#244 : Sebait di relung kalbu

Mendekat kepadamu memang sudah dimaklumi Badan hangus terbakar kasihmu yang tak kuat kuwadahi .. Meski mata buta dan tubuhku menjadi abu .. Serpihannya akan tinggal di dalam relung kalbu

Read More

#243 : Sebait di rumah masa depan

Sebuah tempat kembali .. Yang belum diperhatikan hingga kini .. Kenapa Kau ingatkan diri ini .. Adakah Kau sudah merinduku mendekati .. Sebuah rumah yang belum dibeli Kini jadi pertanyaan sendiri Beristirahat dimana diri ini Saat menanti bersatu denganMu abadi ..

Read More

#242 : Sebait bersama sang penari

Siapakah dia yang demikian beruntung .. Yang kiranya menjadi telaga bagi air .. Dan menjadikannya bias pantulan bagi sinar rembulan ..

Read More

#241 : Sebait di daun yang berembun

Daun-daun mangga yang terlalu rimbun .. Menggesek genteng yang mulai berembun .. Hati yang lelap diujung malam perlahan terbangun .. Menanti belahannya yang lain datang menuntun .. ‘

Read More

#240 : Sebait dan batang kayu

Menatapi batang kayu jaringku .. Mendapati pandangan kita bersatu .. Kemana sebagian wajahmu .. Kemana semua ini menuju …

Read More