Apakah doa kita sudah dikabulkan?

Sudahkah kita menghayati doa-doa kita? Apakah bila kita mengikuti acara berdoa, telinga kita sudah dibuka? Hati kita ikut merapal? Pikiran kita terfokus? Apakah yang didoakan oleh imam atau pemimpin doanya terdengar atau pikiran kita yang selalu sibuk berkata-kata yang lebih ramai memperbincangkan keseharian? Berdiskusi tentang kenaikan harga beras dan minyak, artis yang bercerai, pejabat korupsi yang tertangkap, perbincangan dengan pacar, istri dan teman akrab? Atau hati kita yang juga tak mau berhenti ingin ini dan ingin itu, takut ini dan khawatir itu, justifikasi fulan dan berprasangka pada fulanah?

Apakah masih terdengar doa-doa itu? Bukankah setiap khatib jum’at sudah mengajak kita untuk mendoakan ulama, mendoakan pemimpin, mendoakan negara, agar terlepas dari bala wal fahsya ? Agar baladatina hadzaa Induwnisia khaassaah? Apakah karena pikiran kita terlalu sibuk sehingga doanya tidak tertanam di hati? Ataukah karena kita tidak memandu hati sehingga doa kita seperti kekurangan law of attraction terhadap pemenuhannya?

Apakah bila sedikitnya 80% penduduk ini berdoa dengan pikiran dan hati yang lurus menghadap Ilahi, kita sudah merubah tulisannya di Lauhul Mahfudz? Atau tidak ada lagi doa yang akan dijamin terkabul di dunia ini karena antrian doanya sudah terlalu bertentangan satu sama lain, sehingga Allah menunda pemenuhan semua doa? Ataukah diri-diri manusia ini yang sudah terlalu kotor sehingga setiap doa hanya dimasukkan ke recycle bin-nya Arsy? Atau mungkin karena masih ingin memperdebatkan posisi doa di depan sebagai pengakuan ketidakberdayaan ataukah sebagai juru kunci ikhtiar sebagai simbol sikap tawakkal?

Wallahu’alam bissawab

Related Posts :

Siapa yaa .. yg nyariin ..??

Ngecek statistik blog ini di bagian bawahnya ada hasil tangkapan dari search engine .. eh kok ada yang nyariin ..

sapayaygnyariin

Hehehe .. teman lama, kerabat, sejawat .. mohon maaf kalo harus bersusah-susah nyari dari search engine .. Ada kemungkinannya cuma 3 di kabupaten dan kota yang namanya probolinggo, dr Agus itu ada :

  • Dr. Agus, Psikiater udah tuaaaaa banget .. mungkin aja sih beliau punya temen lama banget, tapi mungkin beliau juga ngga aktif internetan jadi mungkin ngga bisa ngerespon lewat internet.
  • Dr. Bambang Agus, Lebih terkenal dengan nama dr. bambang ketimbang dr. Agus
  • satu lagi om lo yang kelewat rajin ngeblog dan bikin pertemanan disana sini ya saya .. moga-moga yang kebetulan nyari saya bisa bener-bener terpuaskan .. heh emang ngapain?

Apa yang bisa saya bantu Pak, Bu, Om, Tante .. ??