Gadis Penyuling Asiri

No comments

gadis penyuling asiri

Hai gadis yang membawa minyak asiri ..
Harummu seperti kesturi …
Kemana kau akan setelah ini?
Dering di hati ini tak akan menipu ..
Itukah yang berdegup seiring senyummu ..

Hai gadis berbalur abu-abu …
Pergi kemana kau sepulang dari belajar ..
Ingin hati mengenal benar ..
Inikah tanda rasa berbinar ..
Padahal dirimu masih belum keluar ..

Hai gadis yang pintu rumahnya sangat tinggi ..
Aku masih bisa melihatmu keluar ke sini..
Dan menghabiskan sesorean waktu yang sepi
Bercerita mimpi-mimpi ..
Bercita-cita menjauh pergi ..
Ke tanah para laskar kita berdiri ..

Sesingkat perjalanan waktu kita bercakap
Meretas ombak dan gurun-gurun dalam dekap
Hangat manjamu meluruhkan kesulitan
Canda tawamu mengobati keruh berjauhan ..

Wahai gadis yang di depanku ..
Inikah dirimu kini ..

Duapuluh putaran mentari ..
Duapuluh hati berganti-ganti ..
Dan kini sejak sewindu ia mantap berhenti ..
Ia berhenti dan memahami ..
Ia berhenti dan menikmati ..
Berputaran mencoba memendarkan
Agar cahayaNya gemerlap bersinaran

Wahai gadis yang dulu menyuling asiri ..
Kemana kau akan setelah ini?
Bukankah dulu sudah kubilang aku yang akan menemukanmu ..
Saat mana hanya suaramu di dekat telingaku ..
Dan kita saling berbisik dan tertawa-tawa
Meski beberapa kapal layar meninggalkanku
Akhirnya kutemui jejakmu ..

[draguscn], medio November ..

Tinggalkan Balasan