Posted in Personal, Religi

Bersih-bersih dan berdandan ..

Mengapa-Kita-Harus-Mensucikan-Jiwa-Tazkiyatun-Nafs

Pagi ini saya diingatkan bahwa dulu sudah pernah ada bacaan demikian menariknya yang memalingkan saya dari berbagai novel dan menjadikan saya kelak mengoleksi berbagai buku yang serupa.

Dalam nasihatnya imam/khatib shubuh tadi mengatakan proses yang terjadi dalam puasa, sebanding dengan bagaimana proses dalam tasawuf. Beliau merujuk pembersihan batin atau tazkiyatun nufus. Dijalani dengan 3 proses yaitu :

Takhalli yang berarti membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela, dari maksiat lahir dan maksiat batin. Diantara sifat-sifat yang tercela tersebut adalah : hasad (dengki), hiqd (mendongkol), su’u al-zann (buruk sangka), takkabur (sombong) dan gadab (pemarah). Allah berfirman :

 قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

Sesungguhnya berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya, dan rugilah orang yang mengotorinya (QS 91:9-10)

Takhalli juga berarti mengosongkan diri dari sikap ketergantungan terhadap kelezatan hidup duniawi (puasa). Hal ini akan dapat dicapai dengan jalan menjauhkan diri dari kemaksiatan dalam segala bentuknya. Dan berupaya menghilangkan dorongan hawa nafsu yang membawa kepada kejahatan.

Proses selanjutnya adalah apa yang dinamakan sebagai tahalli (berdandan) atau mempercantik diri, berhias diri dengan jalan membiasakan diri dengan sifat dan sikap serta perbuatan yang baik. Berusaha agar dalam setiap gerak dan perilaku selalu berjalan dalam ketentuan agama. Baik kewajiban yang sifatnya lahir – shalat, puasa, zakat dll – maupun yang bersifat tersembunyi atau ketaatan batin – iman, ikhlas dll.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS 16:90)

Selanjutnya masuk ke dalam proses yang dinamakan tajalli. yang diartikan sebagai tersingkapnya nur ghaib untuk hati. Demikian dalam literatur2 sufi. “Tajalli adalah lenyapnya/hilangnya hijab dari sifat kebasyariahan (kemanusiaan), jelasnya nur yg selama ini ghaib, fananya/lenyapnya segala hal yang lain ketika nampaknya wajah Allah”

Barangkali secara sederhana atau lahiriah bisa disebut timbulnya kesadaran akan keberagamaan yang hakiki itu adalah penghambaan kepada Allah. Tentu saja ini tidak hanya ditempuh dengan riyadah, tapi juga karena Allah memberikan nur-Nya ke dalam dada (hati) seseorang. Maka pada saat tersingkapnya kesadaran hakiki tersebut seseorang dapat melihat perbuatannya memberikan maslahat bagi umat manusia adalah dalam jalan yang diberikan oleh Allah.

فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS.6:125)

Demikian pula pada saat puasa tiga proses tadi bisa kita jadikan sebagai bentuk nyata dalam menjalankan ibadah puasa. Kebersihan diri pada saat memulai puasa adalah penting, tentu saja yang dimaksud disini bukan mandi dll, akan tetapi membersihkan diri lebih kepada batiniah. Pada saat akan memasuki bulan puasa kita sering kali bermaaf-maafan, ini tentu saja mencoba membersihkan dari berbagai kesalahan yang kita lakukan pada saat sebelumnya, kemudian kita juga menghindarkan diri dari mencela orang lain, berdusta, mengumpat dan lain sebagainya ketercelaan pada saat melaksanakan puasa.

Kita juga berupaya menghiasinya dengan membukakan shaimin lainnya, bersedekah, zakat dll. Dengan harapan pada saat menjelang akhir Allah membukakan hijab cahayaNya dan menerangi hati kita dengan pemahaman dan keyakinan untuk terus menjaga kebaikan yang kita latihkan dalam sebulan pada sisa tahun hingga bertemu dengan Ramadhan yang akan datang.

Karenanya berbersihlah, berdandanlah untuk menyambut tersingkapnya hijab cahaya ..

[draguscn]

Posted in Puisi Puisi

Rapat Kerja Komisi Akreditasi FKTP 2016

This slideshow requires JavaScript.

Hari keberangkatan ..

Setelah agak deg-degan di jalan karena banyak ketemu yang namanya macet, akhirnya ketemu juga dengan temen-temen di Bandara Juanda … selfie-selfie sebentar dan akhirnya berangkat juga ..

Di Soetta, setelah cari2 apa yang mau digunakan ke Bogor dapatnya alphard .. eh maksudnya milihnya .. pilihan murah sih banyak tapi karena tahu ada acara yang cukup melelahkan sampe malam, maka meluncurlah 3 mobil mewah ke Hotel Grand Savero ..

Hari ini bermula dengan bertemu teman-teman lama baik yang satu daerah beda keberangkatan, yang pernah barengan survei di satu daerah tertentu  juga yang satu perguruan Camplong.

 Jam 14.00 pertemuan dibuka .. Bu Eka (Dr. Eka Viora, SpKJ) membuka acara dan langsung diserbu pertanyaan-pertanyaan. Pak Taufik gagal membatasi pertanyaan khusus yang bersifat kebijakan. Karena mungkin pertanyaan teknis seperti bagaimana perhitungan komisi bisa berbeda dengan potret surveior dan lainnya lebih memenuhi kepala surveior.

Pertemuan diakhiri jam 17.00 dan kami dijanjikan untuk bertemu lagi pada jam 19.00

malamnya ..

Acara malam ternyata justru pembukaan yang dipimpin langsung oleh dirjen yankes. Menurut saya pribadi saat beliau menyampaikan arahan kepada kami beliau masih belum sepenuhnya paham apa yang menjadi kegelisahan para surveior. Pada saat diberikan kesempatan tanya jawab, pak Dirjen pun mengalami hal yang sama seperti bu Direktur.

Walhasil menjelang jam 8.30 beliau digempur beberapa pertanyaan yang kurang lebih temanya sama dan mulai memahami. Meski demikian beliau mengisyaratkan bahwa yang namanya puskesmas se Indonesia ini adalah kapal besar yang tidak mungkin banting setir seketika .. sehingga perubahan yang kami lakukan haruslah bersifat evolusi agar tidak ada puskesmas yang tertinggal dalam prosesnya.

Setelah itu masih ada penyampaian satu materi dari IT komisi yang memberikan prototype SIAF (sistem informasi akreditasi FKTP).

demikian hari ini ..

Posted in Puisi Puisi

Neng.. (2)

Neng,
Aku datang lagi ..
Jalan rindu yang kulalui
Dua tahun sudah ia berganti ..
Dan terulang kini ..
Aku sendiri ..

Neng ..
Ramai yang aku rasa ..
Mengingatkan pertemuan kita ..
Tapi semua sudah tak sama ..
Kita sudah tidak sering bercengkrama ..
Seperti biasanya kala kau akan tiba ..

Neng ..
Sambut aku ..
Karna seperti yang kau mau ..
Damba akanmu memasungku ..

14 Juni 2016

Posted in Puisi Puisi

Senja Camplong

senja

Senja saat pelaut pulang ..
Anganku kembali padamu ..
Dan sepi yang kugeluti kemudian ..
Makin mengiris keinginan ..
Tuk ada dalam rengkuhan ..
Meski sesaat ..

Hari ke-tiga tanpa terasa .. tiap hari dapat tugas membuat jurnal harian dari pak Chulbi. Mengingatkan lagi pas pertama-tama kenal blog. Tiap hari bikin postingan, bahkan di beberapa blog sekaligus …

Mulai banyak kenal dengan teman-teman seangkatan. Meski banyak yang sepuh tapi pada berjiwa muda semua …

Hari ini juga diwarnai dengan tes EBA (executive brain asssessment). Tes ini memberikan gambaran apakah seorang surveior nantinya akan seperti apa gambaran kemampuan otaknya. Sepertinya begitu. Rasanya sih seperti pertanyaan2 pada saat psikotes yang udah pernah dijalani. Pas hajian tahun lalu. Hanya saja lebih sedikit.

Kemudian juga kita dikenalkan dengan berbagai dokumen yang harus dipelajari, dimiliki oleh puskesmas pada saat melaksanakan akreditasi. Bu Lina (dr. Lina Kurniawati, MPH) yang ternyata adalah istri pak Tjah, memberikan gambaran bagaimana  tata dokumen di dalam akreditasi puskesmas.

Sampai disini dulu ..

This slideshow requires JavaScript.

 

Posted in Puisi Puisi

Konsultan Surveior Akreditasi FKTP

cahyonoNamanya Dr. Tjahyono Kuntjoro, MPH. Tampaknya beliau akan segera menjadi favorit saya. Orangnya super cool. Bicaranya perlahan. Tapi banyak ilmu yang bisa keluar dari setiap kata-katanya, sayangnya karena beliau berbicara lambat-lambat .. sayanya jadi seringkali sudah keburu ngantuk *alasan*, atau waktu terasa tidak cukup.

Well ..

Hari ini beliau menjelaskan cukup banyak …mulai dari bagaimana itu yang namanya surveior akreditasi sampai dengan konsep mutu dan teman-temannya …

Kebetulan kita memang baru berkenalan dengan bab-bab dalam akreditasi, misalnya bab admen adalah 1, 2 dan 3, bab UKM 3 sesudahnya dan 3 bab terakhir adalah miliknya UKP. Tapi dalam tiap bab kelipatan 3 adalah bab mutu.

Kelihatannya dari jumlah elemen penilaian dalam tiap bab, maka bab mutu adalah yang paling sedikit dibandingkan dengan yang lain. Misalnya di bab 6 untuk UKM bab mutu hanya punya 1 Standar = Perbaikan kinerja / Mutu dan 6 kriteria. Kriteria itu yang angkanya jejer tiga (6.1.1 dst).

Mutu mengingatkan kembali mulai dari jaman di Banua Lawas dulu kenal dengan yang namanya mas Pras dan Quality Assurance, kemudian masuk ke Puskesmas Krejengan berkenalan dengan Team Based, Prospek dan Kelompok Budaya Kerja. Namun inti dari peningkatan mutu adalah kemampuan puskesmas bersikap analitik terhadap permasalahan yang dihadapi. Dan dalam yang saya pernah pelajari tentang peningkatan mutu seperti ini adalah berdasarkan lingkaran (siklus) pemecahan masalah.

Belum tahu implementasinya bagaimana ke dalam akreditasi akan tetapi yang namanya Kelompok Budaya Kerja (KBK) rasanya jadi keharusan di Puskesmas dan Rumah Sakit di Probolinggo, melihat ini kalo saya nanti akan menerapkan akreditasi di Puskesmas Kraksaan rasanya konsep KBK lah yang akan saya ambil. Biar sekalian kerja.

This slideshow requires JavaScript.

Segitu dulu deh .. seperti yang saya bilang tadi … Ngantuk.

Camplong, 10 Agustus 2015