Pedoman Kemenkes untuk tiap Program UKM

Pedoman Kemenkes untuk tiap Program UKM

Tanpa panjang lebar lagi … Ini lah pedoman-pedoman kemenkes tersebut, terbagi atas program-program :

PROMOSI KESEHATAN

PENYEHATAN LINGKUNGAN

KESEHATAN KELUARGA

PENINGKATAN GIZI MASYARAKAT

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

KESEHATAN TRADISIONAL

KESEHATAN JIWA

KESEHATAN MATRA

KESEHATAN INDERA

UPAYA KESEHATAN KERJA

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

Semoga pedoman-pedoman dari kemenkes iniĀ  bisa membantu proses membuat pedoman internal, KAK, Indikator dll.

Pedoman Kemenkes di tahun 2017

Pedoman Kemenkes di tahun 2017

Banyak kebijakan Kementerian Kesehatan berupa permenkes-permenkes (PMK) di tahun 2017 lalu, memang tidak semua kebijakan tersebut mengenai langsung Puskesmas namun demikian beberapa bakalan berpengaruh untuk pelayanan kesehatan di FKTP. Contoh yang sangat mungkin merubah struktur tim mutu adalah Pedoman Kemenkes tentang keselamatan pasien.

PERMENKES 2017

Ini tentu saja akan jadi bekal untuk digunakan pada perencanaan yang akan dilaksanakan pada Januri 2018 ini.

Agus Ciptosantoso

Pedoman Kemenkes tahun 2016 yang digunakan di FKTP

Pedoman Kemenkes tahun 2016 yang digunakan di FKTP

Kebijakan-kebijakan Kemenkes terutama Permenkes biasanya berisikan pedoman-pedoman yang akan jadi panduan dari FKTP untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan berdasarkan panduan tersebut. Beberapa diantaranya berasal dari terbitan tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Yang menarik saya tentu saja adanya perubahan atas PMK 46 yang selama ini merupakan pegangan melaksanakan akreditasi. Tapi ternyata perubahan di dalamnya tidak terlalu signifikan sampai merubah cara melaksanakan survei akreditasi. Hanya beberapa perubahan standar nilai yang juga tidak dimasukkan di dalam sana tapi akan ditetapkan kemudian.

Setelah itu yang paling membuat cara kerja di PKM terdampak adalah PMK 43 dan 44. SPM sudah terhitung sangat lama dari tahun 2008 yang terdiri dari 22 indikator. Sekarang hanya berisikan 12 indikator.

Sedangkan PMK 44 yang berisikan Manajemen Puskesmas, tidak terlalu baru, bahkan cenderung berkurang. Misalnya pedoman tentang evaluasi kinerja. Dibanding juknis yang terakhir (2006 ?) jauh sangat berkurang penjelasan di dalamnya. Juga contoh yang diberikan kurang sesuai dengan cara pandang kinerja di puskesmas. Lebih cocok bila itu penggambaran dari PWS. Mungkin ini akan jadi posting tersendiri yang menarik untuk dicermati satu demi satu.

Sekian dulu, semoga berguna pedoman-pedomannya. Salam.

Agus Ciptosantoso

Pedoman Kemenkes tahun 2015 untuk FKTP

Pedoman Kemenkes tahun 2015 untuk FKTP

Meski udah lama tapi masih ada banyak yang bisa digunakan untuk melaksanakan kegiatan di Puskesmas. Beberapa Pedoman yang digunakan untuk Puskesmas saya link disini.

PMK 46 saya dapat dari guru saya, Pak Djemi – Djemingin Pamungkas – pada saat pelatihan surveior di Camplong, Sampang. Waktu itu belum keluar resmi tapi beliau udah dapat duluan dan dishare. Isinyalah yang menjadikan saya sekarang sebagai surveior. Alhamdulillah.

KMK 514 adalah pengganti dari PMK 5 tahun 2014, tebelnya sebantal. Ada 180 lebih penyakit yang distandarisasi penanganannya, meningkat dibanding tahun 2014 itu cuma 155.

Pelayanan Kesling ngga tahunya cuma klinik sanitasi. Padahal saya berharap lebih karena cukup lama tidak ada pengaturan tentang kesehatan lingkungan. Sekarang ini kalo bikin rencana di Puskesmas, kesling itu yang paling mudah bikin rencananya tapi paling tumpang tindih. Pembagian sub program dalam kesling – menurut saya – sebaiknya satu saja. Saat ini kita mengikuti dua jenis pembagian.

  1. Pembagian berdasarkan sasaran
    1. Penyehatan lingkungan pemukiman
    2. Penyehatan lingkungan TTU
    3. Penyehatan lingkungan TPM
    4. dst
  2. Pembagian berdasarkan jenis kegiatan
    1. Penyehatan Sarana Air Bersih
    2. Penyehatan Pembuangan Kotoran
    3. Penyehatan Pembuangan Sampah
    4. dst

Dalam tiap bagian ada bagian dari penggolongan lainnya. Misalnya Sarana Air Bersih, pastilah juga jadi perhatian pada Penyehatan Lingkungan Pemukiman.

Ada penyusunan kebutuhan tenaga, mirip dengan WISN, mungkin karena mulai ada ANJAB dan ABK. Tapi kurang cukup jelas untuk membentuk dokumen kebutuhan tenaga.

Di kesehatan keluarga ada pedoman untuk Kecerdasan Majemuk dan Lansia. Pengembangan organisasi masyarakat apakah untuk Promkes? Saya terus terang belum baca tuntas untuk yg ini. Jadi belum bisa komentar.

Di P2P ada pedoman tentang Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit. Barengan dengan keluarnya Pedoman Penanggulangan Penyakit Tidak Menular.

Banyak …

Selamat belajar.

Agus Ciptosantoso

Yel-yel dan Penyambutan Survei Akreditasi

Yel-yel dan Penyambutan Survei Akreditasi

Setiap puskesmas tampaknya memang sangat ingin menyambut tetamu surveior. Dan salah satu yang sering digunakan adalah penyambutan dengan yel-yel akreditasi, tari-tarian dan nyanyian-nyanyian. Saya kumpulkan beberapa yang sempat saya shoot. Sayang kadang-kadang saking terpananya sampe ngga sempet motret apalagi video.

KUMPULAN YEL-YEL AKREDITASI DAN PENYAMBUTAN DI PUSKESMAS

Penyambutan dengan cara-cara seperti dalam video ini sudah sering dikritik pada saat terlihat berlebihan. Ada yang tariannya sampai mengundang dari profesional, ini termasuk yang tidak diharapkan. Apalagi bila persiapan akreditasi sendiri belum benar-benar baik, dokumen dan sistem belum mantap, maka penyambutan yang sederhana cukuplah.

Salam

Agus Ciptosantoso