Mengajar Anak Berpuasa

No comments

Sudah biasa pada saat bulan puasa, orangtua yang mempunyai anak berumur balita, usia pra sekolah atau bahkan kelas 1-3 SD, mulai memikirkan bagaimana caranya mengajari anak ikut berpuasa. Ada beberapa yang sudah sering kita dengar sebagai iming-iming anak yang bisa berpuasa sampai maghrib, atau sebulan penuh, atau sekedar puasa beduk. Mulai dari iming-iming uang, pakaian lebaran, mainan dll.

Saya cukup penasaran untuk mencari tahu bagaimana cara memotivasi anak untuk dapat ikut serta berpuasa di bulan ramadhan karena Ihsan sekarang sudah menginjak usia 6 tahun. Tahun lalu rasanya belum pas. Tahun ini sudah mulai dijanjikan  .. Nah saya ingin berbagi hasil penelusuran saya tentang bagaimana memotivasi anak untuk berpuasa :

“Cara terbaik mengajarkan dan memotivasi anak berpuasa memang jangan memerintah, tapi harus menginspirasinya” – Emmy Soekresno S. Pd,konsultan pendidikan dan pemilik sekolah Jerapah Kecil, Depok, Jawa Barat.

Memang tak ada batasan umur kapan seharusnya seorang anak belajar menahan haus dan lapar. Namun yang pasti adalah bahwa sebaiknya anak diajar berpuasa saat ia sudah bisa mengerti alasan mengapa ia harus melakukannya. Perkenalannya dengan sahur mungkin bisa dimulai dengan sahur jam 8.00 dan berbuka pada jam 12.00. Tapi ajarkan pada anak bahwa orangtua, atau orang dewasa di keluarga itu melaksanakannya dari sebelum shalat shubuh dan berbuka setelah adzan maghrib.

Tidak ada pula aturan baku bagaimana mengajar anak berpuasa, karena itu kita tidak perlu takut salah. Semuanya itu hanya tergantung dari pribadi masing-masing anak. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan orangtua dalam mendidik si kecil untuk mengenal dunia puasa.

Perkenalkan Anak dengan Ramadhan

Sebaiknya anak dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan di bulan ramadhan, dan ini tidak perlu menunggu ia mulai berlatih puasa. Dikatakan oleh psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Sani B Hermawan Psi, bahwa mengajarkan dan mengenalkan anak pada bulan Ramadan bisa dilakukan setelah anak bisa berdialog dua arah. Misalnya usia 2 sampai 3 tahun.

Misalnya buka bersama, ini adalah kegiatan yang menyenangkan karena biasanya ada cukup makanan kecil, minuman, buah-buahan untuk si kecil ikut berbuka dengan berselara. Kenalkan istilah Ramadhan, Lebaran, bermaaf-maafan, sahur, dan lainnya, walaupun maknanya sendiri anak belum jelas. Tetapi paling tidak, dia mengenal atau familier dengan istilah tersebut,” tuturnya. 
Mengenalkan puasa bisa dilakukan dengan cara yang mudah, misalnya “Ayo dik, temenin Bunda buka puasa. Ini kan bulan Ramadhan, jadi Bunda harus berpuasa”. Atau “Adik, Mama mau masak spesial buat buka puasa nanti, kamu mau mama masakin apa? Kamu mau kan ikutan puasa bareng semua keluarga.”

Kita juga bisa membuat suasana yang berbeda dengan bulan-bulan selain ramadhan. Menempelkan riasan dengan gambar mesjid, membuat sudut tertentu untuk shalat berjamaah. Menceritakan cerita-cerita puasa, memperdengarkan lagu-lagu tentang puasa. Buat suasana rumah sehingga betul-betul terasa.

Beritahu Makna Puasa

Jika anak sudah mulai kenal, kini ibu boleh mulai menerangkan sejarah mengapa puasa itu wajib. Tekankan pada anak bahwa puasa harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati, bukan sekedar ikut-ikutan. Anak juga sebaiknya diajar untuk tidak menggunakan puasa sebagai ajang persaingan ‘siapa yang paling kuat menahan lapar’ dengan teman-temannya. Ingatkan selalu bahwa puasa bukan soal tidak makan dan minum, namun lebih kepada sikap hati yang benar di hadapan Tuhan dan sesama.

Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak manfaat melakukan puasa. Di antaranya dengan menjelaskan bahwa dengan puasa, maka anak jadi lebih bersyukur akan nikmat yang ada selama ini. Bahwa salah satu tujuan puasa ialah pengendalian diri.

Orangtua atau guru di sekolah bisa mengajarkan pengendalian diri pada saat puasa, seperti makan, minum, dan amarah. Hal itu bisa saja dilakukan agar anak pun lebih bisa mengontrol emosi. Selain itu, buat anak yang berhasil berpuasa, ada kebahagiaan dan kepuasan bahwa dia bisa mencapai suatu prestasi tertentu.

Step by Step

Setelah anak mengerti, maka ibu boleh menawarkan anak untuk mulai belajar berpuasa. Katakan bahwa godaan itu pasti timbul, namun asal ada tekad dan kesungguhan hati, maka anak pasti bisa mengatasinya. Beritahu juga bahwa anak tak perlu terlalu memaksakan diri, sebab untuk belajar berpuasa perlu waktu.

Mungkin anak bisa diminta berpuasa setengah hari saja pada awal pembelajaran, atau sekuatnya sampai dia merasa benar-benar tak mampu lagi. Intinya di sini adalah kondisi dan daya tubuh setiap anak berbeda. Jangan sampai anak sakit atau tertekan gara-gara terlalu memaksa diri. Selain itu, bukan lamanya waktu yang penting, melainkan kesungguhan hati anak. Jadi, ibu tak perlu memaksa anak memenuhi target ‘lama’ puasa sebab jika dipaksa, maka anak bisa mogok, bahkan benci berpuasa.

Dimulai dari pengertian yang benar dan langkah sederhana, maka anak pasti bisa mengikuti ibadah puasa dengan baik. Semoga bisa dijadikan bahan untuk mengajari anak kita berpuasa.

[bahan dari berbagai sumber]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s