Prof. Sinto bercerita ..

3 comments

profsintoNama : Prof. Moersintowarti B. Narendra, dr. MSc, Sp.A (K)Tempat/Tgl. Lahir : Bandung, 3 Februari 1943
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jl. Mangga A No. 17-19 Perum Sekarkedangan, Sidoarjo
Keluarga : Bersuami, Anak 3 dan Cucu 5 orang

Email : moersintowarti@telkom.net; tikar@pediatrik.com

PENDIDIKAN

  • Dokter Umum : FK Unair, 22 maret 1969
  • Spesialis Anak : FK Unair, 1 Nopember 1973
  • MSc in Mother & Child Health : Univ of London, 8 Januari 1980
  • Spesialis Anak Konsultan TK Ped Sos : Th 1992

JABATAN

Guru Besar – Tenaga Pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

ORGANISASI

  • Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak – Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo (1990-sekarang)
  • Ketua Kelompok Studi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja FK Unair/ RSU Dr. Soetomo (1990-sekarang)
  • Ketua Minat S2-KIA, Program Studi Ilmu kesehatan Masyarakat Pascasarjana Unair (1992 – sekarang)
  • Anggota UKK Tumbuh Kembang – Ped.Sos. PP IDAI, IDI Surabaya dan Sidoarjo, IDAI Jatim.
  • Ketua Komite Etik RSU Dr. Soetomo, Surabaya (2007-sekarang)

Materi yang dibawakan adalah :

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Sangat menarik bagaimana seorang profesor masih punya energi suara seperti beliau. Dalam penilaian saya, melihat penampilan beliau yang sudah usia lanjut, pastilah akan dibawakan dengan lemah lembut. Saya tidak menyangka di awal materi beliau malah udah nyaingin bu Dyah berteriak dengan lantang :

MERDEKA ! MERDEKA ! MERDEKA !

kalau lah peserta seminar semua ikut-ikut teriak merdeka .. jelas bukan karena harus menghormati seorang profesor .. tapi benar-benar terpesona dengan power suara beliau yang sarat dengan kearifan yang terus terjaga hingga materi beliau berakhir di menit ke 50 penyajian.

Sungguh benar-benar bikin tarian sesembahan mengingat beberapa kali pertemuan yang melibatkan bidan [ya laaah kalo dokter sudah pasti “viva professores .. “] yang berjumlah kurang lebih 150-an dan mereka bungkam mendengarkan begitu pentingnya tumbuh kembang yang disampaikan prof. Sinto di simposium ini.

Beliau mengawali dengan menjelaskan hak-hak anak sebagaimana sudah dikonvensikan baik taraf pemerintah-pemerintah daerah, propinsi dan pusat (UU) sampai dengan yang bertingkat internasional.

Untuk bertahan hidup ( survival) hidup sehat, punya nama & bangsa,
Untuk Tumbuh dan Berkembang optimal mendapat pendidikan, rekreasi, seni.
Untuk mendapat perlindungan, terhadap eksploitasi sosial/seksual, perlakuan salah / kekerasan ( termasuk anak cacat, pengungsi, yatim, korban perang, kesulitan hukum)
Untuk berpartisipasi mengembangkan seni-budaya, bebas bersuara, mendapat informasi.

Di bagian menjelaskan kebebasan bersuara (berpendapat) dan mendapatkan informasi beliau memberikan contoh yang banyak mengena kepada orang-orangtua sehingga kalo dari depan (maklum hari itu om lo jadi asrot) keliatan sekali kepala-kepala yang mantuk-mantuk tanda mereka memperlakukan anak masih melanggar hak hak mereka. 🙂

Prof juga memberikan ilmu periode kritis perkembangan anak yang beliau hubungkan dengan perilaku orangtua dalam memberikan asah-asih-asuh kepada anak. Lihat saja diagram di bawah ini :

periode kritis perkembangan

periode kritis berkembangnya kemampuan penglihatan, emotional control, perilaku merespon dan berbahasa ada di sebelum usia 1 tahun. Anggapan orangtua biasanya bila bertemu dengan bayi (kurang dari 1 tahun) pastilah anak yang belum bisa berbicara. Sehingga yang sering keluar dari mulutnya orang tua “dang ding dung ding dang ding dung” tetetoet tetetoet .. segala macam memetan lainnya .. oh itu masih lumayan .. belum lagi yang kedua orang tuanya bekerja .. anak diserahkan kepada baby-sitter™. Pembantu atau baby sitter, menurut prof, seperti yang memang terjadi di keluarga adalah makin senang kalo bayinya banyak tidur .. dan makin banyak kesempatan nonton sinetron.. hehehe .. kayaknya bener dech .. *keliatan makin banyak yang manggut-manggut*

Lanjut cerita ..

Prof mengajarkan juga bahwa nutrisi sedemikian pentingnya dalam pertumbuhan dan perkembangan masa balita dan anak usia pra sekolah (apras). Kalo buat pertumbuhan sudah bukan aneh lagi bahwa anak makan baik badannya tentunya juga sehat dan tumbuh dengan baik. Tapi perkembangan (maturasi jaringan dan fungsinya) ternyata juga menuntut nutrisi yang baik untuk menunjang otak yang merupakan motor utama dari yang dinamakan perkembangan.

Prof memperlihatkan hasil dari CT-scan ini

gambaran gz buruk

gambaran otak anak yg menderita gizi buruk gambaran anak yang sama setelah pemberian pengobatan dan nutrisi 90 hari

Terlihatkan mana yang merupakan otak yang “terawat” dan “tak terawat” .. sebelah kiri massa otak tidak padat banyak growong-2 .. setelah dirawat 90 hari terlihat peningkatan kepadatan .. konon yang disebelah kiri itu kalo gede bakal jadi teroris .. hehehe tapi itu tambahan saya aja sih ..

Mengingat betapa pentingnya nutrisi dan perkembangan otak .. Prof mengingatkan kembali “pemantauan sederhana” yang sangat sering diremehkan padahal memiliki kepentingan dalam memantau perkembangan ..

KMS

Ya. Betul sekali, sodare-sodare !
Ka – eM – eS. Kartu Menuju Sehat. Alat pemantauan sederhana ini sudah sampai di desa dan diisikan oleh kader. Tapi sangat jarang dianggap “berarti” secara medis. Padahal ini alat yang menjaga putra-putri kita dari terjerumus kedalam lembah nista yang dinamakan kebodohan, kuper, minder .. *ck.. ck.. ck.. bahasanya ..*

Nah .. sekarang KMS ini melekat di Buku KIA. Buku ini adalah buku yang diberikan untuk 1 orang anak. Dan mulai dari hamil, Ibu akan dipantau sampai dengan anak balita (60 bulan). Di dalamnya sudah ada aspek perkembangan yang juga dinilai. Misalnya pada usia berapa anak sudah bisa apa .. contoh yang agak lengkap ada disini.

perkembangan Prof bercerita bahwa kemampuan (perkembangan) anak bisa sangat berbeda-beda satu dengan yang lain. Contoh gambar disebelah ini adalah dari gerakan yang terbatas menjadi berjalan anak bisa melewati semua posisi, atau malah hanya 2, bahkan 1 posisi.

Karena itu memantau perkembangan balita merupakan keharusan bagi orangtua.

Ada 4 (empat) aspek dalam pertumbuhan yang harus dipantau :

  1. Gerakan motorik kasar ( miring2, tengkurap, duduk, berdiri, merangkak, jalan)
  2. Gerakan motorik halus (meraba, memegang, menjimpit,menulis )
  3. Perilaku sosial (memandang, tersenyum, mengenali orang, bergaul)
  4. Berbahasa (ngoceh,berkomunikasi, bicara, ceritera, mengerti maksud)

Prof juga mengingatkan kembali akan pentingnya pelayanan dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan. Pelayanan ini dulu dinamakan sesuai fungsinya GOBI 3F *serasa-rasa ingat serasa-rasa kenal* ..

GOBI 3 F itu ternyata  :

  • Growth Monitoring
  • Oral Rehydration
  • Breastfeeding
  • Immunization
  • Food Supplementation
  • Family Planning
  • Female Education

Apa hayooo .. POSYANDU! .. weleh-weleh pake bahasa inggris aja jadi pangling .. yang diingatkan  oleh Prof Sinto adalah bahwa penting sekali menambahkan kegiatan S (Stimulation) pada konsep GOBI 3F. Masalah Stimulasi ini akan lebih dikupas oleh Dr. Ahmad Suriyawan. Sabar yach ..

Yang juga penting menurut Prof Sinto dalam tumbuh kembang anak adalah perlunya anak BERMAIN. Prof separuh berharap permainan-permainan tradisional belum hilang dari anak-anak kita. Namun demikian juga dimaklumi bahwa sekarang sudah cukup banyak yang memanjakan anaknya dengan video game (PS dll). Yang juga harus diwaspadai oleh orangtua adalah adanya game-game kekerasan, juga diselipkan dengan adegan-adegan seksual.

Prof menjelaskan definisi bermain adalah :

Play is the eager engagement in pleasureable physical ormental effort to obtain emotional satisfaction

Dunia anak adalah dunia bermain baik secara spontan ataupun berinteraksi dengan lingkungan hidupnya.

Kebutuhan bermain setara dengan kebutuhan makanan, kehangatan dan perawatan serta perlindungan dalam proses tumbuh kembangnya.

Sehingga akhirnya permainan dapat digunakan sebagai sarana belajar. Termasuk dalam Sarana Belajar dari Lingkungan antara lain adalah :

  • Kesiapan & perilaku orang tua
  • Tatacara adat / agama pada kehamilan dan persalinan anak
  • Barang-barang rumah tangga
  • Alat-alat elektronik
  • Tetangga & masyarakat sekitar
  • PADU – diluar rumah (play group dll.)

pos penitipan anak di RS Soetomo

Demikian Prof Sinto mengakhiri ceritanya …

Related Articles :

Advertisements

3 comments on “Prof. Sinto bercerita ..”

  1. saya merupakan salah satu mahasiswa S2 peminatan KIA IKM Unair yang merasa sangat beruntung dan senang bisa mendapatkan banyak distribusi ilmu dari Prof.Moersintowati>>khususnya mengenai materi tumbuh kembang anak. terus berkarya prof>>semangaaaat :rotfl: :yes:

  2. I see you don’t monetize your blog, i think there is one opportunity
    to earn extra $$$ on your website, search in google for: idol4jp
    makes money

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s