Shilatun, Shalatun & Shalawatun

No comments

Seorang pemuda berjaket kulit warna hitam, celananya juga masih ‘nganak muda’ banget datang dari jauh dengan memberikan senyuman merekah di bibirnya .. Ia mengembangkan tangannya dan kamipun berpelukan erat lama .. cukup lama sampai mataku terpejam dan basah oleh air mata .. kali berikutnya kesadaran menampar, saat dimana dibawahku ada hamparan awan begitu putih begitu lembut tapi menyangga .. sehingga kami bisa duduk dengan nyaman berhadapan .. pemuda di depanku tadi sudah berganti baju dengan gamis putih, baju yang sama membalut badanku yang mulai menggigil, tapi ini pasti bukan kedinginan. Wajah pemuda itu cerah sekali .. di antara berhembusnya angin dan bergeraknya selapis tipis awan di antara kami .. perbincangan hati itu pun dimulai …

“Lamanyaaa kita tidak bertemu yaa, Akhi” kataku

“Ah, Masa’ ? Sepertinya kita selalu bertemu, Tuan” pemuda itu menyahut .. Dia selalu memanggil saya Tuan, meskipun berkali-kali saya protes dalam pertemuan-pertemuan dahulu ..

” Ya? Saya kok ngga merasa kita akhir-akhir ini ketemu .. Apakah kita bertemu di suatu pelatihan? Di pertemuan tertentu yang saya silap melihat antum?”

“Bukan … kita nyaris bertemu setiap hari .. mungkin Tuan yang belum sadar betul .. ”

“Ah begitukah ?”

“Contohnya sekarang .. apakah Tuan tahu dimana kita berada”

“Semacam dunia mimpikah ini? Kenapa kita bisa mengapung di atas awan? Berat saya 100 kg lebih”

“Ah itu tanah, Tuan, memang sudah semestinya berat”

“Jadi maksud antum, ini hanya khayalan?”

“Apa tuan merasa berkhayal? Saya sadar penuh. Tuan pasti juga demikian, kalau tidak, pasti kita tadi tidak bisa saling melihat dengan menggunakan mata”

“Saya mulai bingung” Terus terang memang begitu perasaanku ..

“Saya ajarkan sesuatu Tuan .. agar kita saling bisa melengkapi .. Apa yang tuan kenal dengan istilah silaturrahim ?”

“Hmm .. Menjalin hubungan kepada sesama?”

“Dengan cara bagaimanakah ?”

“Berkunjung, menemui kerabat yang jauh, yang sedang sakit, kesulitan dll, …. ada apakah dengan Silaturrahim?”

“Bagaimana kalau saya tawarkan konsep bahwa silaturrahim adalah mekanisme yang selalu terjadi saat kita sedangshalat? Terutama berjamaah. Kita selalu “menyambungkan” (silatun) kasih sayang (rahim) kepada sesama”

“Bagaimana itu ya Akhii?”

“Pada saat ruh Tuan menghadap Yang Maha Luas, apa yang Tuan rasakan?”

“Bergetar seluruh tubuh saya, berkeringat, merinding dan seringkali saya betul-betul merasa tersungkur.. ”

“Apakah Tuan merasakan kehadiran Rasulullah?”

“Hah?” Saya betul-betul ternganga ..

“Ya .. Rasul-rasul dan jiwa-jiwa orang yang mati syahid berada di sisi Allah, Apakah Tuan menyadari kenapa kita diminta menyebutkan ‘Assalamu’alaika Ayyuhannabii warahmatullahi wa barakatuh .. dan juga atas orang-orang yang shalih ..’?”

Saya masih ternganga ..

“Orang-orang yang shalih, termasuk ruh orang-orang yang shalat yang membumbung menyatu dengan Al Wasii’ .. kembali kepada Allah, dimana kita menyambungkan kasih sayang (silaturrahim). Subhanallah .. Tuan jangan hanya mementingkan diri Tuan semata pada saat shalat, mintalah izin kepada Allah untuk bershalawat langsung kepada Rasulullah dan menyampaikan salam kepada orang-orang yang shalih .. saudara-saudara Tuan yang juga bermi’raj kepada Allah. Demikian pula ketika ruh yang bersama (berjamaah) itu bergabung menghadap dan menyatu dengan Rabbul Izzati .. Sadarkah Tuan kenapa memutus silaturrahim sangat dimurkai Allah?”

“Karena itu sama dengan memutus hubungan dengan Allah sendiri” aku tersedak ketika kalimat itu meluncur di mulut tanda pengetahuan telah sampai lagi kepada diri ini ..

“Betul,” Pemuda itu membenarkan dan tak terasa lagi air mata mengucur di pipi ini .. “Begitulah Tuan mesti memaknai, Shilatun, Shalatan dan Shalawatun. Kita akan bertemu lagi setiap shalat, Tuan” …

Terhenyak aku mengendurkan pelukan kami, masih dengan mata yang basah .. Pemuda di depanku masih berpakaian hitam layaknya anak muda. Dan senyum cerahnya memberikan pengertian bahwa pengetahuan tadi mereka dapatkan bersama-sama hanya karena Allah Yang Maha Pemurah memberikannya .. Segala ibadah yang dilakukan dengan khusyu’ dan ikhlas karena mengharap ridla Allah semata akan membawa (ruh) seseorang mencapai alam muraqabah dimana dihamparkan pengetahuan dan kita tinggal memetik saja. Alhamdulillah. Pemuda itupun berpamitan mau berganti baju, karena akan memberikan ceramah di pengajian kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s