Pasien Cantik ..

16 comments

Ruang kerja saya masih penuh dengan buku, ketika wajah seorang paramedis muncul dari balik pintu. Sambil cengengesan, entah apa yang ada dalam pikirannya, ia memberitahukan

“Pak dokter, ada tamu” biasanya bila paramedis yang memberitahu berarti tamunya adalah pasien yang minta bertemu dengan saya. Saya sudah mengambil jas putih yang tersampir di belakang kursi ketika pintu diketuk lagi ..

“Selamat pagi, pak dokter”

Seraut wajah yang – bagaimana menyebutkannya.. – MasyaAllah, cantik sekali di balut jilbab dan kerudung tipis bermotif bunga menampakkan di pintu yang masih ditinggal terbuka oleh perawat saya tadi.

“Silahkan .. silahkan masuk” yang tersisa cuma refleks tuan rumah ..

Raut wajah cantik tadi sekarang masuk dengan membawa tubuh yang tak kalah indahnya. Sebenarnya dandanannya biasa saja, malah sepertinya wajah ini kurang kenal make up. Dan busana yang dikenakan pun malah tidak berkesan berlebihan. Mungkin karena yang memakai sudah dikaruniai keindahan alami lebih dulu, maka yang nampakpun seperti menghadirkan keajaiban alam di dalam kantor yang mungil ini.

“Ada yang bisa saya bantu, mbak atau ibu?”

“Rahma, panggil saya Rahma saja, pak dokter”

“Ada yang bisa saya bantu, Rahma?”

“Saya datang memenuhi panggilan pak dokter dan berencana menjadi kekasih pak dokter.” HUAAAAAHH??

“Apa? Bbb.. bagaimana .. Kapan saya memanggilnya?”

“Hampir setahun sekarang” Lugas sekali “Puisi yang dibuatpun indah sekali. Belum ingat ya?”

“B..bbelum .. eh bagaimana ya .. saya ini sudah beristri”

“Apakah itu masalah? Saya hanya menuntut keikhlasan pak dokter siang hari saja. Malam hari, meskipun saya hadir, saya tidak akan mengurangi waktu bersama keluarga. Siang hari saya dan Dari Mana saya hadir lah yang pak dokter harus jaga. Saya tidak sudi pak dokter mengalihkan mata kepada bu dokter, apalagi kepada wanita lain.”

“Lah saya kan punya pasien-pasien perempuan” sempat2nya saya mikir ini..

“Oh itu boleh, anggaplah itu darurat, tapi pada saat yang terpancar dari mata pak dokter, hawa nafsu dan bukan niat menolong, saya akan pergi dari sini. Oya saya ingin kita berdua-dua lebih sering, saya ingin kita lebih sering shalat jangan hanya berjamaah, tapi juga shalat tathawu. Saya ingin kita mengaji bersama tentang ayat, baik yang sudah ditulis, maupun yang kita baca dari alam. Saya ingin kita lebih banyak menolong orang. Saya tahu banyak yang bisa kita berikan kepada orang lain. Ada yang perlu pengetahuan pak dokter, baik tentang bagaimana anak tumbuh dan berkembang, maupun tentang pekerjaan pak dokter sendiri sebagai dokter dan kepala puskesmas. Kita akan banyak meneliti literatur, dan akan sharing sebisanya.

Untuk itu kita akan makan pagi-pagi sekali .. sebelum shubuh, dan setelah itu kita akan mengembara di dunia cinta kita sepuasnya. Kita akan makan lagi malam hari ketika saya mengantarkan pak dokter ke haribaan keluarga”

“Saya tidak boleh makan siang?”

“Jangankan makan, minumpun kita akan lupa.”

“Siang hari .. saya tidak boleh ketemu anak-anak ?”

“Boleh .. tapi cinta saya yang akan menyentuh mereka, pak dokter tidak boleh marah, jengkel, berkeluh kesah biarpun mereka nakal, ribut, menjengkelkan. Gunakan kasih sayang saya untuk membimbing mereka. Ingatkan saya karena saya selalu hadir.”

“Apakah kita akan bersama selamanya, Rahma?” mulai nakal ..

“Untuk beberapa saat iya .. sampai saya pulang mengikuti rembulan”

“Kenapa tidak bisa selamanya?” .. tak terkendali

“Seseorang dulu sudah pernah berkata, seandainya anda tahu betapa memabukkan cintaku maka niscaya ia akan minta diriku bersamanya sepanjang tahun”

“Apa malam hari kita juga bisa bertemu?” dan makin tak terkendali ..

“Saya akan tahu diri, itu hak pak dokter dengan keluarga, meski saya juga akan memberikan cinta saya melebihi siangnya, bila pak dokter mau menghabiskan malam berkasih-kasihan di depan Rabbul Izzati.

Saat saya nanti akan pergi .. saya akan lebih banyak menuntut ini”

“Baiklah .. aku mungkin sudah lupa puisi yang kutulis untukmu, Rahma. Aku mungkin akan terbatasi keinginan-keinginanku. Dan akan banyak membagi waktuku denganmu. Tapi, Demi Allah, di dalam sini, telah timbul cinta, meski kau hadir, sudah ada rindu, teramat sangat. Biarkan aku bersamamu” gombal! Pake air mata pula!

“Maaf pak dokter, bukan sekarang, saya akan datang seminggu lagi”

Dan akupun terjaga dari tidurku .. setetes air mata masih hadir .. tapi seulas senyum disertai bisikan ..

“Dan saat itu akan tersenyum menyambutmu, kasihku, .. Marhaban Ya Ramadhan, Bulan penuh Rahma(h) ..”

=====

SAYA DAN KELUARGA MEMOHON DIBUKAKAN PINTU MAAF SEBESAR-BESARNYA LAHIR BATHIN .. MARI KITA JELANG RAMADHAN TERCINTA DENGAN HATI YANG LAPANG .. MARHABAN YA RAMADHAN.

Dr. Agus CN

Advertisements

16 comments on “Pasien Cantik ..”

  1. mimpi yang indah…betapa telah menyatunya jiwa dgn si “rahma” sampe2 kebawa mimpi juga..pdhal sbntar lagi aja udh mau datang…

    1. Hahahaha bukankah enak kalo dibahasakan sesuatu yang dicintai itu dengan yang sering dan cukup jelas perwujudannya .. 😀 maaf kalo sampe salah sangka .. hehehe .. :rotfl:

  2. Seperti bidadari turun dr langit,begitu indahnya ramadhan,terukir certa dengan kata. yg membuat terbuai akhirnya ramadhan yg muncul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s