Belajar Memaknai Sumpah Pemuda

No comments

Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera Dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Hari ini, 28 Oktober, 80 tahun yang silam di Gedung Oost-Java Bioscoop para pemuda waktu itu meneriakkan untaian kata-kata yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Sumpah Pemuda. Aslinya sih sepertinya ngga ada bunyi-bunyi bersumpah. Adanya cuma 2 buah pengakuan dan sebuah keinginan menjunjung bahasa persatuan.

Pengakuan terhadap tumpah darah yang satu

Mengaku bertumpah darah yang satu sangat gampang, karena siapapun yang bunyi akte kelahirannya di kolom tempat lahir masih diisi Rumah, RS, Puskesmas, Rumah Bersalin dll  dalam wilayah negara Indonesia, tentunya bisa mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.

Tapi sebagaimana syahadat yang berupa kesaksian setelah pelafalannya disertai dengan kewajiban-kewajiban syar’i dan keharusan menjadi rahmatan lil alamin, maka begitu pula seharusnya pengakuan terhadap tanah Indonesia. Harus disertai dengan konsekwensi.

Tanah Indonesia adalah wilayah kedaulatan Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke dikurangi beberapa pulau yang dicolong tetangga kita, timor timur yang katanya ngebet bikin presiden sendiri dan juga jangan dilupakan pulau-pulau yang sekarang menghilang karena tanahnya dikeruk sama tetangga lainnya.

Trus kalo semua itu kita akui sebagai tanah kita (airnya juga), apa yang sudah kita lakukan terhadap pelanggaran-pelanggaran wilayah yang sekarang banyak mengurangi hasil laut kita, bagaimana dengan perusakan hutan-hutannya. Bagaimana pula dengan hasil buminya, seperti LPG yang lebih banyak merugikan kita karena dijual ke negara lain daripada kita nikmati dengan harga yang wajar di negara sendiri, hasil tambang-tambang lainnya – yang konon yang menikmati lebih banyak bukan kita.

Sudah ngapain kita  dengan semua itu? Apakah kita sudah menunjukkan keberadaan pemuda Indonesia dalam ikut serta menyelesaikan masalah-masalah tadi? Atau kita sekedar bisa marah dan ramai berkomentar pada saat pulau-pulau, hasil-hasil bumi kita berhilangan dari kesempatan untuk dinikmati bangsa sendiri? Atau malah kita cuma bisa bingung pada saat diberitakan, ngga tahu masalah itu pernah ada?

Segini aja deh .. pendapat saya mungkin benar mungkin salah, setidak-tidaknya saya mau ikutan urun pendapat di hari-nya sumpah pemuda yang ke-80 tahun ini ..

ASI, air susu ibu, keuntungan, kelebihan

post ini dibuat dengan windows live writer ® sebagaimana dapat anda temukan di blog puskesmas | opm | bljrblog | balita | hkn | idi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s