H05 Menentukan Prioritas dan Arah Motivasi

Photo by Sajith Ranatunga on Pexels.com

Mana diantara semua hal ini yang paling menyakitkan dan Anda benar-benar ingin mengubahnya? Mana di antara semua hal ini yang akan memberikan kebahagiaan terbesar bila Anda berhasil mengubahnya? Mana di antara sekian hal ini yang kalau saya ubah maka akan menciptakan perbedaan besar dalam hidup Anda? Mana di antara hal-hal ini yang kalau saya ubah akan berdampak besar pada hal-hal lainnya? Perubahan kecil apa yang ada pada daftar di atas yang akan mendorong perubahan positif pada hal-hal lainnya?

– Darmawan Aji

Setelah melakukan listing, waktunya sekarang menuliskan mana yang prioritas untuk diselesaikan. Bersamaan dengan hal tersebut timbul juga kemudian bagaimana memilih hal-hal yang ingin diubah berasal dari apa yang tidak dimiliki tapi diinginkan atau dari dimiliki tapi tidak diinginkan,

Dan diperkenalkan dengan arah motivasi mendekati (towards) dan menjauhi (away). Arah menjauhi lebih bersifat negatif. Berasal dari sesuatu yang kita miliki tapi kita tidak inginkan. Misalnya gendut.

H04 Memetakan Posisi

Photo by slon_dot_pics on Pexels.com

Lebih mengenali diri dan keinginan.Lebih bersyukur dengan kepemilikan hal-hal yang setelah didata ternyata ada.Lebih bersyukur lagi masih punya greget keingingan untuk berbuat lebih baik dan berubah lebih baik.

Memetakan posisi membawa kita pada situasi saat ini. Apa yang sudah kita punya vs apa yang kita ingin. Matriks 2 x 2 yang membawa pemahaman tentang apa yang sudah terpenuhi dari keinginan-keinginan kita dan apa yang belum. Pada saat mengikuti advance self coaching ada bagaimana kita menyadari masalah. Sepertinya ini juga kurang lebih sama. Hanya saja lebih simple.

Masalah juga mungkin bisa seperti digambarkan mas Aji dalam buku Life by Design yaitu meliputi 8 area kehidupan. Dengan demikian saat kita mempertimbangkan keinginan dan kepemilikan bisa lebih luas dan tertata.

H03 Rekan Akuntabilitas

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Partner penting untuk memantau kemajuan perubahan, memberikan umpan balik dan manakala perlu membuat kita tetap di jalur yang benar. Ketika kinerja diukur, sangat mungkin ia akan meningkat. Tapi pada saat ia diukur dan dilaporkan maka ia meningkat drastis — disini pentingnya rekan akuntabilitas.

Agak repot mencari partner dengan platform online seperti ini, beda dengan offline kita bisa lihat kelompok yang kosong mana dan kemudian bisa langsung menuju. Tapi akhirnya ketemu juga. Dengan seorang mba Winda yang berada di Pontianak dan mas Bayu di Semarang. Mereka adalah partner in crime. Hohoho ..

H02 Catatan dan Alat

Photo by Marko Klaric on Pexels.com

Perjalanan menuju perubahan menjadi lebih baik didokumentasikan. Catatan adalah rekaman yang memungkinkan kita melacak aktivitas yang sudah dilakukan.

Dengan catatan kemajuan, kita bisa menyadari pola perubahan, menjadi lebih bertanggungjawab karena kita lebih fokus, suatu saat catatan yang baik dapat digunakan untuk mengulang model kesuksesan, menentukan strategi dan chocies, dan memungkinkan kita untuk meraih tujuan yang kita sasar dari awal.

Saya memilih untuk mencatat kegiatan-kegiatan ini meskipun manual tetap menggunakan tablet. Saya sering menggunakan Samsung Notes. Itu saja lagi. Ditambah buku khawatir malah ngga dikerjakan. Untuk yang online mungkin menggunakan Notion. Sekalian menambah skill notion.

Berhasil Turun 12 KG, Alhamdulillah

Saya mulai coba menurunkan berat badan pada 3 bulan belakangan ini. Dan turun lumayanlah turun 12 Kg. Karena lagi banyak yang bisa saya kerjain, akhirnya bikin pos ini. Setelah sekian lama ngga ngeblog, jadi kangen juga pengen nulis lagi. Nah ini deh sementara saya simpen di PDF aja ya laporan bagaimana saya turun 12 Kgnya. Ayo kalo ini ada manfaatnya untuk anda, ikut juga yuk cara hidup sehat. [LINK DOWNLOAD]