UKM Esensial, 5 atau 6 ?

Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas harus dilaksanakan baik oleh puskesmas perkotaan maupun pedesaan. UKM Esensial meliputi layanan-layanan (dahulu Program) dan dibawahi oleh seorang Penanggungjawab. Dari sinilah masalah timbul. Referensi di Permenkes 75 disebut ada yang 5 (lima) ada yang 6 (enam) layanan. Yang mana yang benar?

Membaca Permenkes bila hanya melihat jumlah poin memang seperti ada dua referensi yang menyatakan perbedaan jumlah dari Layanan dalam UKM Esensial. Mari kita lihat satu persatu setiap kalimat yang mengandung kata esensial di dalam PMK 75/2014 maupun di dalam PMK 44/2016.

Pasal 36 PMK 75 / 2014

UKM Esensial

Pasal 36 ayat 2 cukup jelas menyampaikan bahwa UKM esensial terdiri dari 5 pelayanan.

Penjelasan Organisasi Puskesmas pada lampiran

 

UKM Esensial

Disini dituliskan bahwa Penanggungjawab UKM esensial dan keperawatan masyarakat membawahi 6 pelayanan.

Penjelasan tentang Kebutuhan Data pada PMK 44 tahun 2016

UKM Esensial

Penyebutan Data UKM esensial untuk mengumpulkan data kinerja puskesmas yang selanjutnya digunakan untuk perencanaan puskesmas. Dari sini juga terlihat cuma ada 5 pelayanan (program), a dan b masing2 satu.  c meliputi 2 pelayanan. d-f biasanya di Puskesmas jadi satu dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meskipun pelaksana bisa tiap sub program seperti PPTM, Surveilans dan P2 TB Paru dst.

Penjelasan tentang Ruang Lingkup PKP

UKM Esensial

Disini UKM esensial juga hanya terdiri dari 5 pelayanan.

Pendapat saya tentang Jumlah UKM Esensial

Bagi saya pembagiannya cukup jelas hanya ada 5 (LIMA) pelayanan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 36 ayat 2. Adapun dalam penjelasan ditemukan 6 (enam) pelayanan adalah karena yang dimaksud tugas dari Penanggungjawab UKM esensial. Bukan merupakan pembagian dari pelayanan esensial itu sendiri.

Pada pola pembagian yang mampu lebih kompleks, Penanggungjawab UKM dibagi menjadi PJUKM esensial dan PJUKM Pengembangan yang dimaksudkan untuk membagi tugas karena harus mengkoordinasikan banyak pelayanan (program). Dalam pembagian tugasnya Perkesmas dimasukkan dalam tugas PJUKM esensial. Tapi bukan berarti perkesmas adalah esensial. Saya rasa kenapa Perkesmas dimasukkan dalam tugas PJUKM karena merupakan penghubung yang paling jelas antara UKM dan UKP. Dan menggunakan perawatan komunitas-lah maka dirasakan penting untuk digabungkan dengan program-program besar (esensial).

Terlepas dari perbedaan jumlah ini, yang lebih penting adalah membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan sudah ada dalam sistem akreditasi FKTP. Dan ssstt.. kalo anda berhadapan dengan surveior yang minta jumlahnya enam .. iyain ajaaaa. ūüôā

Demikian pendapat saya.

Agus Ciptosantoso

Umpan Balik, pembuktian kriteria 4.1.2

Umpan Balik, pembuktian kriteria 4.1.2

Kriteria 4.1.2 adalah tentang umpan balik kegiatan UKM yang didapatkan dari sasaran. Bagaimana membuktikan 4.1.2, dibawah ini saya coba menjelaskan apa saja yang diperlukan.

Pokok Pikiran

Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan pembahasan konsultatif dengan masyarakat, kelompok masyarakat maupun individu yang menjadi sasaran kegiatan oleh Penanggung jawab UKM Puskesmas dan pelaksana untuk mengetahui dan menanggapi jika ada perubahan kebutuhan dan harapan sasaran.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan sasaran kegiatan diperlukan umpan balik dari masyarakat dan sasaran kegiatan untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan UKM Puskesmas.

Umpan balik dapat diperoleh melalui pembahasan atau pertemuan konsultatif dengan tokoh masyarakat, kelompok masyarakat atau individu yang merupakan sasaran melalui forum-forum yang ada, misalnya badan penyantun Puskesmas, konsil kesehatan masyarakat dan forum-forum komunikasi yang lain.

pexels-photo-263532.jpeg

Pemahaman tentang UMPAN BALIK

Konsultasi dengan masyarakat dimaksudkan untuk mendapatkan masukan tentang pelaksanaan kegiatan UKM. Masyarakat yang dimintai pendapat adalah sasaran. Sesuai dengan kriteria yang masih berada di bawah standar 4.1 (bagaimana kebutuhan masyarakat menjadi masukan terhadap perencanaan UKM) dan berada di bawah bab 4 UKM berorientasi sasaran.

Perbedaan yang nyata antara umpan balik dengan kebutuhan masyarakat menurut saya adalah umpan balik sudah melalui kegiatan. Sedangkan kebutuhan masyarakat diidentifikasi pada saat akan membentuk rencana.

umpan balik

Untuk cara sangat bergantung bagaimana kondisi lapangan

  • Kelompok masyarakat sasaran yang terpelajar, mudah mengerti dengan kegiatan tul-menul (tulis menulis), tentu bisa dengan mudah menggunakan bentuk angket. Dan bisa direkapitulasi dan ditindaklanjuti pasca pertemuan.
  • Kelompok masyarakat sasaran yang tidak terbiasa dengan tul-menul, mungkin bisa dalam bentuk verbal.
  • Tokoh masyarakat, lintas sektor yang kebetulan hanya bisa didatangi personal, bisa dalam diskusi. Selama hasil dicatat dan dilaporkan.

Tentu saja untuk melihat umpan balik lebih mengena tentang masukan perbaikan adalah apabila pemberi masukan adalah sasaran, atau orang yang ikut serta dalam kegiatan. Seringkali saya mengilustrasikan untuk memberikan masukan tentang kelas ibu hamil, pak Camat mungkin kurang bisa diandalkan untuk umpan balik, kecuali mungkin bila bu Camatnya juga sedang hamil dan beliau ikut mendampingi.

Umpan balik secara umum juga diminta di Admen. Kriteria 1.1.2 meminta masukan baik kepada sasaran maupun pada pengguna jasa puskesmas. Karena itu yang ada di 4.1.2 adalah merupakan bagian dari pendapat masyarakat tentang pelayanan yang diberikan oleh puskesmas, baik UKM maupun UKP. Kepala Bagian Tata Usaha (boleh disingkat Kepala BaTU) seharusnya memahami di puskesmas, para pengunjung bisa memberikan masukan terhadap layanan melalui sarana dan metode apa, dan apa yang dilaksanakan oleh PJUKM dan pelaksana-pelaksana dalam mengambil umpan balik kegiatan UKM.

Proses Umpan Balik

Umpan Balik

Proses pelaksanaan Umpan balik dilaksanakan dengan cara :

  1. Pada saat pelaksanaan dilakukan permintaan umpan balik.
  2. Bila memungkinkan pada saat itu dilaksanakan identifikasi apa saja yang diumpan balik. Dan bisa segera ditindaklanjuti untuk hal-hal yang sederhana.
  3. Pada periode yang disepakati dilaksanakan pembahasan konsultatif, bisa internal maupun melibatkan pihak-pihak terkait.
  4. Lakukan perbaikan dari jadwal dan atau rencana.

Umpan balik yang bisa sederhana ditindaklanjuti misalnya : pada saat pelaksanaan posyandu yang terpapar panas matahari dan disampaikan umpan baliknya setelah selesai kegiatan, secara sederhana tindaklanjutnya adalah untuk jadwal berikutnya dilaksanakan di tempat yang lebih teduh, sepakati untuk berikutnya dilakukan perubahan tempat (2). Pada perubahan jadwal (disusun bulanan) dan ada perubahan yang mengharuskan perubahan alamat/lokasi bisa diganti dengan lokasi yang baru (4).

Hal-hal yang memerlukan perubahan rencana (RPK dan atau RUK), biasanya adalah umpan balik yang menyebabkan konsekwensi anggaran. Misalnya penambahan volume kegiatan. Tindak lanjut di tempatnya bisa dengan menyampaikan usulan akan disampaikan dalam rapat di puskesmas. Sedangkan perubahan rencananya. Bila diperlukan :

  • RPK tahun berjalan bisa dilakukan perubahan di pertengahan (PAK)
  • RUK tahun depan sampai dengan anggaran untuk tahun depan disahkan (Oktober) maka RUK N+1 bisa dinamis diubah.

Hal-hal yang berkaitan anggaran harus tetap memperhatikan aturan yang ada di kabupaten/kota.

4.1.2.1

Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab UKM Puskesmas menyusun kerangka acuan untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat dan sasaran program tentang pelaksanaan kegiatan UKM Puskesmas.

Regulasi : Kerangka acuan untuk memperoleh umpan balik (asupan) pelaksanaan program kegiatan UKM.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kerangka acuan umpan balik adalah :

  • Pada jadwal kegiatan seharusnya kegiatan terdiri dari : umpan balik, pembahasan dan evaluasi. Tetapkan periodenya, terutama untuk pembahasan dan evaluasi. Buat dalam bentuk gantt chart akan lebih mudah melihatn
  • Metode harus dijelaskan, misalnya menggunakan angket, atau secara verbal.
  • Tentukan pencatatan dan pengarsipannya bagaimana.
  • Tentukan apakah semua kegiatan dari tiap program diumpan balik, bila tidak memungkinkan batasi di dalam KAK apa saja programnya atau kegiatannya.
  • Bila menggunakan angket, contohkan blanko angketnya.
  • Bila dibuatkan admen dan hanya satu KAK umpan balik untuk seluruh layanan baik UKM maupun UKP, perhatikan apakah umpan balik kepada sasaran cukup jelas dijabarkan.

4.1.2.2

Hasil identifikasi umpan balik didokumentasikan dan dianalisis.

Dokumen : Dokumen hasil identifikasi umpan balik, analisis dan tindak lanjut terhadap hasil identifikasi umpan balik.

Meskipun yang ditanyakan adalah dokumen, disini yang dititikberatkan adalah pelaksanaan/implementasi dari KAK pada 4.1.2.1. Metode dan cara pendokumentasian yang cocok dengan KAK harusnya bisa dibuktikan dengan dokumen hasil pelaksanaan. Bila metode dinyatakan dengan angket, tentunya ada kumpulan hasil pelaksanaan kegiatan dalam bentuk angket, beserta identifikasinya.

umpan balik

Kegiatan umpan balik juga harus bisa ditelusur kepada pelaksana program. Sehingga pemahaman tentang umpan balik di programnya juga harus dimiliki oleh tiap pelaksana program. Contoh : Dalam KAK salah satu program yang meminta umpan balik dari sasaran adalah KIA pada kegiatan Kelas Ibu Hamil. Maka seorang Pelaksana KIA harus memahami bagaimana cara umpan balik dilaksanakan pada saat kelas ibu hamil tersebut, ada gambaran apa saja yang pernah diberikan masukan oleh sasaran (ibu hamil dan pendampingnya), bagaimana waktu itu menanggapinya, dimana hasil/angket atau catatan pelaksanaan tersebut disimpan, dst.

4.1.2.3

Dilakukan pembahasan terhadap umpan balik dari masyarakat maupun sasaran oleh Kepala Puskesmas, Penanggung jawab UKM Puskesmas, pelaksana, lintas program, dan jika diperlukan dengan lintas sektor terkait.

Dokumen : Bukti pelaksanaan pembahasan, hasil pembahasan, tindak lanjut pembahasan.

Bila memungkinkan pembahasan bisa dilakukan dalam Miniloka Lintas Program, Miniloka Lintas Sektor, dan atau pada saat Pembinaan PJUKM pada Pelaksana Program. Bila dalam bentuk pertemuan, setidaknya dalam notulen ada agenda yang menyatakan pembahasan dan dalam notulennya ada apa yang dibahas.

Fokuskan pembahasan umpan balik dalam pertemuan seperti ini adalah yang umpan baliknya tidak bisa ditangani oleh pelaksana, membutuhkan kebijakan kapus, atau ada konsekwensi anggaran. Bila disampaikan dalam Miniloka LS, sampaikan secara umum umpan balik yang positif dan negatif pada kegiatan yang menuntut keterlibatan LS.

4.1.2.4

Hasil identifikasi digunakan untuk perbaikan rencana dan/atau pelaksanaan kegiatan.

Dokumen : Bukti perbaikan rencana pelaksanaan program kegiatan UKM.

Perubahan rencana atau jadwal bisa disampaikan sebagai bagian pembuktian bahwa umpan balik dibahas dan menghasilkan rencana tindak lanjut. Ada proses PDCA. Plan adalah yang tertera di KAK, Do : pada saat pelaksanaannya. Check pada saat pembahasannya dan Act adalah RTL yang dihasilkannya.

  • Bila cukup sederhana seperti perubahan tempat, menggeser waktu, pelaksana dll yang dilakukan perubahan cukup sebatas perubahan jadwal. Perlihatkan jadwal yang lama seharusnya apa dan apa perubahannya.
  • Bila ada konsekwensi anggaran, misalnya Kegiatan KP ASI dirasakan manfaat di satu kelurahan dan umpan balik dari lurah dan kader meminta ditambah pos di RT tertentu. Sedangkan dalam pelaksanaannya ada keharusan pendanaan konsumsi misalnya, maka umpan balik yang seperti ini bisa dimasukkan dalam perubahan rencana.
    • Bila kegiatan di semester pertama tersebut terasa sekali mendesak maka perubahan terdekat kemungkinan adalah PAK. Sehingga akan terjadi perubahan RPK.
    • Sedangkan bila kegiatan hanya bisa dianggarkan di tahun depan, dan anggaran untuk tahun depan belum disahkan. Perubahan bisa dilaksanakan di RUK.

4.1.2.5

Dilakukan tindak lanjut dan evaluasi terhadap perbaikan rencana maupun pelaksanaan kegiatan.

Dokumen : Bukti tindak lanjut dan evaluasi terhadap perbaikan yang dilakukan.

Tindak lanjut seharusnya bisa ditelusur baik dari dokumen maupun dari wawancara/observasi dengan pelaksana. Contoh dokumen yang bisa ditelusur misalnya adalah foto pelaksanaan tindak lanjut perbaikan. Bisa dengan lebih baik disampaikan before – after untuk memberikan gambaran yang jelas tentang pelaksanaan perbaikan.

umpan balik

Sedangkan contoh melakanakan evaluasi terhadap perbaikan bisa dibuat dengan tabel evaluasi secara sederhana. Kegiatan evaluasi sendiri bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Sangat disarankan kegiatan evaluasi bisa dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama misalnya 6 bulanan. Hal-hal yang diperlukan pengendalian bisa dilaksanakan bulanan melalui kegiatan monitoring.

Contoh Hasil Evaluasi  Perbaikan :

umpan balik

PENUTUP

Secara ringkas umpan balik dilaksanakan bersama dengan kegiatan UKM. Setelah itu dilaksanakan pembahasan untuk menghasilkan perbaikan rencana. Setelah perbaikan rencana dilaksanakan, perlu kita evaluasi.

Kegiatan ini diperlukan untuk memperbaiki rencana sesuai dengan standarnya berada di 4.1. Kemudian juga digunakan analisisnya dalam 5.2.2.2 (kajian kebutuhan sasaran). Dan merupakan bukti bahwa puskesmas mengikutsertakan pengguna layanan secara aktif untuk memberikan umpan balik terhadap kinerja kegiatan (1.1.2.1).

Demikian

Agus Ciptosantoso

Pembuktian Kriteria 411 Standar Akreditasi Puskesmas

Pembuktian Kriteria 411 Standar Akreditasi Puskesmas

POKOK PIKIRAN KRITERIA 4.1.1

Pada kriteria 4.1.1 ini pokok pikiran yang diminta diwujudkan adalah :
  • Kegiatan-kegiatan dalam setiap UKM Puskesmas disusun oleh Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab UKM Puskesmas tidak hanya mengacu pada pedoman atau acuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, maupun Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, tetapi perlu memperhatikan kebutuhan dan¬†harapan masyarakat terutama sasaran program.
  • Kebutuhan dan harapan masyarakat maupun sasaran dari UKM Puskesmas dapat diidentifikasi melalui survei, kotak saran, maupun temu muka dengan tokoh masyarakat.
  • Komunikasi perlu dilakukan untuk menyampaikan informasi tentang UKM Puskesmas kepada masyarakat, kelompok masyarakat maupun individu yang menjadi sasaran.
  • Komunikasi dan koordinasi perlu juga dilakukan kepada lintas program maupun lintas sektor terkait.

PROSES PADA KRITERIA 4.1.1

Inti yang ingin dicapai kriteria 4.1.1 adalah adanya kebutuhan masyarakat yang dikenali / diidentifikasi. Metode yang digunakan dalam mendapatkan bahan untuk diidentifikasi meliputi survei dan temu muka dengan tokoh masyarakat. Pada saat ini kotak saran menurut saya belum dipergunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan layanan UKM. Mungkin untuk kebutuhan layanan dalam gedung yang bersifat kuratif Рrehabilitatif, tapi untuk layanan luar gedung kotak saran masih belum digunakan sepenuhnya. Pada beberapa kesempatan survei, bila ada masukan dalam kotak saran, seringkali yang diberikan masukan adalah tentang layanan bukan program.
Identifikasi Kebutuhan Masyarakat

4.1.1.1

Pada EP ini yang dicari adalah “Dilakukan identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat, kelompok masyarakat, dan individu yang merupakan sasaran kegiatan.” Pembuktian yang bisa disampaikan disini adalah bukti pelaksanaan kegiatan identifikasi kebutuhan masyarakat :
  • Bukti-bukti dari pelaksanaan kegiatan survei, bukti pertemuan dengan tokoh masyarakat dan lainnya, yang merupakan bahan identifikasi kebutuhan masyarakat. Bila bukti beru
  • Bukti rekapitulasi hasil survei dan bagaimana menjelaskan bahwa dari hasil survei tersebut ada kebutuhan masyarakat.
  • Bukti adanya pertemuan PJUKM dan pelaksana-pelaksana program untuk menyusun kebutuhan masyarakat. Contoh matriks yang digunakan bisa dilihat di bawah ini.

  • Proses : Pelaksanaan identifikasi kebutuhan masyarakat/ sasaran, melalui SMD MMD, lokakarya dengan masyarakat/perwakilan masyarakat/lintas sektor
  • Regulasi : Panduan/SOP identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat/ sasaran terhadap kegiatan UKM.
  • Dokumen : Bukti dilaksanakannya identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat, kelompok masyarakat, dan individu yang merupakan sasaran kegiatan UKM
  • Wawancara : Bagaimana cara puskesmas (penanggung jawab/koordinator program) melakukan identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat/kel masyarakat/sasaran

4.1.1.2

Secara keseluruhan untuk munculnya rencana kegiatan diperlukan kerangka acuan yang mengatur pelaksanaan identifikasi kebutuhan sampai dengan analisis kebutuhan masyarakat (di 5.2.2). Karena itu pada 4.1.1.2 ada permintaan untuk membuktikan Kerangka Acuan Identifikasi Kebutuhan Masyarakat. Yang perlu diperhatikan disini ada kata-kata : “…¬†dilengkapi dengan kerangka acuan, metode dan instrumen, cara analisis“. Karena digunakan untuk sampai dengan terlaksananya analisis, maka cara analisis juga dicantumkan.¬†Jadi pembuktiannya ada
  • Kerangka Acuan, memuat metode melakukan identifikasi, cara melakukan analisis¬†dan instrumen analisis yang digunakan. Instrumen analisis bisa berupa grafik-grafik yang digunakan, metode USG, fishbone, pareto untuk prioritasi sampai terbentuk perbaikan.
  • Boleh sebagai kelengkapan dicantumkan juga instrumen dari identifikasinya. Misalnya : Kuesioner untuk SMD dan Panduan Diskusi dalam MMD.
Yang seringkali lupa dituliskan adalah penekanan metode, instrumen dan cara analisis ini. Metode dan instrumen mudah dipahami, instrumen boleh mencantumkan instrumen yang digunakan pada saat melaksanakan pengumpulan bahan identifikasis kebutuhan masyarakat maupun instrumen yang digunakan untuk analisis (misalnya grafik batang, pie chart, tabel dll). Cara analisis pada dasarnya berisikan perbandingan antara kebutuhan masyarakat yang diidentifikasi dan data-data lain yang terkait dengan kebutuhan tersebut. Misalnya, data cakupan, data kegiatan tahun sebelumnya, data sosial budaya, data kependudukan, data lainnya.
  • Regulasi : Kerangka acuan kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran kegiatan UKM
  • Dokumen : Instrumen Analisis kebutuhan masyarakat.

4.1.1.3

Yang diminta adalah hasil dan catatan analisis kebutuhan masyarakat. Jadi setelah melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan masyarakat.
4113
Juga bisa diperlihatkan bagaimana proses kajian untuk mendapatkan catatan dan hasil analisis yang berupa pertemuan-pertemuan perencanaan. Bisa dibuktikan lengkap dengan absensi dan notulen. Minimal pada petugas ada catatan-catatan pada saat perencanaan dilaksanakan. Hasil identifikasi dicatat dan dianalisis sebagai masukan untuk penyusunan usulan kegiatan.
  • Dokumen : Bukti Catatan hasil analisis dan identifikasi kebutuhan kegiatan UKM dan rencana kegiatan UKM

4.1.1.4

Kegiatan-kegiatan tersebut ditetapkan oleh Kepala Puskesmas bersama dengan Penanggung jawab UKM Puskesmas dengan mengacu pada pedoman dan hasil analisis kebutuhan dan harapan masyarakat, kelompok masyarakat, dan individu sebagai sasaran kegiatan UKM. Proses : Proses penyusunan  rencana kegiatan program berdasar hasil analisis kebutuhan dan pedoman sebagai acuan. Hasil dari penyusunan rencana tersebut ditetapkan dengan kebijakan kepala puskesmas. Disini seringkali saya meminta SK Penetapan Rencana Kegiatan UKM. Saya akan cukup puas bila sudah ada disajikan penetapan baik itu bersama dengan bentuk-bentuk layanan. Maupun disendirikan sebagai kebijakan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun berjalan. Cara lain yang biasa saya cari bila SK sulit untuk diwujudkan adalah penetapan melalui KAK (Kerangka Acuan Kegiatan). Salah satu bentuk perwujudan rencana adalah tersedianya term of reference atau kerangka acuan kegiatan. Bila ini ditetapkan oleh kepala Puskesmas maka cukuplah.
Regulasi : Rencana kegiatan UKM yang ditetapkan oleh kepala Puskesmas Dokumen : Pedoman-pedoman penyelenggaraan UKM Puskesmas dari Kemenkes.

4.1.1.5

Kegiatan-kegiatan tersebut dikomunikasikan kepada masyarakat, kelompok masyarakat, maupun individu yang menjadi sasaran.
  • Proses : Sosialisasi kegiatan kepada kelompok masyarakat maupun individu sasaran

  • Dokumen : Bukti pelaksanaan sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, kelompok masyarakat, dan sasaran.
  • Wawancara : Check saat wawancara lintas sektor/tokoh masyarakat.

4.1.1.6

Kegiatan-kegiatan tersebut dikomunikasikan dan dikoordinasikan kepada lintas program dan lintas sektor terkait sesuai dengan pedoman pelaksanaan kegiatan UKM
  • Proses : Komunikasi dan koordinasi Lintas program, lintas sektor.untuk menyampaikan kegiatan-kegiatan UKM

  • Regulasi : Panduan/SOP koordinasi dan komunikasi lintas program dan lintas sektor.
  • Dokumen : Pedoman penyelenggaraan UKM dari Kemenkes. Bukti pelaksanaan komunikasi dan koordinasi lintas program dan lintas sektor.
  • Observasi : Check saat observasi lapangan
  • Wawancara : Check saat wawancara lintas sektor.
Pada dasarnya 4.1.1.5 dan 4.1.1.6 adalah bagaimana rencana yang sudah ditetapkan di 4.1.1.4 disosialisasikan pada masyarakat sasaran, lintas program dan lintas sektor. Seringkali kesalahan yang terjadi adalah rencana hanya disosialisasikan pada Lintas Program dan Lintas Sektor. Tidak pada masyarakat. Padahal ada beberapa kegiatan yang mencerminkan bahwa kegiatan-kegiatan yang kita lakukan harus kita sosialisasikan pada masyarakat. Contohnya adalah Rencana BOK pernah diminta untuk dipajang di kecamatan dan puskesmas dalam bentuk x-banner/pengumuman di papan informasi untuk memperlihatkan akuntabilitas. Seharusnya ini juga yang dilakukan untuk membuktikan bahwa masyarakat juga perlu mengetahui apa saja rencana dari puskesmas. Tidak harus berupa pertemuan. Manfaatkan media yang ada di puskesmas. Papan informasi, TV ruang tunggu bisa digunakan untuk menyampaikan rencana puskesmas.

4.1.1.7

Kegiatan-kegiatan tersebut disusun dalam rencana kegiatan untuk tiap UKM Puskesmas.
  • Regulasi : Rencana kegiatan untuk tiap-tiap UKM.
Disini saya biasanya meminta rencana yang disusun oleh masing-masing pelaksana program. Terutama RPK di tahun berjalan. Seringkali masih disebut sebagai POA. Dengan demikian satu kriteria tentang Identifikasi Kebutuhan Masyarakat sudah bisa dijelaskan dengan 7 (tujuh) elemen penilaian tersebut. Bagian yang berkait dengan kriteria ini adalah 5.2.2.1 yaitu kajian kebutuhan masyarakat. Semoga bisa menjelaskan 4.1.1 Salam Agus Ciptosantoso

Ooze

Ooze

Perlahan mulai terealisasi .. Pekerjaan-pekerjaan di Kantor, sebagai surveior, dan sambilan-serabutan mulai terasa menuju ke penyelesaian-penyelesaian. Bulannya juga untuk tahun ini sudah cukup larut. Tapi masih banyak yang harus dilakukan. Masih banyak yang harus diselesaikan sehingga target-target tahun ini bisa memuaskan.

IMG_20170808_095932.jpg

Puskesmas Kraksaan, akhirnya sudah nampak gedungnya. Dan tentu saja untuk pelayanan yang masih nebeng sana sini, ini adalah harapan. Dan semoga dengan punya gedung baru nanti kami akan bisa memberikan layanan lebih baik lagi.

Agustus Map

Begitu juga dengan peran sebagai surveior sudah mulai banyak mengumpulkan titik-titik di mymaps. memang kebanyakan masih di pulau Jawa.

Seiring waktu pemahaman insyaAllah juga makin bertambah. Membludak. Ingin dikeluarkan agar bisa jadi bagi ilmu. Semoga dalam waktu dekat yach ..

[draguscn]