Emang enak dicuekin?

One comment

Berapa hari ini terutama kemaren .. rasanya butek, getaran yang biasanya dirasa pada saat berhadapan beneran terasa hilang dari tiap waktu. Saban kali memulai bertemu biasanya dengan berbicara “aku ingin bertemu .. mudahkan ya .. jangan mempersulit deh .. aku rindu” dan biasanya dengan embel-embel menyebut-nyebut nama plus gelar-gelar .. tahu-tahu timbul rasa anu-anu ..

Kira-kira gitulah kalau diungkapkan dengan bahasa gawul .. tapi seperti yang sering dibilang sama sahabat saya, ini tetap tentang shalat.

Testimoni dulu.. Seringkali dalam setiap shalat saya merasa ada getaran yang membuat haru, bisa menjadikan menangis, dan kadang-kadang mencerahkan beberapa persoalan, menimbulkan ide-ide baru .. seperti ide postingan ini juga karena mampet, dibawa shalat .. tahu-tahu ada saja ide ingin menuliskan disini .. sebagai media berbagi .. insyaAllah dijauhkan dari riyya. Naudzubillah.

Seringkali dalam shalat momen-momen bergetar itu adalah pada saat ini :

  • Doa Iftitah. Pada saat membaca “wajjahtu wajhiya ..” dan “wamahyaaya wamamaatii ..”
  • Alfatihah .. hampir semua ayat .. lain-lain penekanan .. kadang kalau lagi takutnya yang terasa Rajanya Hari Pembalasan terasa makin menakutkan .. dilain saat pada waktu hati berbunga-bunga pengulangan Sang Maha Kasih dan Sayang selalu bisa bikin tambah asyik masyuk .. waktu-waktu butuh bantuan .. kepadaMu saja bermohon pertolongan terasa sangat nyelekit. Lebih-lebih pada permohonan menunjuki jalan yang lurus. Mudah sekali melihat prinsip geometri disini ..
  • Surrah memang biasanya sudah dipilih karena sesuai tema ..
  • Ruku’ dan sujud biasanya terasa sebagai perwujudan pertolongan untuk mengistirahatkan badan. Mudah sekali menjadi merasa nyaman pada saat melakukan Ruku’ dan Sujud. Tulang-tulang berderak kembali ke tempatnya. Otot-otot diregangkan dikendurkan dan menimbulkan rasa nyaman. Namun pemujaannya juga menjadikan tempat nyaman beristirahat ini khusus.
  • Duduk Antara Dua Sujud .. ini yang biasanya menggetarkan sangat. Doa di dalamnya punya banyak dimensi sehingga memudahkan suasana apapun bisa nyantol dalam 8 kata yang diucapkan. Dan biasanya 1 kata saja sudah cukup untuk berlama-lama ..
  • Tasyahud. Disini rasanya tiap kali kita terkoneksi dengan Rasul, Orang-orang yang shalih. Dengan selalu tak kurang memuji Allah, Sang Maha Pemberi ..

Disitulah biasanya tempat-tempat saya merasakan kenikmatan shalat .. menjadikan tiap shalat sebagai tempat beristirahat .. sungguh urutan waktunya pun sangat pas untuk mengistirahatkan lelah fisik.

Jadi terasa sangat lah tidak nyaman saat kita sedang shalat dan getaran yang biasa kita nikmati tiba-tiba tidak terasa. Berdasarkan pengetahuan yang ada pada saya, tentu saja bentuk ketertutupan (kufur) ini juga disebabkan Allah, Yang Maha Membolak-balik Hati. Allah memberi rasa. Allah juga mencabut rasa. Allah memberikan kita kemampuan berbuat keburukan sebagaimana kebaikan. Fujuurahaa wa taqwahaa. Jadi tentunya inipun merupakan bentuk ujian.

Pikirkan begini. Kalau kita sudah merasa bergetar dengan sebentuk pemikiran dalam Sujud misalnya. Apakah kira-kira Allah akan terus memberikan tempat itu saja sebagai tempat pertemuanNya dengan hamba? Ataukah mungkin Dia akan menguji kita dengan memberikan tempat lain yang belum kita explore tapi sebatas kemampuan kita? Bukankah dalam tiap ujian juga berlaku “laayukalifullahu nafsan illa wus’aha” ? Seorang guru misalnya kagum dengan cara murid menggambar kupu-kupu .. dan beberapa kali memberikan pujian .. tapi sudah sepuluh kali murid ini menggambar kupu-kupu yang sama. Guru yang bijak akan bilang “tambahkan bunga, nak, .. tentu akan lebih indah” lain kali “tambahkan lagi latar gunung..” ; “pakai gradasi !” dst dst .. yang kepikiran dalam menggambar aja udah bisa cukup bikin variasi .. apatah lagi berbagai hal dalam kehidupan yang bisa diaplikasikan dalam memaknainya di dalam shalat. Sungguh Allah Al Wasie’ – Maha Luas.

Jadi kalau kita tahu “dicuekin” – rasa tertutup – itupun merupakan anugerah dari Allah, dan kita tahu ujian rasa seperti itu pasti bisa dipecahkan oleh sang teruji, bagaimana cara menyikapinya yang lebih utama.

 

APLIKASI

Pada saat rasa tertutup itu datang, pertanyakan kepada diri apakah ada dosa yang baru saja diperbuat. Dan bersegeralah lakukan pertaubatan. Barengi dengan melakukan amal ibadah. Kebaikan. Kita tahu bahwa di tiap kita melakukan dosa selalu ada titik-titik hitam yang ditambahkan kepada hati kita .. yang mempersulit cahaya hidayah masuk ke dalam hati .. Mutlak segera mengingat kemungkinan kita berbuat keliru. Lebih jauh Allah adalah pencemburu sangat. Apakah kita lebih mengutamakan sesuatu sehingga menjadikan ia lebih dipertuhankan dibandingkan dengan Allah. Apakah kita shalat di saat panggilan sudah diperdengarkan atau kita banyak punya excuse untuk lebih mengutamakan pekerjaan? dan masih banyak pertanyaan yang solusinya berupa pertaubatan.

Banyak-banyaklah menyebut-nyebut namanya .. Allah memperkenalkan dirinya dengan sebutan ALLAH dan ARRAHMAAN atau nama-nama lain yang baik-baik (asma’ul husna). Pada saat kita diminta menyebutkan namanya kenapa bibir kita kelu? Bukankah ini metode paling gampang. Sekaligus tes kedekatan. Bukankah kalau sudah demikian dekat setiap disebut nama akan bergetar hatinya. Sudah begitukah kita? Setiap disebut Allah bergetar hatinya. Atau biasa saja? Menyebut-nyebut nama Allah (dzikr) adalah metode yang memang dari dulu dikenal handal dalam menimbulkan getar. Meski kita kadang-kadang melihat orang harus bergoyang-goyang sampai seperti mau rubuh pada saat melafalkan ALLAH, HUWA, HU .. mungkin juga karena getarnya sudah sedemikian kuat. Sebab dan akibat memang sulit dilihat bila sudah larut dalam Uns.

Dzikr juga tidak hanya diartikan sebagai membaca, mengucapkan, tetapi juga lebih pada proses mengingat. Sejatinya mengingat tentu saja setelah ada pertemuan. Dan memang kita dipertemukan pada saat akan diberikan tupoksi jadi kalifah di muka bumi ini. Kita diminta pengakuan. Alastu birabbikum? dan kita sudah sama-sama mengaku “Bala, syahidna” – Benar ya Allah, aku mengakui (Engkaulah Tuhan kami). Nah dzikr adalah proses mengingat pertemuan itu. karena itu adalah momen yang sangat sakral dimana tiada lagi keraguan tauhid. Kita sudah mengakui. Sayangnya kita ini memang pelupa. Kita lewati sebabnya, kita langsung pada metode mengingat yang diajarkan.

Fadzkurullaha kadzikrikum abaa akum au asyadda dzikra

“Maka sadar penuhlah (dzikr) kepada Allah, sebagaimana engkau sadar penuh kepada bapakmu, bahkan lebih jauh lagi sadar penuh itu” (2:200)

Ini saya tulis beberapa waktu yang lalu ..

Kita diminta untuk lebih jauh dari sadar penuh (dzikr) kepada orangtua seperti contohnya rasa pengampunan dari orangtua tadi. Upayakan saja dulu rasa sadar penuh akan pengampunan ini. Nanti pada saatnya kita mencoba, biarkan Allah membuktikan janjiNya, Allah akan mendekat kepada kita sehasta bila kita bergerak sejengkal, Allah akan berlari walaupun kita baru berjalan. Biarkan Allah yang akan melimpahi kita dengan pengampunanNya.

Selanjutnya lebih lengkap disini :

Di bagian ini saya sulit berpanjang lebar .. karena menyangkut keyakinan, kita juga harus berkaca pada pengalaman-pengalaman yang kita miliki pada saat menemui masalah. Bagaimana kita menghadapinya. Apa hikmah yang kita ambil didalamnya dan menjadikan kita makin yakin bahwa pertolongan Allah sudah datang beserta paket ujian yang kita hadapi. Curang ya Allah, ngasih ujian beserta dengan kebetan. Hehehe itulah cara bermainnya Sang Maha Pemurah. Bukan cuma pengawasnya pura-pura ngga lihat, boleh open book, bab-nya ada dimana seringkali sudah diberikan jauh-jauh hari sebelum ujian diterima.

Nah kita sampai pada tahap yang paling mudah, memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah dan bersyukur. Kenapa saya bilang sangat mudah karena ini biasanya yang kita lakukan. Bila saat kita suntuk (boleh dikaji sebagai covered), seringkali pemecahan masalahnya kan JALAN-JALAN .. ini sebenarnya baik selama dalam koridor melihat tanda-tanda kebesaran Allah, semacam melihat alam semesta, begitu banyak keindahan yang bisa kita lihat di bumi Allah ini dan begitu mudahnya kita bisa mengagumi tidak hanya sampai pada ciptaan saja tapi terus mengajarkan kepada otak kita yang bebal dan hati kita yang gundah, bahwa ada Pencipta dari segala keindahan ini. Dan bila itu dibarengi dengan rasa syukur akan berakibat penambahan terhadap pengertian keindahan tadi. InsyaAllah berupa kedekatan yang hilang karena tertutup tadi.

Kita ringkas :

Pada saat hati merasa gundah, gelisah, tertutup ..

  1. Yakini bahwa itu adalah cobaan. Allah merasa rindu hambanya kembali mendekat. Dalam banyak testimoni disebutkan bahwa khusyuk bisa didapat pada saat kita dirundung masalah. Ini adalah dasarnya.
  2. Lakukan pertaubatan. Sadari dosa yang nyata. Hindarkan pengagungan segala sesuatu kecuali Allah.
  3. Lakukan dzikr. Baik yang nyata dengan mulut maupun yang sirr dengan mengolah kalbu (hati).
  4. Yakini pertolongan Allah sangat dekat. Tengok kembali pengalaman yang bisa jadi pembelajaran.
  5. Perhatikan kebesaran Allah dan bersyukurlah. Niscaya akan terjadi akselerasi kedekatan.
  6. Last but not least. Bertakwalah. Kerjakan apa yang diperintahkan. Jauhi apa yang dilarang.

Nah demikian saja yang bisa saya tulis. Lamaaaaaa sekali sudah keinginan untuk sharing masalah ini, tapi baru mewujud berbentuk tulisan mungkin juga Allah yang menentukan waktu tepatnya .. hayoo yang dah pada mumpuni .. mari berbagi .. metode bisa sangat beragam. Wallahu a’lam.

Krejengan, 29 Nopember 2011

[draguscn]

Advertisements

1 comments on “Emang enak dicuekin?”

  1. Diary di atas tersaji akan sentuhan pribadi yang begitu logis dirasakan oleh banyak orang tentang kegalauan juga tips yang diberikan untuk mengatasinya. Layukallifullahu nafsan illa wus’aha, Allah tidak membebani sesuai kesanggupan hambaNya dan Wa alaisa li insani illa ma sa-a, Bahwasanya seseorang tidak akan mendapatkan selain daripada yang dikerjakannya.

    Dragus, terim kasih sudah berbagi. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s