CMIIW ..

No comments

Sudah lama saya ingin menulis ini .. namun selalu terhalang ketidakberanian dikoreksi, diremehkan dan mungkin dianggap aneh. Tapi setelah lama dipikir kalau disimpan mungkin saya tidak pernah bisa menguji apakah pengetahuan ini sudah benar atau ternyata saya masih harus membenahinya. Mengertilah bila saya terasa dangkal karena latar belakang pendidikan saya yang tidak mengkhususkan pada masalah ini, dan pada tempatnyalah untuk anda yang memiliki pendapat dan pengetahuan yg dalam saya minta untuk memberikan koreksi.

      Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (AlQur’an) dan Rasul (Sunnah)-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. [4:59]

Ruh, Nafs dan Qalb

Ini adalah tempat asal dimana saya minta dikoreksi.. Saya tahunya ini adalah bidang garapan agama yang hakiki. Karena tujuan penghambaan baru sempurna pada saat hati dilibatkan. Saya mengartikan Qalb sebagai wadah dimana terjadinya rasa, dimana terjadi pengaruh antara baik dan buruk, yang kemudian menentukan tindakan kita berdasarkan keikhlasan atau tidak. Qalb adalahtempat peperangannya.

      Yet, for the majority, it is the battleground of two warring armies: those of Nafs and Ruh
      [mbah wiki]

Ruh — saya mengambil sesuai dengan pendapat bahwa ruh ditiupkan. Dan kabarnya tidak ada ayat alQuran yang menyatakan bahwa ruh diciptakan. Sehingga rasanya tepat istilah coeternal — apa ya bahasa indonesianya .. bukan bagian karena Tuhan tidak terbagikan, semacam keberadaan Illahiah. Meski saya juga ngga berani berpendapat demikian. Nah ruh yang ditiupkan ke dalam jasad manusia ini sebagaimana ‘asal‘-nya adalah sesuatu yg benar (sesuai dengan keinginan Allah). Jadi yang dilakukannya adalah berperan sebagai pihak yang benar. The Right side. Pembisik kebenaran. Dan kalau benar hipotesa saya ini maka itu adalah suara hati nurani. Pada saat kita melakukan kesalahan, selalu ada yang memberitahu yang sering kita namai dengan suara hati kecil (nurani) .. nah ! Itulah dia .. konon suara itu betul-betul kecil jika dibandingkan dengan suaranya nafsu.

ya Nafs, The Wrong side. Konon nafs timbul dari pergesekan yang terjadi karena ruh yang ditiupNya bertemu dengan tubuh (tanah) sehingga yg terjadi adalah cahaya juga tapi redup. Dalam pikiran saya ini diwakili oleh cahaya api. Tapi bacaan tentang Nafsul Muthmainnah menjadikan saya membayangkan nafs sebagai mustang. Kuda liar. Yg jika dibiarkan akan mencelakai penunggangnya, tapi jika benar diperilakukan akan menjadi kendaraan yang cepat menuju kepada Nya.

Battleground (baca : hati, qalb) tempat bertempurnya Nafs yg memang aslinya liar dan difasilitasi oleh setan sebagai pembisik yang sangat mengerti bagaimana membuat mustang benar-benar melemparkan penunggangnya kepada kefasikan. Sementara itu nurani juga punya backup : inayah (pertolongan Allah). Jadi memang sulit sekali menang kalau memang kita tidak mempersiapkan diri. Karena konon pertolongan Allah hanya datang bila kita bersiap diri. Nah disanalah timbulnya menurut saya istilah tasfiya alQalb. Dan sekali mulai memberikan perlawanan suara nurani akan terdengar oleh kita, ini harus terus dituruti .. sehingga suaranya makin keras mengendalikan sang kuda liar, menenggelamkan bisikan setan dan menjadikan kita semakin sesuai dengan kehendakNya.

Wallahu’alam bissawab

    [disclaimer] : semua tulisan diatas ini adalah murni pendapat saya, meskipun dipengaruhi oleh berbagai tulisan. Sengaja ditayangkan, semata-mata demi saya mendapatkan koreksi bila salah dan penguatan bila ada benarnya. Jangan menganut pendapat ini tanpa menggali lebih dalam.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s