Pinjaman Lunak Seumur Hidup

11 comments

A beautiful house in village Vetrino, Bulgaria

Image via Wikipedia

Seorang ustadz menasehati saya tentang kenapa shalat harus khusyu dengan mengambil sebuah perumpamaan sebagai berikut.

Anggap saja diwaktu lampau saya meminjamkan rumah kepada Mas Agus, dan waktu kondisi rumah masih kecil belum ada apa-apa. Seiring berjalan waktu, mas Agus sudah bikin banyak perubahan pada rumah tersebut.

Satu tahun, saya ngga ambil juga itu rumah dan mas sudah bikin dapur. 5 tahun, belum saya ambil juga dan mas sudah mulai bikin kamar belajar. 17 tahun, tetap belum saya ambil juga sekarang rumahnya sudah bagus sekali. Banyak ruangan dan dipelihara dengan baik. 25 tahun masih saya pinjamkan juga Pagar yang berdiri di depan rumah sudah diganti dengan yang lebih permanen, garasi juga sudah berdiri. 40 tahun, 50 tahun, 63 tahun … sekarang saya tagih lagi rumah itu .. apa yang akan dirasakan ?

“Ya .. pasti sangat berat ..” saya bilang.

Sekarang saya ubah jadi lebih kecil.. mas Agus ngga punya handphone, karena kita satu kantor dan mas Agus memerlukan maka saya pinjami. Setiap hari setelah selesai pake, sama mas dilap dibersihkan dulu kemudian dikembalikan ke meja saya. Dapat 1 bulan saya lihat OS-nya sudah diupdate, 3 bulan memori yang nambah. Dan setiap hari mas selalu mengembalikan ke atas meja saya.

Begitu waktunya saya minta kembali apakah mas keberatan?

“Tentu tidak !”

NAH seperti itulah memperlakukan shalat. Badan kita ini hanya tanah yang akan kembali sesuai janjinya waktu bumi meminjamkan kepada izrail. Ia akan kembali ke tanah. Ruh pinjaman yang sejati dariNya ini – yang meliputi seluruh jiwa raga kita ini suatu saat akan diminta kembali, pada saat itu apakah kita akan keberatan, sehingga akan diambil dengan paksa (Su’ul khatimah)

Atau inginkah kita selalu mempercantiknya dengan amalan-amalan, kemudian selalu mengembalikannya kepada Yang Punya, bukan cuma 1 kali, tapi sedikitnya 5 kali sehari?  Shalat yang khusyu akan mengantar kita untuk mengembalikan “pinjaman” kita kepadaNya. Sehingga pada waktunya nanti diminta lagi kita akan mudah melepaskan dan bahkan mengembalikannya dengan penuh rasa syukur yang tak terhingga. Subhanallah.

Teman, kita sudah dipinjami “sesuatu” yang harus kita kembalikan, tidak lama lagi. Mungkin sekarang pinjamannya sudah sampai 20 tahun, 30 tahun, .. sudahkah anda memperbaiki pinjaman anda kepadaNya? Apakah kita termasuk yang merasa berat dengan berjalannya waktu dan merasa tidak ikhlas padahal kita sama sekali tidak memiliki apa-apa? Bahkan segala sesuatu yang kita gunakan untuk memperbaiki pinjaman inipun asalnya dari kekuasaanNya.

[draguscn]

Advertisements

11 comments on “Pinjaman Lunak Seumur Hidup”

  1. Kamipun menyadari bahwa kemiskinan harta kami juga hanya sebuah pinjaman dari Nya.
    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi berkunjung ke blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. Terima kasih

    1. Terimakasih .. saya sudah berkunjung ke blognya .. terSEO dengan rapi 😀
      Usul, tulisan-tulisan yg terkait dengan kemiskinan di feature di depan. Biar kalo pas diundang seperti diatas bisa langsung menuju kesana. Trims lho sekali lagi ..

    1. Makasih mas Arul ..
      Semoga kita selalu bisa mengembalikan pinjaman kita kepadanya dan menjadi orang yang paling ikhlas manakala pinjaman itu diminta lagi .. Amiin

  2. Kunjungan balik nich.
    Terima kasih atas usulannya, Segera menjadi bahan dalam pertemuan minggu depan. Semoga Anggota Komunitas kami merespon dengan baik.
    Sekali lagi Terima kasih

    1. Wah ada pertemuannya segala .. asyik ya ..
      Sudah ada visi misi organisasinya? Kayaknya bagus juga sekalian ditempel di blog.

  3. Subhanallah… mudah-mudahan setelah membaca analogi ini, sholat saya bisa lebih khusyu’ lagi…

    Makasih pak dokter, Jazakallahukhoir

  4. syukur kpd Allah swt hari ini hati saya diberikan petunjuk untuk bergabung dgn para sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s