Wortel, Telur dan Kopi

6 comments

carrot-cake01Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali suatu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya diatas api. Setelah air dalam panci tersebut mendidih ia menaruh wortel didalam panci pertama, telur dipanci kedua dan kopi dipanci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata sepatah katapun. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan ayahnya.

Setelah 20 menit berlalu, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di sebuah mangkuk, dan menuangkan telur disebuah dimangkuk, serta menuangkan bubuk kopi disebuah mangkuk juga. Lalu ia berkata kepada anaknya ..
“apa yang kau lihat, nak ?”
“wortel, telur dan kopi, jawab sang anak”

eggsAyahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu terasa lunak. Sang ayah lalu memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
“Apa arti semua ini, ayah ?”

Sang ayah menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama yaitu perebusan, tapi masing-masing menunjukkan reaksi berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan, tapi setelah direbus menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah, cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik, setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“kamu termasuk yang mana ?” Tanya ayahnya, “ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kamu menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur ataukah kopi? “

“Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras tapi dengan adanya pernderitaan dan kesulitan kamu menyerah, melunak dan menghilangkan kekuatanmu.”
“Apakah kamu telur, yang awalnya memiliki hati yang lembut dengan jiwa yang dinamis, namun setelah didera kesulitan menjadi keras dan kaku.”
“ataukah kamu adalah bubuk kopi ? bubuk kopi merubah air panas, ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jadilah engkau bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk di sekitarmu juga turut membaik, bahkan mampu memberi warna dan aroma yang sedap bagi lingkungan.”

 

Coffee Cup

 

dragus.cn, other pieces of mine

Advertisements

6 comments on “Wortel, Telur dan Kopi”

  1. ‘na pernah dpt motivasi ini waktu prajab…, bagus bgt filosofi kopinya..,
    yg paling ‘na takut, kalau ‘na jadi telur sekarang ini, :(….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s