Dr. Wawan merangkum ..

2 comments

drwwn

Nama : Ahmad Suryawan, MD Paed
Tempat/Tgl. Lahir : Malang, 9 Januari 1967
Agama : Islam
Alamat : Karah Indah Blok L-30, Surabaya 60232
Marital Status : Menikah
Jabatan Sekarang : Full-time Staff pada Divisi Tumbuh Kembang – Departemen Kesehatan Anak, UNAIR – RSU Dr. Soetomo

PENDIDIKAN

  • Dokter Umum : FK Unibraw, 1991
  • Spesialis Anak : FK Unair, 2002

KARIR PROFESI

  • 1992-1995 : Dokter Puskesmas di Maumere, Flores
  • 1997-2002 : PPDS Pediatri UNAIR
  • 2002-2003 : Staff Departemen Kesehatan Anak – RSU Dr. Soetomo
  • 2003-2005 : Dr. Spesialis Anak di RSU Maumere, Flores
  • 2005-sekarang : Full-time Staff pada Divisi Tumbuh Kembang – Departemen Kesehatan Anak, UNAIR – RSU Dr. Soetomo

KARIR ORGANISASI

  • 2001-2003 : Board of East Java Child Protection Body
  • 2001-sekarang : Organizing Comitee pada Pers Forum RSU Dr. Soetomo
  • 2005-sekarang : Staff Ahli pada East Java Child Protection Body
  • 2005-sekarang : Staf Pengajar FK Unair
  • 2005-sekarang : Anggota IDAI Jawa Timur

TRAININGS

  • 2000 : Neonatal resucitation training (Surabaya)
  • 2002 : Advanced Pediatric Life Support (Surabaya)
  • 2002 : 1st Asian Pediatric Infectious Congrees (Pattaya Thailand)
  • 2003 : ASEAN Childhood Leukemia Workshop (national University Hospital – Singapore
  • 2005 : Integrated Management of Childhood Illness Training (Surabaya)

PENGHARGAAN

The Winner of “Young Researcher Award” – 11th ASEAN Pediatric Federation Conference / 12th National Congress of Child Health, Bali – Indonesia July 4 2002 (Judul Penelitian : Effect of early dexamethasone administration on CSF lactate levels in infants and children with bacterial meningitis)

Dr. Wawan membawakan presentasi dengan judul :

“REDISCOVERY”
PENTINGNYA STIMULASI DINI PADA ANAK

Dr. Wawan menjelaskan bahwa yang dikemukakan oleh 2 pembicara yang terdahulu baik Prof maupun Mas Vicky adalah dasar yang sangat penting dalam menentukan materi tumbuh kembang anak yang akan dibawakannya.

Beliau menerangkan bahwa yang beliau kemukakan bukan sesuatu yang baru. Karenanya hanya berjudul “rediscovery“. Menemukan kembali betapa pentingnya yang dinamakan stimulasi. Beliaulah yang secara cermat menekankan baris kalimat “nutrition is important, without stimulation is nothing”-nya mas Vicky.

Sedikit demi sedikit “penonton” mulai tersedot perhatian kepada presentasi beliau yang memang banyak gambar dan hanya mengandalkan suara beliau sebagai pengantar ilmu yang ada dalam gambar tersebut. Sayangnya saya ngga dapat “bocoran” presentasi beliau untuk ditampilkan disini.

Landasan yang beliau ambil juga sangat mirip dengan yang dikemukakan oleh mas Vicky dan Prof bahwa pentingnya perkembangan otak di usia balita, bahwa percepatan terjadi dari 5 bulan kehamilan sampai dengan dan 0-3 tahun. Bahwa ASI adalah produk terbaik yang pernah ada yang sangat kompatibel dengan semua jenis kebutuhan bayi saat itu.

Satu juga yang menjadi dasar penting adalah bahwa sel otak tidak bertambah, tapi yang terjadi penambahan adalah sinaps, penghubung antara sel saraf tadi. dan itu terjadi pada saat stimulasi. Sinaps bisa bertambah dan juga bisa berkurang, tapi satu sinaps yang sudah berkembang kemudian mati tidak akan pernah hidup kembali.

Momen Terpenting

Menurut saya ini adalah saat yang paling penting dari seluruh yang beliau presentasikan kalo bukan dari seluruh jalannya simposium ini ..

Beliau menjelaskan dengan menampilkan 4-5 video embed ke presentasinya, alunan atau nada dari musik klasik yang dialunkan pada saat seorang pasien dilakukan pemindaian kelistrikan otak. Dari gambar yang disampaikan nampak jelas terjadi perbedaan pada saat alunan bach, chopin dan beberapa yang saya ngga tahu dibandingkan dengan pada saat mozart yang beliau anggap simfoninya paling lengkap menstimulasi otak. [trus dimana istimewanya ? dari dulu juga orang tahu musik berpengaruh meski tidak bisa mempresentasikan seperti itu] .. hmmm ..

Perhatikan dasar yang beliau berikan ..

Sinaps hanya akan terbentuk melalui mekanisme stimulasi, disengaja atau tidak, baik ataupun buruk. Kita sudah sama menyadari bahwa musik merupakan salah satu nada yang bersifat stimulan. Bagaimana dengan nada lainnya? Ya, berlaku hal yang sama! Nada suara kita pada saat berbicara dengan anak kita adalah yang paling utama didengarnya.

Dapatkah anda membayangkan sinaps yang mati akibat stimulasi yang salah? Atau yang justru menyebabkan berkembangnya pikiran yang tidak baik? Bisakah anda membayangkan apa yang terjadi pada anak yang sebenarnya dengan mudah akan jadi pembicara yang ulung karena bakat sinaps yang sedang berkembang tapi kemudian anda selalu menghardiknya “DIAAAAAAMMMM!!!”. Bagaimana dengan calon pianis? calon ustadz? calon dokter? dan lain-lain yang harus hilang kemungkinan tumbuh ke arah itu karena sinapsnya mati? karena nada (baca: stimulasi) yang seharusnya didapatkan tidak ada pada saat otaknya paling cepat berkembang?

Bisakah anda membayangkan apa jadinya kalau kita berbicara kotor di hadapan anak dan itu menjadi sinaps yang justru hidup sampai dia dewasa? Bagaimana seorang penjahat, bajingan dan seluruh topan badai @#$%&^%$$ lainnya bisa muncul didunia ini kemungkinan karena nada yang salah yang melekat erat dalam otaknya?

Mengertikah anda kini kenapa kita disebut bisa jadi apa saja? Bahwa tarbiyah merupakan salah satu fungsi penting dari keluarga?

Semua itu disajikan gamblang melalui bukti ilmiah yang tak terbantahkan. Sebagai salah satu tambahan sentimentil, tanpa terasa ada genangan di pelupuk mata saya begitu teringat banyak “nada fals” yang saya sering lantunkan di hadapan anak-anak saya .. terasa banget rasanya kalo dihajar pake ilmu sendiri..

Well, kita balik lagi ke materi. (sroooooott..)

Di sesi sehabis makan siang .. Dokter Wawan mendemonstrasikan (karenanya disebut sebagai mini workshop) bagaimana melakukan deteksi dini pada tumbuh kembang anak.

Simposium DDTK (96)

Simposium dan mini workshop ini ditutup dengan manis oleh Dokter Wawan dengan gairah meletup ingin memberikan yang terbaik buat buah hati sendiri dan keinginan kuat untuk makin menggalakkan program ini .. Trims Dok!

Related Articles :

Advertisements

2 comments on “Dr. Wawan merangkum ..”

  1. Mungkin karena bahan yang diberikan juga adalah bahan yang paling sensitif dengan posisi orangtua = anak. Jadi berasa nendangnya ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s