikerjakan, ini lebih berupa rencana harian ya. Biasanya saya bikin di jurnal tersendiri. Tapi yang sudah rapi. Kalo disini yang acak-acakan karena ikut muncul dalam pikiran.
  • Impian, keinginan-keinginan yang ingin dicapai hari ini, bulan ini, tahun ini. Tidak apa terulang.
  • Goals, sesuatu yang dikejar, dikerjakan. Capaian singkat, capaian jangka panjang.
  • Reflection ← apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang berguna, untuk diri sendiri untuk lingkungan kita, untuk keluarga.
  • Jurnal Syukur.
  • Bila masih juga anda tidak punya lintasan pikiran yang sempat dijadikan tulisan. Tulis itu. Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis. Saya tidak punya ide. Pokoknya habiskan 3 halaman.

Sebenarnya bisa banyak macam lagi. Yang dicontohkan diatas yang paling sering terpikir dan kemudian bisa dituliskan.

Ini adalah folder Morning Pages saya di tablet.
Ini yang bentuknya buku.

Tips Morning Pages

Ada beberapa kiat-kiat untuk mensukseskan morning pages. Apalagi kalo baru mulai.

  1. Bangun lebih cepat, Biasanya untuk saya ini ada di sekitaran jam 03.00-03.30. Kurang tidur juga akan mengurangi kenyamanan memulai hari. Termasuk kalo sambil ngantuk, mengerjakan morning pages juga banyak melongonya. Pastikan tidur anda mencukupi 6-8 jam tergantung siklus tidur. Siklus tidur saya biasanya sekitar 2 jam. Jadi kalo 6 jam sudah cukup biasanya 3 x siklus tidur.
  2. Bila sudah terbangun jangan ditunda untuk segera bangkit dari tidur. Jangan lihat telpon dulu, jangan buka sosial media dulu, jangan lihat pekerjaan dulu. Kalau mulainya dari sini pasti akan berlarut-larut. Gunakan waktu anda untuk membuat ritual-ritual pagi. Agar nanti pada saat mengerjakan morning pages, anda tidak perlu meninggalkannya sebentar untuk mengerjakan hal lain. Buat jadi ritual, lihat kebiasaan anda sejak bangun. Tergantung waktu, Anda bebas mengatur yang akan Anda jadikan ritual. Di saya ini adalah:
    • Cuci muka, gosok gigi
    • Minum air putih dan vitamin
    • Memanaskan air
    • Shalat Tahajud
    • Baca Quran
    • Bikin kopi
    • Mulai membuka folder/buku morning pages
  3. Gunakan alat tulis dan buku dengan kualitas bagus. Agar menulisnya juga jadi menikmati. Buku-buku catatan dengan kualitas bagus sudah mudah didapatkan saat ini. Memang harganya juga lumayan. Saat ini sekitar 50-80ribu rupiah. Itu untuk yang setebal 250 halaman. Sudah memadai banget. Saya pernah menggunakan buku tulis biasa, buku tulis bagus. Saat ini karena ada tablet, saya gunakan aplikasi. Tapi tetap dengan tulis tangan. Bukan dengan diketik.
  4. Kalau memungkinkan cari udara segar, buka jendela, lihat keluar. Memandang alam yang baru beranjak pagi. Dengan suasana yang nyaman juga menyegarkan pikiran.
  5. Jangan perhatikan tulisan tangan anda, jelek juga nggak apa-apa, jangan nulis lambat untuk dibagus-baguskan. Inti dari morning pages adalah menyalurkan pikiran yang ada ke dalam tulisan. Bukan menulis sesuatu yang terstruktur. Jangan pikirkan tata bahasanya. Saya menulisnya seperti tulisan di blog ini. Campur-campur. Kadang lengkap, kadang cuma beberapa kata keburu sudah muncul pikiran baru. Baris yang masih belum selesai itu saya tinggalkan saya ganti baris dan menulis lagi. Kadang terpikir kembali untuk melengkapi baris diatasnya itu ya saya kembali lagi. Tidak perlu memikirkan subjek tulisan sampai lengkap. Tulis saja.
  6. Dengarkan musik juga asyik, tapi yang tidak mengganggu ya. Kalau mendengarkan cari yang tidak ada iklan. Atau yang bikin pengen ikut nyanyi. Jadinya malah nyanyi-nyanyi nanti bukannya nulis.
  7. Jangan berada di tempat yang mudah diinterupsi oleh orang lain, anak atau istri. Ini sulit. Membuat waktunya di dinihari adalah pemecahan masalah saya. Tidak benar-benar bebas gangguan. Tapi setidaknya mengurangi. Yang cukup gampang ya disampaikan saja. Jangan ganggu selama 30 menit.
  8. Meditasi atau mendengarkan entranchment bisa cukup membantu fokus. Tapi jangan lama-lama, cukup lima menit. Gunanya fokus pada menulis ini adalah “mendengarkan” pikiran tadi itu. Kadang-kadang kita berpikirnya kecepatan sampai tidak bisa dirunut sedang memikirkan apa.
  9. Waktunya tidak harus selalu pagi, bisa dilakukan di malam hari. Morning pages lebih kepada nama kegiatan. Bagus pagi, tapi bisa malam hari. Malah bisa jadi momen muhassabah.
  10. Jangan sensor tulisan, tidak apa menuangkan pikiran yang buruk. Abraham Lincoln menuliskan hot letter, yang isinya kekesalan. Tapi tidak dikirimkan. Ini mirip dengan fungsi morning pages.
  11. Simpan lembaran morning pages anda untuk anda saja. Karena itu bebas saja mengungkapkan uneg-uneg disini. Tapi tidak terbaca oleh orang lain. Kalau benar-benar takut terbaca, ya dimusnahkan saja. Ya, morning pages ini letak manfaatnya tidak pada tulisan yang bisa dibaca lagi. Tapi pada tertuangkannya pikiran yang semrawut. Karena semrawut biasanya kurang menarik untuk dibaca lagi. Bahkan kalo saya agak sulit mau baca lagi. Secara tulisannya kadang-kadang jauh lebih parah dari tulisan dokter pada resep. Kalo saya, saya masih simpan. Bagi saya itu termasuk reward karena melihat jumlahnya terus naik.
  12. Tidak apa tidak rutin. Jangan memaksakan harus mengerjakannya selagi tidak bisa. Ini namanya malah morning pages menyebabkan stress. Padahal manfaatnya justru untuk menghilangkan stress.

Manfaatnya

Berdasarkan pengalaman, rasanya manfaat yang saya dapatkan adalah bisa dianalogikan mengurangi isi kepala dari beban-beban yang tidak perlu. Saya ini pemerhati willpower. Saya percaya betul bahwa di pagi hari willpower meningkat dan bergantung dari padatnya kegiatan biasanya sehari itu di sore hari adalah porsi rehat. Tapi kalo dibandingkan dengan hari menggunakan morning pages dan tidak, rasanya lebih bertahan lama kalo pagi sudah diawali dengan morning pages.

Perhatian juga lebih terarah. Bikin habit menulis “to-do 3 kegiatan” yang mau dilakukan dalam sehari sudah lebih tua usianya dari morning pages ini. Dan biasanya ya paling satu atau dua kegiatan selesai. Jarang benar-benar tiga-tiganya, hanya pada hari tertentu dengan kegiatan yang kecil-kecil mungkin akan selesai. Sejak menggunakan morning pages lebih banyak suksesnya. Entahlah apa bisa jadi juga karena kemauan saya menyelesaikan lebih baik dari sebelumnya. Tapi itu perbedaan yang saya rasakan.

Seperti melepas hal-hal buruk dari pikiran di pagi hari sehingga pikiran jadi lebih terang untuk berkegiatan seharian. Karena merasakan manfaat, saya pikir akan terus menjadi kebiasaan morning pages ini di pagi hari saya.

@draguscn

NB :

Materi untuk diunduh : Prompted Journal

Kalau anda lebih senang dengan prompted (dipandu pertanyaan-pertanyaan), saya sediakan disini. Silakan semoga bermanfaat.

4 thoughts on “Morning Pages

Leave a Reply to N. Azizah Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s