Pelatihan Shalat Khusyuk

6 comments

iftirasyHari Minggu kemaren ini kali ke-2 di Krejengan diadakan pelatihan shalat khusyuk. Waktu pertama kali mengadakan memang merupakan bagian dari upaya puskesmas untuk membuat kegiatan di bulan Ramadhan supaya lebih hikmat, sehingga diadakannya pun sebelum memasuki bulan puasa. Smile

Kali ini Shalat Center Probolinggo memandang di Krejengan masih bisa dikembangkan lebih jauh dan meminta kami untuk sekali lagi mengadakan acara yang sama. Bahkan masih dengan ustadz yang sama, Ust. Sukanan dari Surabaya.

Ada beberapa hal yang menarik untuk pelatihan kali ini dan bahkan bukan mengenai pelatihan itu sendiri. Begini ceritanya ..

Menjelang shalat dzuhur, beberapa orang penduduk setempat mulai berkumpul di Mesjid Manbaul Khairat, beberapa orang malah saya kenal dengan baik. Kebetulan materi juga baru berakhir seiring beduk dzuhur ditabuh. Kamipun mulai mempersiapkan diri, ada yang masih wudhu, yg belum batal ada yang menunaikan qabliyah, ada yang masih ngobrol. Saya baru selesai shalat sunnat, dan karena beberapa orang panitia adalah petugas puskesmas, saya melakukan pemeriksaan apa penyediaan konsumsi makan siang untuk peserta sudah siap dilakukan. Plate

Setelah ke teman-teman panitia, saya menuju beberapa orang penduduk lokal tadi. Karena saya tidak punya prasangka, saya menghampiri mereka dan begitu melihat saya mendekat mereka langsung saling colek dan membubarkan diri. Begitu kelihatan, karena saya tidak memperhatikan yang lain selain ingin menemui mereka. Saya tentu saja merasa ngga enak ada apa? Tapi pikiran itu segera lenyap, karena sudah iqamat.I don't know smile

Selesai shalat saya ingin meyakinkan apakah mereka ada, karena peserta akan makan, tapi ternyata sudah tidak ada lagi. Dan sepertinya sudah tidak ada sejak awal shalat melihat yang di baris tersebut hanya ada 2 orang saja. Berarti malah ngga ikut shalat. Atau boleh jadi ikut shalat separuh, tapi karena pada shalat dzuhur itu diimami Ustadz Sukanan, bagi yang tidak terbiasa akan terasa lama sekali. Boleh jadi ditengah2 membatalkan diri dan pulang.Eye rolling smile

Mulanya kejadian ini belum mengganggu saya. Shalat ashar, tidak ada penduduk lokal yang datang. Memasuki waktu shalat maghrib, kami memang masih melakukan pelatihan. Dan kali ini yang datang cukup banyak dari penduduk lokal. Ustadz Sukanan meminta shalat diimami yang biasa mengimami shalat di mesjid karena beliau hendak menjama’ shalat. Karena kebetulan yang jadi imam juga peserta pelatihan, maka shalat juga tetap terjaga iramanya, meski tidak cukup lama. Kali ini saya berada di sebelah seorang bapak-bapak yang tampaknya terbiasa dengan shalat buru-buru. Bahkan kadang lebih dulu dari imam. Dalam shalat pikiran saya jadi terbawa kemana-mana, teringat kalo mendahului imam, kepala akan digantikan dengan dengan kepala keledai.Cat face wah adanya kucing .. Laughing out loud

Masih kurang juga kejadian maghrib itu .. saya melaksanakan rawatib ba’diyah agak di belakang. Selesai shalat saya masih wiridan ketika bapak-bapak yang tadi di sebelah saya berada di luar dinding mesjid yang terbuat dari kaca. Dia baru melakukan shalat ba’diyah. Gerakan shalatnya ngebut. Dan yang paling mencengangkan saya adalah ketika dua orang temannya keluar dari pintu di depan bapak tadi itu seperti kaget melihat bapak itu shalat. Yang satu menunjuk-nunjuk kepada bapak itu, yang kedua berputar ke belakang dan *astagfirullah* menendang pantat bapak yang sedang melakukan shalat tadi itu. Dari samping agak miring itu kelihatan bapak itu nyengir diperlakukan begitu sama teman-temannya.Steaming mad

Besoknya ..

Seperti biasa Pak Kardi, supir saya, menjemput istri saya yang pulang kerja. Karena waktu itu Ihsan sedang sakit, istri saya agak buru-buru pulang kerja. Di sepanjang jalan pulang, Pak Kardi bercerita kepada istri saya bahwa tadi dicegat Pak Tinggi (pak Kades – red.) dan ditanya-tanya tentang pelatihan shalat khusyu yang kemaren diadakan. Beliau mempertanyakan perijinannya. I don't know smile 
Tentu saja kemudian sama istri saya disampaikan kepada saya.

Ngga nunggu waktu saya segera bergegas ke Pak Tinggi, dan bertemu dengan beliau di rumah *dah pulang aja baru jam segitu* Open-mouthed smile .. tapi pak Tinggi kelihatannya sih ngga terlalu keberatan, bahkan minta diundang bila ada lagi. Sebenarnya untuk pelatihan pertama sudah mengundang tokoh masyarakat, dan di pelatihan ke dua ini malah tokoh masyarakat yang kemaren ikut pelatihan pertama, ikut lagi dengan membawa keluarga.

Walhasil saya pun akhirnya lega, dan bisa menceritakan kepada beliau bahwa pelatihan shalat khusyuk bukan sejenis tareqat atau pelatihan-pelatihan tasawuf atau aliran-aliran tertentu dalam Islam yang biasanya dipandang berkernyit oleh sementara masyarakat Annoyed

Justru yang ikut sekarang malah lebih banyak petugas kesehatan dari kecamatan-kecamatan tetangga karena merasakan faedah secara jasmani. Mungkin itu juga yang membuat pak Kades mau ikutan melihat bagaimana pelatihan ini sebenarnya. Padahal waktu berangkat ketemu beliau saya sudah komat-kamit berdoa mohon perlindungan dari Allah, atau mungkin ya itu perlindunganNya .. diberikan pengertian pada pak Tinggi .. eheheh wallahu’alam ..

[draguscn]

Advertisements

6 comments on “Pelatihan Shalat Khusyuk”

  1. jadi kesimpulannya para penduduk lokal tadi ga ikutan karena dikiranya pelatihan tersebut merupakan lairan aneh-aneh ya dok??? hehehehe….

    1. Ya, mungkin juga karena merasa tidak diundang. Memang sulit, mau dibuat mengundang semua orang, mesjidnya terbatas, belum lagi untuk konsumsi memang dibebankan kepada jamaah. Jadi yang diundang tentu saja yang sudah daftar mau datang, dan ada kok penduduk lokalnya. Dan bahkan yang kabur dari shalat dzuhur tersebut juga orang yang sudah diundang ke pelatihan tersebut. 😀
      Ngga papa, memang jalan kebenaran itu seringkali terasa sulit.

  2. ga suka melihat orang sholat wajib 4 rakaat selesai dalam waktu 2 menit :toe:

    pernah juga melihat orang masbuq sholat rakaat terakhir, dia ikut2an salam saat imam salam dan selesai sudah sholatnya … lho….. anda heran saya juga heran :toe:

    begitulah bila sudah bermazhab hawa nafsu, bagi mereka itu pergi ke masjid mungkin sudah menganggap dirinya sholat :walaaah:

    1. Hehehe .. masih lumayan .. waktu shalat tarawih kemaren .. mushalla ngga keren kalo ngga bisa selesai 23 rakaat dalam waktu kurang dari 30 menit. Semakin duluan pulang tarawih mushallanya makin terkenal .. hohohoh

  3. wah,kisah yang menarik di saat pelatihan khusyuk. Memang sholat yang benar sesuai tuntunan Rasul yang tuma’minah yang perlahan dan yang khusyuk. Semoga kedepan masyarakat kita dan orang-orang sekitar kita mengerti dan memahami bgaimana sholat yang benar,yang khusyu’ dan tuma’minah….:)

    1. Aamiiin .. Memang seringkali ada saja peristiwa-peristiwa seperti ini pada saat kita mengajak orang pada kebaikan ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s