Keseimbangan Hidup

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
Continue reading “Keseimbangan Hidup”

Islam secara Total

Islam adalah sebuah sistem universal yang meliputi seluruh realitas hidup. Islam mencakup negara dan tanah air atau pemerintahan dan rakyat. Islam merupakan tata moral dan kekuatan atau hak dan keadilan. Islam adalah harta benda dan materi atau kerja usaha dan kekayaan. Islam juga merupakan jihad perjuangan dan seruan dakwah atau militer dan pemikiran (strategi); sebagaimana Islam juga merupakan keyakinan (akidah), ibadah yang benar lagi lurus (Hasan Al-Banna)

Deskripsi Al-Banna ini sebenarnya merupakan inti kebenaran tentang Islam. Hal yang paling penting dalam kehidupan kaum muslim yang sudah sirna dari pemikiran kaum muslim. Padahal Qur’an menerangkan :

Dan kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (QS An-Nahl : 89)

Perhatikan bahwa disini Allah ingin menyatakan bahwa Allah telah menyiapkan ‘jawaban’ untuk manusia terhadap segala hal. Baik itu dalam isyarat secara langsung maupun perilaku dan keadaan Rasulullah.

Berarti Islam adalah sebuah sistem universal yang sempurna meliputi seluruh persoalan hidup manusia.

007001

Tema: Kewajiban mengikuti wahyu dan akibat bila menentangnya. (QS. 7:1-9)

  • Diawali mengakses knowing nothing state dilanjutkan dengan installing belief tentang penguatan pada Rasulullah untuk memberi peringatan dengan Quran.
  • Peringatan itu adalah untuk mengikuti apa yang diturunkan.
  • Kabar tentang negeri yang dibinasakan.
  • Memberitahukan bahwa kita tidak bisa berlepas dari tanggungjawab apa yang kita kerjakan pada saat hidup karena sudah diperingatkan oleh rasul-rasul yang datang. Dan kita, juga rasul-rasul akan ditanya dengan memperlihatkan apa yang sudah kita perbuat.
  • Balasan berdasarkan perbuatan. (berat timbangan)

QS. 007 Al-A’raaf

The principal subject of this surah is “invitation to the Divine Message sent down to Muhammad” (Allah’s peace be upon him), which is couched in a warning. This is because the Messenger had spent a long time in admonishing the people of Makkah without any tangible effect on them. Nay, they had turned a deaf ear to his message and become so obdurate and antagonistic that, in accordance with the Divine Design, the Messenger was going to be commanded to leave them and turn to other people,. That is why they are being admonished to accept the Message but, at the same time, they are being warned in strong terms of the consequences that followed the wrong attitude of the former people towards their Messengers. (Now that the Holy Prophet was going to” migrate from Makkah the concluding portion of the address has been directed towards the people of the Book with whom he was going to come into contact. This meant that the time of migration was coming near and the “invitation” was going to be extended to mankind in general, and was not to be confined to his own people in particular as before.

During the course of the address to the Jews, the consequences of their hypocritical conduct towards Prophethood have also been pointed out clearly, for they professed to believe in Prophet Moses but in practice opposed his teachings, disobeyed him and worshiped falsehood and consequently were afflicted with ignominy and disgrace.

At the end of the Surah, some instructions have been given to the Holy Prophet and his followers for carrying out the work of the propagation of Islam with wisdom. The most important of these is that they should show patience and exercise restraint in answer to the provocations of their opponents. Above all, they have been advised that under stress of the excitement of feeling, they should not take any wrung step that might harm their cause.

  • In this passage, the people have been invited to follow the Message sent down to them through Muhammad (Allah’s peace be upon him) and warned of the consequences of its rejection.
  • The story of Adam has been related with a view to warning his descendants against the evil devices of Satan who is ever ready to mislead them as he did in the case of Adam and Eve.
  • This passage contains some Divine instructions, and contrasts these with Satan’s instructions, and depicts a graphic picture of the results and the consequences of the two.
  • As the Message has been sent down by Allah (Who is the Creator of the heavens and the earth and everything in them), it should be followed, for it is like the rain He sends down to give life to the dead earth.
  • Events from the lives of some well-known Prophets – Noah, Hud, Salih, Lot, Shu\`aib, Moses (Allah’s peace be upon them all) — have been related to show the consequences of the rejection of the Message, and the addressees of Prophet Muhammad (Allah’s peace be upon him) have been admonished to accept and follow the Message in order to escape perdition.
  • As the Covenant with the Israelites was mentioned at the end of the preceding passage, the whole mankind has been reminded very appropriately of the Covenant that was made at the time of the appointment of Adam as the Vicegerent of Allah so that all of his descendants should remember it and accept and follow the Message that was delivered by the Holy Prophet.
  • The example of the one who had the knowledge of the Message but discarded it, has been cited as a warning to those who were treating the Message as false; they have been exhorted to use their faculties to recognize the Message; otherwise Hell would be there abode.
  • In this concluding portion of the Surah, some deviations of those who do not use their faculties properly to understand the Message have been dealt with and they have been admonished, reproved and warned of the serious consequences of their antagonistic attitude towards the Message of the Holy Prophet.
  • In conclusion, instructions have been given to the Holy Prophet, and through him to his followers, about the attitude they should adopt towards those who reject the Message and deviate from it.

Selamat jalan Nurul Hadi ..

Sungguh manusia tidak punya daya melawan kehendakNya .. Sekalipun dengan keilmuan yang diberikan oleh Nya sendiri ..

Hari ini berpulang ke Rahmatullah an. Nurul Hadi, anda nggak akan kenal karena ini pasien saya. Jam 10 tadi tiba2 kondisinya drop, sampai dengan jam 13.30 kami mengusahakan perbaikan kondisi agar an. Hadi bisa dirujuk. Apa daya kehendaknya duluan. Kurang lebih setengah jam kami kami berkutat melaksanakan resusitasi, dengan segala peralatan yang ada di kami, namun badan Hadi sudah tidak bisa merespon.

Pertanyaan : Kenapa pasien ini ditangani di Puskesmas?

Ya. Pasien ini jatahnya rujukan sejak datang jam 17.50 kemarin. Namun keluarga berkeras untuk dirawat di puskesmas saja, kebetulan ayahnya adalah seorang anggota DPRD. Jadilah akhirnya Hadi kami rawat. Ketika visite pagi tadi lumayan masih bisa kontak. Namun perbaikan kondisi itu ternyata tidak bertahan lama. Pasien yang dari kemarin sudah menolak untuk dirujuk dan periksa ke laboratorium swasta karena lab pkm tutup pada sore hari. Betapa kondisi yang tidak ideal. Ditambah pula ternyata pasien ini sudah 4 hari panas di rumah.

Lebih lanjut : Kenapa resusitasi gagal ?

Disinilah hikmah yang bisa kami petik :

  1. Kondisi menurunnya tanda vital an.Hadi tidak terpantau ketat. Pertama karena ini memang masih terdiagnosis sebagai observasi febris, mengingat baru tadi pagi setelah visite baru kami berhasil membujuk untuk dilaksanakan pemeriksaan laboratorium. Itupun sempat diselingi dengan ibunya yang tidak mau anaknya diambil darahnya.
  2. Pada saat melaksanakan resusitasi terdapat beberapa kondisi yang tidak ideal pula :
    1. Airway : Tidak ada yang menghalangi jalan napasnya, tapi pada saat akan dimasukkan gudel, pasien sudah terlanjur dalam keadaan kejang. Sehingga sangat sulit. Oksigen ruangan sudah tersedia, yang tidak tersedia justru oksigen ambulans. Trus juga yang agak aneh kok tabung punya 4 tapi yang bisa dioperasikan cuma 1. Padahal baru isi semua. Apa memang sudah isinya nda full (ditipu) atau emang bocor. Ini belum ada prosedur pemeriksaannya. (anyway kalo udah gini jadi agak kliir gitu yaa, yang tadi nda kelihatan jadi jelas)
    2. Breathing : an.Hadi napas sampai kurang 5 menit sebelum naza’. Pada saat ini seperti halnya gudel, epinefrin, deksamethason, infus set makro, yang namanya ambubag mesti ngambil dulu ke UGD. Wasting time. Harus ada gerobak atau bak isi alat-alat pertolongan yang siap digotong sekali jalan.
    3. Circulation : Selayaknya pasien sudah umur lebih dr 5 tahun sebaiknya digunakan infus set makro, selain kemudahan untuk menghitung kebutuhan cairan, pada saat seperti ini alangkah sulitnya bila harus mengganti lagi infus set.
    4. Obatobatan : rasanya sih cukup. Mungkin metronidazole infus kalo ini pertimbangan shock sepsis. Pun kalo ini DBD nda ada gunanya juga.
    5. Tempat : ternyata sulit sekali melakukan manuver dalam keadaan tempat tidur terjepit seperti yang ditempati an.Hadi. Tapi kalo itu nda mungkin lagi kami geser karena sudah cukup sempit dengan pengaturan seperti ini. Jadi mungkin kalo ketemu pasienyang gelagatnya mo sperti ini lagi tempat tidur yang agak legaan itu yang buat dia.

Akhirnya kita kembali kita hanyalah manusia biasa dengan segala keterbatasan. Semaksimal apapun yang ingin diikhtiari bila sudah waktunya untuk ketentuaiNya maka yang terjadi ya terjadilah. Untuk an.Hadi maafkan kami yang belum bisa maksimal melaksanakan pertolongan untuk memperpanjang masa bermainmu, untuk keluarga yang ditinggalkan semoga selalu dilimpahi kesabaran dalam kesedihan.

Selamat jalan, nak. Semoga kepergianmu memberikan kami kekuatan untuk memperbaiki diri.