Malam Selikur, Sakit.

image_-avonturir-nomaden-man

Sudah 2 hari saya demam, ngga ada yang saya mengerti dengan penyakit saya kali ini. Saya sudah bersiap-siap untuk menghadapi 10 malam terakhir. Tapi justru hari ke-19 dan 20 ini saya betul-betul tersiksa demam. Siangnya tetap berpuasa, meski pada setiap sore rasanya kepala sakit sekali dan badan serasa remuk. Mungkin karena cadangan glukosa badan sudah sangat tipis sementara demam, pertanda ada organisme lain dalam badan saya yang ikutan memanfaatkan metabolisme makin menyebabkan menurunnya kondisi badan.

Continue reading “Malam Selikur, Sakit.”