Tetangga Warung

One comment

malam di warung

Tempat tinggal saya ini adalah rumah dinas yang letaknya berada di ujung gang. Di sebelah kanan rumah ini, kantor PLN, diantaranya adalah gang yang saya sebutkan pertama tadi, yang kalo ditelusuri 100 m ke belakang akan bertemu dengan  perumahan penduduk. Sedangkan sebelah kirinya (bagian selatan) rumah ini adalah deretan warung-warung yang berakhir sampai dengan jalannya bertemu dengan protokol, Jl. Panglima Soedirman.

Jadi otomatis tetangga kami adalah warung-warung yang memanjang di sisi sebelah timur dari alun-alun Kraksaan. Seringkali kalau orang-orang atau keluarga bertamu ke rumah ini guarauannya adalah “dapur kami panjang, setiap hari istri saya memasak nasi goreng, mie goreng, nasi pecel dan lain-lain”

Tetangga langsung kami adalah Warung Kopi Pak Anang. Begitu saja saya menyebutnya. Sesuai dengan tajuk warung yang terpampang di spanduk yang digunakan menutup bagian depannya. Sebenarnya pemilik warungnya ini adalah bapaknya Pak Min, yang kebetulan adalah pak becaknya anak-anak kalau sedang pergi ke kursus bahasa inggris. Mereka berdua suami-isteri yang bertugas jaga warung dari pagi sampai pagi lagi .. ya warungnya buka 24 jam. Pengunjung tetapnya adalah petugas-petugas dari kantor PLN. Karena kantor PLN di sebelah ini ada ‘UGD’nya juga. Jadilah meskipun dinihari, warung pak Anang tetap ada penggemarnya.

Kopi adalah menu utama nampaknya, baik yang dibuat sendiri – wanginya sedap sekali bila bu Min menyangrai kopinya pagi-pagi – maupun yang instan, terlihat dari juntaian bungkusan berbagai merek di bagian samping yang berbatasan dengan rumah. Juga panganan seperti internet (indomie telor kornet), dan jenis-jenis indomie lainnya. Kalau makanan yang berat-berat, adanya di warung-warung yang lebih ke selatan. Urut dari warungnya pak Min ada penjual es kelamud, Gado-gado, bakso, Mie Barokah dll. Diujung blok sebelum pintu masuk ke Kantor Kecamatan ada warung kelontong yang juga buka 24 jam.

Itu deh tetangga-tetangga saya. Nama mereka lebih saya kenal dengan nama warung yang mereka tulis di depan besar-besar. Kadang bukan nama mereka sendiri. Setiap lewat mau nunggu angkot ke kantor biasanya mereka menyapa “pak Dokter, pagi..” ..

[draguscn]

Advertisements

1 comments on “Tetangga Warung”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s