PERHENTIAN MENUJU CINTA

No comments

asr

Bila dinihari sudah tak lagi dingin ..
Dan hanya tarikan napasmu yang terasa angin ..
Biarku berlama-lama menisik ingin ..

Hati terluka dan meringis saat dibalur cuka ..
Merintihpun sekarang sudah tiada guna ..
Perjalanan telah menjadikannya makin buta ..
Dan tanpa nyinyir dosa-dosapun ia pinta ..

Kelana itu diam sejenak menafakuri mentari ..
Ia butuh berhenti sejenak di muara hari ..
Caping yang dikenakan tak lagi naung ..
Dan tersisa panas di kepala yang seakan tak berujung ..

Berulang-ulang mulutnya mengucap janji ..

Aku mencintaimu ..
Aku mencintaimu ..
Tak jua ada sahutan suara yang mulai serak ..

Hanya dirimu ..
Hanya dirimu ..
Tetap diam membisu ..

Maafkan aku ..
Maafkan aku ..
“…”

Sayangi aku ..
Sayangi aku ..
Yang menjawab hanya desiran angin
Rinai gerimis ..
Mega bergumpal ..

Tapi aku tahu kau ada disana ..
Menungguku kembali kepadamu ..

Krejengan, 29 Nopember 2011

[ighfirlanaa, warhamnaa, wa’fuanna .. Hamba hanya beristirahat sebentar]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s