Apa bisa meraih KEMENANGAN?

7 comments

Khatib Jum’at kemaren – standar .. sesuai momen – bicara tentang hikmah bulan Ramadhan, dan beliau mengatakan sekarang adalah waktunya kita meraih kemenangan. Jadi kepikiran .. yang saya rasakan saat ini, soalnya, jauh dari mendapat kemenangan ..

Meski waktu saya bikin tulisan ini kemaren, cuma mencoba memaknai puasa, ternyata oleh pak Imam Masjid Jami’ Kraksaan diamini. Puasa yang digolongkan mendapatkan kemenangan adalah apabila dalam training center ini menjalaninya dengan baik dan sesudahnya pun menjadi lebih baik ..

Jadi mungkin sekarang kita harus menjawab sendiri pertanyaan udah cukup ngga kita berlatih di bulan ramadhan ini? Secara sederhana mungkin kita bisa mengukur kuantitas berbagai ibadah yang kita jalani. Namun kualitas harus sedikit lebih dikaji, misalnya berapa banyak dari sekian shalat wajib, sudah dilaksanakan di awal waktu, ikhlas dan khusyu, tidak disertai selain na’budu? Atau berapa banyak ayat yang dibaca dengan pengertian terhadap apa sebab turunnya, apa keharusan mengikutinya dan apa ilmu yang ingin disampaikannya? Mungkin daftarnya bisa jadi sangat panjang ..

Sesudah itu mungkin harus disertai dengan tekad yang tidak kalah “baik”nya di luar Ramadhan. Apakah shalat secara kuantitas sudah sama jumlahnya dengan shalat-shalat Ramadhan? Sunnatnya misalnya diganti dengan memperbanyak dhuha dan tahajud, atau rawatib? Wah jangan sampai wajibnya aja jumlahnya bisa berkurang .. 🙂 Atau shalat wajibnya, jangan hanya karena toleransi waktu shalat kita bisa tepat waktu di bulan Ramadhan sedang di luar Ramadhan bisa jadi di awal waktu shalat berikutnya .. Dan jangan lupa mbah nyai gerandong yang kemaren itu dipenjara sekarang sudah keluar untuk mulai ngajakin lagi ke arah kesesatan .. 

Nah kalo sudah gitu sudah berani ngga kita ngaku-ngaku mendapat kemenangan ??

Related Posts :

Advertisements

7 comments on “Apa bisa meraih KEMENANGAN?”

  1. kan menang kalah itu seperti siang dan malam, seperti senang dan susah. Masa iya mau menang mulu 😛

    Nambahin satu lagi cara mengkaji kualitas kita, kita perhatikan apakah segala ritual egois kita (perburuan pahala pribadi) akhirnya bisa mengubah kita jadi pribadi yang lebih baik, yang jadi rahmat bagi semesta..

  2. Bukannya sebenarnya menang terus .. hijab dari manfaat saja yang bikin kita bilang itu kalah ..
    🙂
    Saya setuju, memang mestinya saya menuliskan bagi yang sudah bisa kembali dari memperbaiki diri sendiri .. mestinya dia bisa memperbaiki lingkungannya .. agar terwujud rahmat bagi semesta. Saya mungkin terlalu terfokus apakah bisa konsisten dengan yang sudah didapat. Trims masukannya.

  3. Lho kok malah nuduh seleb, justru saya yang merasa terhormat dikunjungi oleh dokter sibuk yang sekaligus seleb 🙂

    Terimakasih.

  4. baiklah .. sudah saja antara mantan seleb dan calon seleb sesama blogger kita bisa menghormati pendapat masing-masing grak!! tegaaaap grak!
    hehehe iya sibuk bener. tapi kalo selebisme dihitung dari kunjungan maka saya cuma pernah jadi calon yang juga terkenal notoriousnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s