Bidadari Kecil

No comments

aso

Seorang bidadari kecil menari di depanku ..
Ia mencium tanganku penuh cinta ..
Akupun membalasnya ..
 
Seorang bidadari kecil berdendang di depanku ..
Ia meraih pundakku dan berlari berkeliling ..
Akupun terbang di dalam hening ..
 
Seorang bidadari kecil bersandar di dadaku ..
Ia mengembangkan sayap kisut ..
Akupun menggenggam lembut ..
 
Pada musim bunga-bunga bermunculan ..
Pada musim daun-daun berjatuhan ..
Pada hujan yang menggelapkan setiap hari ..
Pada terik yang mencerahkan ufuk pagi ..
 
Di setiap bunga-bunga ia menari ..
Di putiknya ia berhenti ..
Mendendangkan tarian purba ..
Menjemput makna ..
 
Di tiap helai daun yang berguguran ..
Meranggas pepohonan kehausan ..
Dan bara rindu dalam genggaman ..
Merambat nyeri jiwa tak berkesudahan ..
 
Pada hujan di dini hari ..
Dingin yang menyengat membekukan sendi ..
Tiada dunia selain berada di sisi
Dan setiap geliat menghujam nurani ..
 
Pada matahari yang bersinar gemerlapan ..
Terik di ufuk merona di tengah kegelapan ..
Pada Cinta aku merunduk di pelukan ..
Menyerahkan tiara tanda pengakuan ..
 
Seorang bidadari kecil memberi senyuman kepadaku
Ia merapatkan tubuh di depan rumah ..
Akupun azali meluruh pasrah ..
 
 
Krejengan, 15 Desember 2011
 
[Saat kecintaan memenuhi hati, ia akan bermain dengan tamu kebencian,
akankah ia kau antar pulang, atau ia kau beri ruang]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s