Hujan di Malam Pertama ..

No comments


Kemaren malam memang sudah ngga punya waktu untuk tidur, biasa deh .. pekerjaan puskesmas memang kadang-kadang ada yang menuntut untuk jadi sehari. Dan ini salah satu momen seperti itu .. bukan itu yang ingin saya ceritakan ..

Cukup lama saya tenggelam dalam keasyikan pekerjaan, meski di depan komputer, saya sengaja ngga online demi menjaga konsentrasi .. maklum lah selalu ada keinginan untuk lihat status sudah dikomentari atau lihat status baru teman atau diskusi tentang sesuatu .. yet bukan itu juga yang akan saya ceritakan ..

Saya tersadar dengan waktu ketika dia bergerak dari angka satu menuju angka dua .. baru saya sadar bahwa saya sudah duduk dari jam tujuh disela beberapa orang pasien dan menatap layar LCD desktop saya .. ngga seperti biasanya bila malam saya suka menggunakan laptop karena lebih bisa sambil santai datanglah ngantuk .. kebetulan malam ini saya lagi ngga butuh yang namanya ngantuk.

Lupa dengan berjalannya waktu saya sudah kehilangan waktu untuk bersama menunaikan shalat tarawih dengan istri saya yang kelihatannya sudah terbangun dan berada di dapur mempersiapkan sahur.. saya putuskan untuk menunaikan dulu tarawih di waktu dinihari itu ..

Pelan-pelan saya melafazkan surat-surat pendek yang saya hapal sambil mencoba mengingat makna yang terdapat dalam kandungan ayat-ayatnya .. entah kenapa di 4 rakaat kedua hati saya terasa memburu dan ingatan yang ada dalam pikiran saya hanya surah-surah tentang kiamat dan neraka .. di 3 – 4 ayat pertama surah al Qariah suara saya sudah bergetar dan serasa badan ini menyusut di sela beterbangannya ummat manusia dan gunung-gunung .. tak terasa air mata saya mengalir makin deras membawa ayat-ayat ancaman alWail terasa makin menyesakkan .. saya bahkan merasakan amukan burung ababil pada tentara gajah ..

Dan hal yg ingin membuat saya sharing adalah ketika menutup witir saya dengan janji Allah :

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan

bukan main rasa lapang hati yang sudah dijanjikannya bukan sekedar bacaan .. begitu terasa menyebar dalam hati ke setiap pembuluh darah dalam badan ..

karena aku adalah bumi itu sendiri ..
akulah tempat mengalir sungai-sungaimu ..
dan menjadikan diri ini tempat kau berdiri
bersujud dan merebahkan diri dalam
rasa terikat yang nyaman padaMu ..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s