Tiga di Kehidupanku

2 comments

*Maaf, ini bukan iklan provider GSM*

  • Samudra Alfatihah, satu dari buku yang dibelikan Ibu pada saat masih SMP. Mungkin beliau berharap agar bacaan wajib shalat ini tidak hanya didengungkan tapi dimengerti keluasannya.
  • 3 Konsep Islam = Islam, Iman dan Ihsan. Dipelajari sejak mulai hanya dihapalkan definisinya, didalami pada waktu kuliah, dibaca-baca buku-buku mengenainya.
  • Quantum Ikhlas, sebuah pelatihan yang terdiri dari MindFocus, HeartFocus dan SoulFocus. Sudah mengikuti MindFocus dan HeartFocus. Berharap kapan2 terpilih mengikuti SoulFocus.
  • Sebuah khutbah Jum’at di Mesjid Jami’ Kecamatan Gending, dalam perjalanan pulang dari sebuah rapat. Inti khutbah itu begini : Ibadah Mahdhoh harus memenuhi 3 syarat : Sesuai Aturan, Ikhlas dan Terhindar dari Syirik.

Tersadarkan

Usai mengikuti Pelatihan Shalat Khusyu di Lumajang, yang kali ini dilatih langsung oleh ustadz Abu Sangkan, terdapat semacam keinginan berontak dari pikiran-pikiran yang ada di bawah sadar. Dan masing-masing menyatakan keinginan bahwa ada benang merah antara tiap-tiap peristiwa.

    Allah menyebutkan bahwa Alfatihah adalah untukNya dan hambaNya. Bagian pertama adalah untuk Allah, bagian akhir permohonan menunjuki jalan yang lurus adalah untuk hamba, sedangkan bagian tengahnya, ayat Iyyakana’budu waiyyakanastain disebutkan sebagai “sebagian untuk Aku dan sebagian untuk hambaKu” Islam sebagai konsep adalah peraturan-peraturan yang pasrah diikuti, dan letaknya tentu saja di otak, pikiran. Mind. Iman, sepertinya kita sepakat untuk tidak menunjuk kepala pada saat bicara iman. Biasanya kita akan meletakkan tangan kita di dada. Tempatnya jantung. Heart. Ihsan adalah perintah “melihat Allah”. Bagi saya ini cocok sekali dengan Soul, jiwa, ruh yang kembali kepada Allah. Pada saat dinasihati khatib mesjid jami’ tersebut terasa denyutan aliran yang melewati benang merah itu terasakan.

Aplikasi

Shalat misalnya adalah tuntunan, aturan-aturan yang harus ditaati mulai dari niat sampai salam, didalamnya ada cara-cara yang harus dilakukan yang tidak boleh dikreasi sendiri. Tapi diajarkan sejak Rasulullah mendapatkan perintahNya. Bagian ini bila dilakukan dengan ketundukan pikiran — pada saat mind dalam keadaan relaks — dimana terdapat potensi penggunaannya yang luar biasa, bukan hanya keseimbangan penggunaan otak kanan dan kiri, daya analisis dan kreasi, juga berkembangnya kemampuan otak tengah dengan berbagai kemampuan ‘ajaib’ yg sudah terbuktikan. Pada saat ini diyakini pintu keseimbangan di otak ini adalah pada saat kita sedang melewati gelombang alpha. Demikian juga raga yang tunduk dengan aturan ini sangat menyehatkan. Jalan yang lurus. Jalan yang nikmat. Bukan jalan yang keliru. Sehingga pada saat dilakukan ruku’ dan sujud yang benar misalnya, yang didapatkan nikmat, istirahat, rasa nyaman, bukan rasa capek.

Dibarengi pula dengan sikap yang ikhlas, dimana pelaksanaan ibadah adalah mengikuti kehendakNya yang hakiki, merasa positif (positive feeling) dan tiada punya tendensi selain ridha Allah semata. Tujuan penghambaannya jelas, karena ikhlas dengan ibadah itu sendiri hanya diperuntukkan bagi Allah. Namun bagian di Heart ini saya yakin pembagiannya paro-paroan .. Allah menerima bagianNya dan Allah memberikan bagian kita dengan :

    “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar .. Dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. .. Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya” (QS 65: 2-4).

Luar biasa!, meskipun tujuannya penghambaan, namun jaminan Allah begitu menyeluruh kepada hambanya, keluar dari kesulitan, dicukupi kebutuhan dan mudah dalam urusan. Sebagian untukKu dan sebagian untuk hambaKu.

Barangsiapa yang sudah mengikuti HeartFocus pastilah hapal betul dengan kondisi ikhlas dimana keajaiban ternyata betul-betul sangat ilmiah. Manakala kita betul mengondisikan hati dalam keadaan ikhlas maka pembuktian dari ayat-ayat itu mulai bekerja dengan menggerakkan mekanisme quantum yang tenar disebutkan sebagai Law of Attraction. Kekuatan yang ditimbulkan oleh hati yang ikhlas ini jauh melampaui kekuatan otak. Dan ini terukur nyata oleh pengetahuan.

Dan yang terakhir, adalah Ihsan. Wujud dari tugas kekalifahan. Ubudiyah. Penghambaan semata-mata. Dengan menempatkan wujud coeternal Allah, ruh — yang meliputi jasad tanah ini — kembali kepada Allah. Silatun. Sambung. Pulangnya “Aku” kepada Sang Peniup-nya. Kembali pada Sang Maha Luas. Sebagaimana persaksian yang pernah dilakukannya.

Alastu birabbikum (bukankah Aku ini TuhanMu?)

Bala syahidna ! (benar wahai Tuhanku, aku bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhanku)

Dan hanya segala puji yang pantas diucapkan pada Tuhan Seru Sekalian Alam, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Yang Menguasai Hari Pembalasan!

.. Terlepas Syirk
..
Ikhlas
.. Tuntunan, Aturan

.. Soul
..
Heart
..
Mind

.. Ihsan
.. Iman
.. Islam

..UntukKu
..UntukKu dan Untuk HambaKu
..Untuk HambaKu. ..

Sesungguhnya ini hanyalah rangkaian yang berjejalan dalam kepala dan dada saya, jangan dijadikan teori. Saya adalah tempatnya khilaf, maafkan. Tolong koreksi. Dan carilah kebenaran dari Kebenaran Yang Hakiki

Advertisements

2 comments on “Tiga di Kehidupanku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s