Sunyi ..

No comments

 Ombaknya berdebur pelan ..
Perahu yang ditambatkan pun berayun sejalan
Terkadang terdengar camar berteriakan ..
Bunyi gesek pasir dirasakan ..
Bak kata-katamu yang berjatuhan ..
Di mangkuk ingatan dan terlupakan ..
Aku sesap kesunyian ..

Pernahkah anda merasakan kesunyian pada saat berada di keramaian? Di sekolah, kampus yang ramai, pada saat berkumpul dengan keluarga atau teman, bahkan pada saat berada di dekat orang yang paling anda cintai? Jelas sekali ini tidak disebabkan kurangnya cinta atau hubungan sosial. Perasaan sedih dan keterpisahan juga pasti bukan hal yang bisa kita benarkan. Namun demikian perasaan seperti ini sudah sering dikeluhkan oleh banyak orang.
Di awal tahun 1998 saya ingat betul sering naik bis patas AC di Jakarta yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam .. seringkali saya melihat jalanan ramai malam hari dan beberapa pembicaraan di sekitar saya. Tapi hati saya terasa lonleeeh (=lonely dilebih-lebihkan). Berjarak 12 tahun saya mencicipi lagi jalanan di Ibukota, saya mencari perasaan yang sama seperti dulu dan saya tidak menemuinya.
Orang biasanya jarang menginginkan kesepian, meski banyak yang mencoba mencari suasana sepi untuk menyelesaikan tugas, mencari ide dan kadang hanya untuk relaksasi. Katakanlah kita mencoba menghindari suasana ramai untuk bisa berkonsentrasi, tapi pada saat kesepian, kesunyian menghampiri hati kita biasanya kita akan beranjak untuk mencari orang lain.
Jadi apakah sebenarnya loneliness itu ? Let’s Wiki explain ..
Kesepian, kesunyian tidak sama dengan kesendirian. Banyak orang memilih sendiri keadaan sendirian. Sendiri bisa dialami dengan positif, menyenangkan dan menyegarkan emosional jika terkontrol. Keadaan memilih sendiri kesendirian dan keterpisahan dari orang lain disebut solitude (kesendirian). Kesepian, kesunyian adalah kesendirian (solitude) yang tidak diinginkan. Kesepian tidak selalu membutuhkan keadaan sendiri dan dapat dialami di keramaian. Kesepian bisa dijelaskan sebagai

  • keadaan tidak ada yang mengenali, memahami atau memberikan belas kasih kepada dirinya.
  • perasaan terisolasi dari individu lain, terlepas apakah itu memang benar saat itu terjadi atau tidak.
  • kerinduan terhadap cinta atau persahabatan, yang tidak terpenuhi, tidak dapat dicapai atau memang kurang dirasakan selama hidupnya.

Keretanya sudah pergi ..
Yang tersisa stasiun tua dan penunggunya yang terlelap ..
Hati yang kutinggal disini penuh racun kesepian ..
Dan kau taburi dengan pahitnya kenangan ..
Kita harus beranjak, kawan ..

5 don’ts

1. Terobsesi pekerjaan.
Kebanyakan orang yang merasakan sepi mengatasi kesepiannya dengan mengubur diri dengan pekerjaan. Pekerjaan yang bertumpuk memang bisa menghindarkan sebentar pikiran yang kalut .. namun juga menjadi tidak sehat pda saat sudah terlalu berlebihan. Bahkan beberapa terapis mengatakan akan menambah besar “ruang kesepian” di dalam diri.
2. CLBK
Kadang orang yang merasakan kesepian juga mudah menyerah pada hubungan yang pernah sebelumnya berhasil. Seorang sahabat lama, mantan pacar bahkan mantan istri atau suami. Kadang tidak peduli bahwa situasi saat itu sudah sangat berlainan dengan keadaan dulu.
3. Hasrat untuk Populer.
Bisa dimaklumi bahwa orang-orang kesepian menganggap lawan dari keadaan merasa sendiri adalah keadaan dikenali banyak orang (populer) . Semakin tinggi popularitas itu semakin tinggi hasrat memilikinya dan semakin menjadikan pelakunya merasakan kesendirian. hal ini bisa dimaklumi karena semakin banyak teman semakin dangkal pertemanan dan itu kembali akan menjadikan rasa sepi.
4. Terlibat dalam kegiatan tidak sehat
Obat, alkohol, seks (premarital/ekstramarital), perjudian dll sudah bisa dimaklumi sebagai ajang pelarian. Namun jelas membawa ke masalah lain yang lebih parah.
5. Salah memilih peergroup.
Fungsi kelompok – dalam terapi- adalah mengatasi kesepian. Tapi bila yang kita pilih kelompok yang salah maka biasanya akan berakhir dengan tidak terselesaikannya permasalahan kesepian.
Nah, apa anda juga merasa kesepian ?

Foto-foto Derawan diambil dari Album Derawan Seorang Sahabat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s