Balur

Balur

 

Cinta membaluri lukaku dengan garam dan cuka.
Setiap detik berlalu menorehkan kepedihan melalui luka terbuka yang menganga.
Kekhawatiran dan ketakutan memenuhi rongga dada.
Tiada lagi kemudahan untuk menyunggingkan senyuman, meski untuk sekedar berbasa-basi.

Cinta membumbui ketemaraman dengan irama neraka keheningan.
Tiada bunyi detak denyut jantung yang memang sudah teracuni dengan kecemburuan dan tudingan-tudingan penuh justifikasi pembalikan kesalahan.

Cinta meramu kesedihan dan lamunan dengan ketidakpedulian.
Nyerinya tiada menusuk terlalu dalam namun tetap meradangkan segala ujung-ujung saraf bebas di permukaan kulit yang telah berkeringatkan kenisbian merasai cinta.

Duka menggayut ..
Kepercayaan pupus ..
Drita ..
Drita orang yang sangat mencinta …
Dan tiada jua ia bisa menghindarkan luka yang ditorehnya sendiri …

Bincang ..

Tiada lagi berbincang ..
Membuka mulut membawa petaka ..
Tiap keadaan berakhir dalam kebisuan ..
Dan dalam kesendirian jari-jarinya menari ..

Meninggalkan berarti kekalahan ..
Mendahului berarti kemurkaan ..
Duduk saja dengan tenang ..
Dan semuanya mengalir ke seberang ..
Saat rembulan yang bersaput awan mengakhiri kenang ..

Belajarlah ..

Kelak kau akan mengenali jalannya ..
Dan kau akan mengerti ..
Saat resah tak berujung kantuk
Saat tiada rasa selain curiga ..

Belajarlah mengenalinya ..
Terimalah ia apa adanya ..
Sambut ia sebagai kesatria pulang senja ..
Dan peluk ia penuh suka cita
Tanda rahmah telah mencapai ranah ..
Dan memberimu aneka yang Dia punya

Agar kau memahami ..