UKM Esensial, 5 atau 6 ?

2 comments

Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas harus dilaksanakan baik oleh puskesmas perkotaan maupun pedesaan. UKM Esensial meliputi layanan-layanan (dahulu Program) dan dibawahi oleh seorang Penanggungjawab. Dari sinilah masalah timbul. Referensi di Permenkes 75 disebut ada yang 5 (lima) ada yang 6 (enam) layanan. Yang mana yang benar?

Membaca Permenkes bila hanya melihat jumlah poin memang seperti ada dua referensi yang menyatakan perbedaan jumlah dari Layanan dalam UKM Esensial. Mari kita lihat satu persatu setiap kalimat yang mengandung kata esensial di dalam PMK 75/2014 maupun di dalam PMK 44/2016.

Pasal 36 PMK 75 / 2014

UKM Esensial

Pasal 36 ayat 2 cukup jelas menyampaikan bahwa UKM esensial terdiri dari 5 pelayanan.

Penjelasan Organisasi Puskesmas pada lampiran

 

UKM Esensial

Disini dituliskan bahwa Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan masyarakat membawahi 6 pelayanan.

Penjelasan tentang Kebutuhan Data pada PMK 44 tahun 2016

UKM Esensial

Penyebutan Data UKM esensial untuk mengumpulkan data kinerja puskesmas yang selanjutnya digunakan untuk perencanaan puskesmas. Dari sini juga terlihat cuma ada 5 pelayanan (program), a dan b masing2 satu.  c meliputi 2 pelayanan. d-f biasanya di Puskesmas jadi satu dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meskipun pelaksana bisa tiap sub program seperti PPTM, Surveilans dan P2 TB Paru dst.

Penjelasan tentang Ruang Lingkup PKP

UKM Esensial

Disini UKM esensial juga hanya terdiri dari 5 pelayanan.

Pendapat saya tentang Jumlah UKM Esensial

Bagi saya pembagiannya cukup jelas hanya ada 5 (LIMA) pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 36 ayat 2. Adapun dalam penjelasan ditemukan 6 (enam) pelayanan adalah karena yang dimaksud tugas dari Penanggungjawab UKM esensial. Bukan merupakan pembagian dari pelayanan esensial itu sendiri.

Pada pola pembagian yang mampu lebih kompleks, Penanggungjawab UKM dibagi menjadi PJUKM esensial dan PJUKM Pengembangan yang dimaksudkan untuk membagi tugas karena harus mengkoordinasikan banyak pelayanan (program). Dalam pembagian tugasnya Perkesmas dimasukkan dalam tugas PJUKM esensial. Tapi bukan berarti perkesmas adalah esensial. Saya rasa kenapa Perkesmas dimasukkan dalam tugas PJUKM karena merupakan penghubung yang paling jelas antara UKM dan UKP. Dan menggunakan perawatan komunitas-lah maka dirasakan penting untuk digabungkan dengan program-program besar (esensial).

Terlepas dari perbedaan jumlah ini, yang lebih penting adalah membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan sudah ada dalam sistem akreditasi FKTP. Dan ssstt.. kalo anda berhadapan dengan surveior yang minta jumlahnya enam .. iyain ajaaaa. 🙂

Demikian pendapat saya.

Agus Ciptosantoso

2 comments on “UKM Esensial, 5 atau 6 ?”

  1. Mengenai 5 atau 6, tergantung dari masing2 penetapan daerah. Kalau melihat dr rencana strategis daerah yang mengacu pada pmk 43 th 2016, maka jml program essensial ada 6, krn terkait dg indikator yg harus di monitor dan di evaluasi.

    1. Tentu saja kalo sudah daerah memutuskan untuk menambahkan dari yang ada di PMK 75. pada saat survei disampaikan. Saya melihatnya yang bersifat umum. Bila daerah juga melihat PMK 75 dalam menentukan kegiatan puskesmas, pasti akan membatasi sampai dengan 5 program utama. Untuk Perkesmas bukannya tidak penting justru karena dianggap penting makanya dikelola oleh PJUKM esensial. Tulisan di post ini tidak bermaksud meniadakan perkesmas, tapi mendudukkan mana yang sudah ditetapkan secara nasional sebagai pelayanan esensial mana yang bukan. Demikian. 🙂

Tinggalkan Balasan