Menanar Semesta

No comments

asi

Aku akan duduk lama kalau kau mau ..
Kita bisa bercerita tentang apa saja ..
Lembutnya angin ..
Debu jalanan ..
Dendang hujan ..
Terlebih tentang hati kita ..
 
Aku akan menatap angkasa kalau kau mau ..
dan kita bisa berdiam saja menanar semesta ..
Rembulan malu ..
Awan hitam yang tak perlu ..
Bahkan rindang pepohonan ..
 
Aku mendengarmu dan itu selalu ..
Mencintamu dengan sesak yang lebih dari itu ..
Merindumu hingga angin, debu dan hujan berdendang malu ..
Mengharap hadirmu hingga matahari mengundang bayu
.. meniup mega legam menjauh ..
.. merinai hujan di antara peluh ..
.. menyemai putik sampai jauh ..
 
Di kejauhan aku mencinta, merindu dan mengharap hadirmu ..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s