7 Phases of Grief

No comments

Siapa orang yang tidak pernah kehilangan. Kecil atau besar kita pernah merasakan berpisah dengan sesuatu yang berarti buat kita. Mungkin itu sekedar gadget atau mungkin malah orangtua atau anak ..
Sesaat setelah kita mengetahui "keadaan kehilangan" tersebut kita sudah memulai phase of grief (fase bersedih?). Dan tidak ada cara yang paling benar atau paling salah dari bersedih. Semua perasaan pada waktu itu normal. Namun barangkali akan sangat membantu bila kita mengetahui urutan kejadian yang umum digambarkan pada orang yang bersedih.
1. Shock adalah tahap pertama. Hal ini biasanya disertai dengan rasa terkejut atau mati rasa.
2. Denial (Penolakan) biasanya mengikuti dengan cepat. Tak jarang kita mendengar "Aku tidak percaya," atau "Ngga mungkin !"
3. Bargain. Apa ya bahasa Indonesianya .. tawar-menawar .. prosesnya kurang lebih demikian. Sebenarnya konteksnya masih tidak menerima, tapi ada keinginan untuk menawarkan sesuatu kita sebagai pengganti. "Ah seandainya beliau ngga segera pergi, saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada beliau" dan seterusnya semacam itu.
4. Guilt (rasa bersalah) . Biasanya fase ini yang paling menyakitkan, karena kita menghukum diri kita sendiri dengan sesuatu yang kebanyakan keliru "aaagh seandainya aku ngga …" atau "cobaaa dulu aku baik sama dia .." dst dst ..
5. Anger (marah). Sebagian besar memang berupa marah tapi yang bisa cukup bijak menyikapi menjadikan ini semacam semangat untuk melewati masa ini. Jarang sekali fase ini tidak ada. Karena titik balik dari mulai mencari jalan melewati masa bersedih ini justru ada disini.
Meski demikian sebelum masuk pada pemafhuman ada satu fase yang kerap kita generalisasi sebagai bersedih.
6. Depression. disini biasanya kenangan datang dan pergi. Tentu saja ini tetap dianggap normal, masa bersedih bisa sampai dengan 6 bulan dan tetap normal tapi tentu saja ini pada yang kehilangan teramat sangat, sedangkan depresi hanya karena kehilangan pekerjaan atau bermusuhan dengan sahabat karib bisa lebih cepat teratasi. Kebanyakan teori menyatakan Depresi bisa mulai recovered kurang dari 2 minggu.
7. Acceptance and Hope (Penerimaan dan Harapan). Disini tercapai pengertian, bahwa hidup tanpa si fulan sudah tidak sama lagi dengan sebelumnya (atau semacamnya), but hey, life must go on .. yaiy !

What To Do

  • Berbagi perasaan dengan seseorang, wajib! Step ini juga diyakini mengurangi hasrat otak untuk memerintah lambung mengeluarkan asam. Jadi ‘curhat’ meski belum menyelesaikan masalah nampaknya akan sangat membantu. Tentu saja harus memilih teman yang dapat dipercaya.
  • Mendiskusikan perasaan itu dengan terbuka dan jujur, ini biasanya agak sulit. Kebiasaan ini biasa kita tonton di group terapi di negeri2 barat.
  • Berdayakan diri anda. Carilah kegiatan yang bisa membuat anda memanfaatkan kemampuan menolong orang lain.
  • Well .. bila sakit berlanjut hubungi dokter.

Sebenarnya di bagian akhir itu ngga harus dokter juga. Kadang-kadang seseorang yang bijak, nasihat agama yang bisa diterima oleh yang bersedih akan juga bisa dianggap pertolongan profesional.
Sampai fase mana anda ?

[draguscn, dari berbagai sumber]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s