Pedoman Kemenkes tahun 2015 untuk FKTP

No comments

Meski udah lama tapi masih ada banyak yang bisa digunakan untuk melaksanakan kegiatan di Puskesmas. Beberapa Pedoman yang digunakan untuk Puskesmas saya link disini.

PMK 46 saya dapat dari guru saya, Pak Djemi – Djemingin Pamungkas – pada saat pelatihan surveior di Camplong, Sampang. Waktu itu belum keluar resmi tapi beliau udah dapat duluan dan dishare. Isinyalah yang menjadikan saya sekarang sebagai surveior. Alhamdulillah.

KMK 514 adalah pengganti dari PMK 5 tahun 2014, tebelnya sebantal. Ada 180 lebih penyakit yang distandarisasi penanganannya, meningkat dibanding tahun 2014 itu cuma 155.

Pelayanan Kesling ngga tahunya cuma klinik sanitasi. Padahal saya berharap lebih karena cukup lama tidak ada pengaturan tentang kesehatan lingkungan. Sekarang ini kalo bikin rencana di Puskesmas, kesling itu yang paling mudah bikin rencananya tapi paling tumpang tindih. Pembagian sub program dalam kesling – menurut saya – sebaiknya satu saja. Saat ini kita mengikuti dua jenis pembagian.

  1. Pembagian berdasarkan sasaran
    1. Penyehatan lingkungan pemukiman
    2. Penyehatan lingkungan TTU
    3. Penyehatan lingkungan TPM
    4. dst
  2. Pembagian berdasarkan jenis kegiatan
    1. Penyehatan Sarana Air Bersih
    2. Penyehatan Pembuangan Kotoran
    3. Penyehatan Pembuangan Sampah
    4. dst

Dalam tiap bagian ada bagian dari penggolongan lainnya. Misalnya Sarana Air Bersih, pastilah juga jadi perhatian pada Penyehatan Lingkungan Pemukiman.

Ada penyusunan kebutuhan tenaga, mirip dengan WISN, mungkin karena mulai ada ANJAB dan ABK. Tapi kurang cukup jelas untuk membentuk dokumen kebutuhan tenaga.

Di kesehatan keluarga ada pedoman untuk Kecerdasan Majemuk dan Lansia. Pengembangan organisasi masyarakat apakah untuk Promkes? Saya terus terang belum baca tuntas untuk yg ini. Jadi belum bisa komentar.

Di P2P ada pedoman tentang Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit. Barengan dengan keluarnya Pedoman Penanggulangan Penyakit Tidak Menular.

Banyak …

Selamat belajar.

Agus Ciptosantoso

Tinggalkan Balasan