Segala Perbuatan Tergantung Niatnya ..

2 comments

Pagi ini Ihsan ikut bersahur, ikutan puasa meski dibatasi sampe bedug dulu. Memang baru pertama kali diikutkan berpuasa. Pada saat duduk-duduk menunggu shubuh, mamanya menanyakan :

“Sudah berniat, Mas Can?”

“Apa niat itu Ma?” Spontan kami berdua menyebutkan sebaris kalimat ‘nawaitu shauma ..’ baru kemudian tersadar, apa sebaiknya sudah harus diajarkan bahwa berniat tidak sekedar membaca niat?

Anyway, jadi kepikiran mau menulis ini. Apa sih yang namanya niat? Kita sering mengartikan berniat sama dengan membaca niat. Ilustrasi gampang misalnya kita mau mendorong satu kotak berpindah 1 meter dari tempatnya. Kemudian di belakang kotak itu kita berseru “Saya berniat memindahkan kotak ini satu meter ke arah sana karena saya ingin” … kemudian kita diam melihat hasilnya? Apakah kotaknya berpindah? Tentu saja tidak! Karena kita setelah membaca niat hanya berdiam di belakang kotak tersebut. Bahkan orang lain yang ikut nonton bisa-bisa bilang “halaaaah ngga niat lo!!”. Padahal jelas kita tadi sudah membaca niat. Ya jadi niat harus kita sadari bukanlah kalimat yang kita baca di awal segala sesuatu yang kita kerjakan itu.

Mari kita buat ilustrasi lain. Ini seringkali dipertunjukkan oleh para motivator. Sekarang mungkin bisa anda praktekkan di rumah. Tuangkan dalam satu gelas air sampai dengan hampir mencapai bibir gelas. Sekarang bawalah berjalan gelas berisi air penuh itu menuju kurang lebih 4-5 M jauhnya dengan syarat tanpa menumpahkan dari tempat anda sekarang berada. Apa yang anda lakukan?

Anda pasti akan berusaha betul-betul memperhatikan cara berjalan anda, anda mencari titik keseimbangan dimana air tidak akan miring sehingga mungkin tumpah, anda mencari stabil dulu untuk melihat kondisi sekeliling, anda masih mendengar, anda masih bisa berbicara, tapi bila pembicaraan dan suara yang anda dengar mengganggu anda akan kembali berkonsentrasi, tapi anda juga tidak bisa tegang, karena kalau gerakan anda diganggu tegang akan terpatah-patah yang berakibat goncangan.

Nah seperti itulah niat .. ia terjaga dalam gerakan yang dilakukan. Tetap kita perhatikan. Kita menyengaja melakukan. Dan terus terjaga sampai akhir kegiatan yang dilaksanakan. Pada saat anda menghilangkan perhatian dari yang anda lakukan maka pekerjaannya akan rusak. Niat pada shalat, dijaga disepanjang shalat. Pada saat mengangkat takbir, karena Allah, ruku karena Allah, i’tidal karena Allah, dan seterusnya. Begitu pula berpuasa, bersahur karena Allah, melakukan apapun di dalam puasa tetap dengan menjaga kaidah puasanya karena Allah. Tidur puasa karena Allah, menjaga pandangan puasa karena Allah, beraktivitas dalam puasa karena Allah, menjaga hati puasa juga karena Allah.

Akan lebih mudah bila kita melibatkan hati pada saat kita melaksanakan kegiatan yang diniati. Ustadz Abu Sangkan sering mengibaratkan seperti orang yang bermain layang-layang atau tai chi. Pada saat seorang anak menarik benang layangan dengan hati terlihat badannya semua terkoordinasi. Seperti seorang yang sedang melakukan tai chi, dengan melakukannya disertai dengan perasaan maka akan ada aliran energi yang berkisaran di gerakan yang sedang dibuat. Ini alami. Demikian pula semua peribadatan kita lainnya. Dengan disertai hati maka koordinasi gerakan yang diniati tadi akan lebih mudah. Karena kontrol gerakan tadi memungkinkan kita bisa lebih leluasa untuk membaca doa, melantunkan ayat suci, dan lainnya, misalnya dalam shalat.

Jadi kalau kita berniat (bukan sekedar membaca niat), maka ada kesadaran untuk melakukan suatu perbuatan dengan menyengaja dan kesadaran itu hadir sepanjang perbuatan itu berlangsung.

Advertisements

2 comments on “Segala Perbuatan Tergantung Niatnya ..”

  1. exactly right, niat menjadi modal utama utk bergerak dan berusaha, kadang tanpa niat tulus kegiatanpun rasan-rasanan 😉
    nice post dok 😉

    1. Tapi keseringan, niat hanya ada di bagian depan. Shalat misalnya, pas di tengah2 pikiran ngayawara kesana sini .. karena niat kurang dijaga di tengah2 .. thanks mas Arul ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s