#26 : Sebait bersama sang dewi ..

#26 : Sebait bersama sang dewi ..

Bagiku keindahanmu mengalir dalam tetes keringat
.. yang menandakan kelelahanmu bermain dengan hari
Bagiku kemanjaanmu merayapi sanubari ini
.. dari balik redup dua bintang di raut wajah malammu
Bagiku pancaran gairahmu tak terelakkan
.. merasuk dari setiap indera yang bersatu denganmu

Aku rela menjadi si bodoh pelarik dahan, jika kau mau
Aku ingin memetik sebanyak mungkin dedaunan bersamamu
Aku mau aku yang menikmati wangi bunga itu ..
wahai dewi malamku ..

#24 : Sebait saat kau kembali

Menunggumu disini dirayapi gundah ..
Tiada resah mengenal kata sudah ..
Tiap denyut mengusung lelah ..
Meratapi tiap langkah detik berpindah ..

Datangmu membawa kesegaran yang indah ..
Hadirmu melumuriku dengan serakah ..
Meniadakan waktumu menggunting pisah ..
Menisbikan kala hati beracah-acah ..

Saat kau kembali, aku ingin kau hijrah ..
Bukan sekedar singgah ..

#23 : Sebait saat merindu rembulan ..

#23 : Sebait saat merindu rembulan ..

Gelayut manja anak yang ingin ditiru sementara insan ..
Rasa kepasrahan yang ingin didapat dari lahan cocok tanam
Bakul-bakul wangi bunga, buah dan dedaunan ..

Lenguh kerbau saat masuk kandang ..
Teriakan gandrung kera-kera di tepi hutan birahi
Tarian liar kuda-kuda asmara ..
Geliat bangau yang, menerbangkan sukma kepuasan
Suling lirih anak gembala
.. mengakhiri gemuruh laut dalam pekat malammu