Balur

  Cinta membaluri lukaku dengan garam dan cuka. Setiap detik berlalu menorehkan kepedihan melalui luka terbuka yang menganga. Kekhawatiran dan ketakutan memenuhi rongga dada. Tiada lagi kemudahan untuk menyunggingkan senyuman, meski untuk sekedar berbasa-basi. Cinta membumbui ketemaraman dengan irama neraka keheningan. Tiada bunyi detak denyut jantung yang memang sudah teracuni dengan kecemburuan dan tudingan-tudingan penuh …

Bincang ..

Tiada lagi berbincang ..Membuka mulut membawa petaka ..Tiap keadaan berakhir dalam kebisuan ..Dan dalam kesendirian jari-jarinya menari .. Meninggalkan berarti kekalahan ..Mendahului berarti kemurkaan ..Duduk saja dengan tenang ..Dan semuanya mengalir ke seberang .. Saat rembulan yang bersaput awan mengakhiri kenang ..